Connect with us

News

Percepat Ungkap Pembunuhan Keji di Subang, Polda Jabar turunkan Personel

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Kapolres Subang AKBP Sumarni dan Kabidhumas Polda Jawa Barat Kombes Pol Erdi A Chaniago

Kapolres Subang AKBP Sumarni dan Kabidhumas Polda Jawa Barat Kombes Pol Erdi A Chaniago (Ant)

FAKTUALid – Kasus pembunuhan ibu dan anak berinisial TH (55) dan AM (23) yang jenazahnya ditemukan di bagasi mobil mewah di Subang Jawa Barat menjadi atensi untuk segera dituntaskan.

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat pun menurunkan sejumlah personel untuk mempercepat pengungkapan kasus pembunuhan itu.

“Dalam waktu dekat ya. Mohon doanya. Jadi, intinya Polda Jabar ikut membackup karena ini merupakan kasus yang jadi atensi,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Erdi A Chaniago, Sabtu.

Dia mengatakan kasus pembunuhan itu memang menjadi atensi untuk dapat segera dituntaskan. Pihak kepolisian pun telah melakukan pra rekonstruksi tempat kejadian perkara.

Menurutnya sejauh ini sudah ada sejumlah orang yang diminta keterangan sebagai saksi kasus tersebut. Mulai dari keluarga korban, orang-orang terdekat, tetangga, dan pihak lainnya.

Advertisement

“Setelah dilakukan penyidikan beberapa orang (saksi) sudah bertambah, kurang lebih ada 16 orang yang dimintai keterangan,” kata dia.

Titik Terang

Sementara itu seperti dilaporkan antaranews.com lebih lanjut, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Subang melakukan pemeriksaan kepada 17 orang saksi terkait kasus pembunuhan di kawasan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat itu.

Kapolres Subang AKBP Sumarni mengatakan 17 orang itu terdiri dari anggota keluarga korban, orang-orang terdekat, tetangga, dan dari pengurus RT setempat.

“Jadi kita masih melakukan analisa lah, masih memperdalam, insya Allah sudah ada titik terangnya, jadi kami mohon waktu, bisa untuk dapat mengungkap pelaku pembunuhan ini,” kata Sumarni saat dihubungi di Bandung, Jawa Barat, Jumat.

Advertisement

Selain memeriksa belasan saksi, menurutnya pihak kepolisian juga telah mengamankan sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi. Di antaranya yakni alat cucian kayu, pisau, karpet dengan bercak darah, dan sidik jari.

Dari hasil otopsi, menurutnya korban yang berinisial TH (55) mengalami luka di bagian kepala, sedangkan korban yang berinisial AM (23) mengalami luka di bagian mata. Diