Olahraga
Sejarah Indah Indonesia di Asia Bridge Cup Wajib Pertahankan

Tim Campuran Indonesia yang bermaterikan Lusje Bojoh/Taufik G Asbi, Kristina Wahyu M/Julius A George, Elsya S Ningtias/Robert Parasian dengan captain Rustam Effendy dan Pelatih Syahrial Ali meraih gelar juara Asia Bridge Cup ke-4 di Jakarta tahun 2022
Oleh : Bert Toar Polii
FAKTUAL INDONESIA: Asia Pacific Bridge Federation (APBF) adalah organisasi bridge yang mengelola olahraga bridge di kawasan Asia dibawah World Bridge Federation (WBF).
APBF berdiri tahun 1957 dengan nama Far East Bridge Federation (FEBF) dan sesuai aturan WBF ditetapkan sebagai Zone VI. WBF membagi dunia ini menjadi 8 zone.
Pada tahun 1996, FEBF mengubah namanya menjadi Pacific Asia Bridge Federation (PABF) menjadikan secara akurat mencerminkan parameter geografis Zona (yaitu sisi Pasifik dan Asia) berdiri terpisah dari Zona Pasifik Selatan (Zona 7).
Zone VI mulai menjadi besar dan diperhitungkan ketika China bergabung pada tahun 1982. Karena China populasi pemain bridge meningkat sangat tajam hanya dalam waktu singkat demikian juga prestasinya.
Baca Juga : Le Petit Bridge: Permainan Kartu yang Mendidik dan Menyenangkan Jauh dari Kesan Judi
Kemudian tahun 2010 berganti lagi menjadi Asia Pacific Bridge Federation (APBF) untuk mengantisipasi jika bridge dipertandingkan di multi event serta sesuai aturan International Olympic Committee (IOC) berdasarkan benua.
APBF adalah organisasi bridge tertinggi di Asia yang telah sukses memasukan olahraga bridge dipertandingkan di multi event berkat Indonesia, yaitu SEA GAMES 2011 dan ASIAN GAMES 2018 kedua-duanya digelar di Indonesia. Selanjutnya menyusul Asian Games 2022 di Hangzhou, China yang akan diselenggarakan tahun 2023.
Tetapi mengapa kemudian ada Zone IV Asia & Middle East serta Zone VII South Pacific ikut bertanding dalam event yang diselenggarakan oleh APBF?
Sampai tahun 1979 belum ada Zone IV Bridge Federation of Asia & the Middle East (BFAME) sehingga Pakistan dan India menjadi anggota Far East Bridge Federation (FEBF). Selanjutnya baru pada ahun 1980 berdiri Zone IV. Selanjutnya Zone IV ini bergabung dengan Zone VI dan karena Australia dan Selandia Baru selama ini menjadi anggota tamu dari Zone VI maka ketika digelar pertama kali Asia Bridge Cup tahun 2010 di Ning Bo China semuanya ikut diundang.
Baca Juga : Menyongsong Kejuaraan Dunia Bridge Tahun 2026, Ayo Gabsi Bersiap
Berarti APBF sudah menggelar Kejuaraan Asia atau Asia Bridge Cup sejak tahun 2010 untuk empat tahun sekali. Tahun 2010 di Ning Bo, China, Tahun 2014 di ZheJiang WuYi JinHua , China, tahun 2018 di Goa Marriot Resort & Spa, India kemudian tahun 2022 di Jakarta, Indonesia.
Sekilas tentang event ini :
Asia Bridge Cup pertama tahun 2010 di Ning Bo, China
Tim bridge putra Indonesia berjaya di Piala Asia yang berlangsung di Ning Bo, Cina, dari 31 Agustus hingga 5 September 2010. Hanya dua kategori yang dipertandingkan, yaitu Open Team memperebutkan Ning Bo Cup dan Woman Team memperebutkan Chicheng Cup.
Di nomor open team diikuti 19 negara, yaitu China, Indonesia, China Hongkong, Chinesse Taipei, Mongolia, Selandia Baru, Australia, Jepang, China Macau, Thailand, Singapura, Bahrain, Srilanka, Bangladesh, Malaysia, Philippina, Thailand, Korea dan Mongolia. Sedangkan di nomor Woman Team ada 15 negara.
Bermaterikan pasangan Henky Lasut/Eddy Manoppo, Robert Tobing/Taufik G Asbi, dan Belly Rumengan/Mahkota Ananda dengan kapten tidak bermain Alm. Peter Torang Wang, tim yang disponsori oleh Klub Bridge Alumni UI (Gabrial UI) berhasil keluar sebagai juara dan memenangkan Ningbo Cup. Juara keduanya Chinesse Taipei dan Hongkong sebagai juara ketiga.
Untuk Chicheng Cup direbut China, Indonesia disusul Chinesse Taipei
Baca Juga : Ada Penemuan yang Menarik, Belajar dari China Memajukan Bridge
Para pemain Indonesia yang tampil adalah : Kristina Wahyu Murniati, Suci Amita Dewi, Lusje Bojoh, Julita Tueje, Fransisca Ariyani, Rury Andhani.
Asia Bridge Cup kedua tahun 2014 di Zhe Jiang,WuYi, JinHua , China
Tim nasional bridge Indonesia akhirnya mampu mengumandangkan dua kali lagu kebangsaan Indonesia Raya di ZheJiang, WuYi, JinHua , China Lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang mengiringi bendera merah putih ketika penyerahan medali emas kepada tim nasional senior Indonesia dan Tim nasional Ladies Indonesia yang berhasil menjuarai 2nd Asia Bridge Cup 2014 yang berlangsung tanggal 12-22 Juni 2014 di Hot Spring Resort Wu Yi, China.
Tim nasional senior Indonesia dengan para pemain Henky Lasut, Eddy Manoppo, Munawar Sawiruddin, Bambang Hartono, Bert Toar Polii dan Tanudjan Sugiarto mengawali naik panggung sebagai juara nomor senior.
Tim Putri beranggotakan Lusje Olha Bojoh- Joice Tueje Mandolang, Suci Amita Dewi-Kristina Wahyu dan Conny Sumampouw-Rury Andhani dengan NPC Herry Herdian juga keluar sebagai juara menyusul berikutnya.
Sedangkan tim putra yang diperkuat Taufik Asbi/Robert Tobing, Franky Karwur/Noldy George dan Giovani Watulingas serta NPC Julian Tosra dan Tim Manger Alm. Ilham Abdullah harus mengakui ketangguhan tim kejutan Singapura di babak final dan berhak untuk medali perak.
Baca Juga : Buku Bridge Modern Bridge Convention Telah Terbit
Di ZheJiang WuYi JinHua , China ada penambahan nomor yang dipertandingkan, yaitu Senior dan Youth team dengan kategori Junior, Youngster dan Girls.
Open team: Singapore, Indonesia dan Jepang.
Ladies team:Indonesia, Australia dan China.
Senior team: Indonesia, Australia dan China.
Junior team: China, Chinese Taipei dan Hong Kong
Youngster team: Singapore ,China dan Chinese Taipei.
Girls : China dan Hongkong
Asia Cup ketiga tahun 2018 di Goa Marriot Resort & Spa, India.
Tahun ini Indonesia berkonsentrasi untuk Asian Games 2018 sehingga memilih tidak mengirimkan tim AG 2018 ke Goa sehingga tidak ada prestasi disana.
Namun Indonesia tetap mengirimkan tim yang disponsori oleh Djarum Bridge Club. Indonesia ikut di nomor Senior, Super Mixed dan Mixed.
Penyelenggaraan di Goa berlangsung 4-10 Juni 2018 dimana nomor yang dipertandingkan adalah Open, Woman, Senior, Mixed dan Super Mixed nomor baru ciptaan Indonesia yang akan dipertandingkan di 18th Asian Games 2018.
Baca Juga : Indonesia Cukup Berprestasi di sini, 5th Asia Bridge Cup di Goa, India 21-27 Juni 2026
Selanjutnya pada tahun 2022 di Hotel Sultan Jakarta pada penyelenggaraan Asia Bridge Cup ke-4, Indonesia meraih dua medali emas melalui :
Tim Putri : Fera Damayanti/Riantini, Conny E Sumampouw/Rury Andhany, Roro Joffani TD/Rachma Shaumi dengan captain Hendra Railis dan Pelatih Kamto
Tim Campuran : Lusje Bojoh/Taufik G Asbi, Kristina Wahyu M/Julius A George, Elsya S Ningtias/Robert Parasian dengan captain Rustam Effendy dan Pelatih Syahrial Ali,
Selain itu masih meraih medali perunggu dari senior dengan para pemain : Didi Andries, Belly Rumengan, Max F Tompodung, Eugene Yongen Maury, Freddy Lumenta, Robby Lempoy, Ruddy Ch, Nurhamiddin.
Melihat keberhasilan Indonesia di event ini, sudah seharusnya PB Gabsi berkonsentrasi mempersiapkan tim terbaik menghadapi Asia Bridge Cup ke-5 yang akan digelar pada tanggal 21-27 Juni 2026 kembali di Goa India. Dengan demikian Indonesia bias terus mengukir sejarah indah di event ini.
Data tentang event ini bias dilihat di : https://www.kompasiana.com/berttoarpolii2365/693fbf97ed641565f5006b62/5th-asia-bridge-cup-di-goa-india-21-27-juni-2026?page=2&page_images=1 ***














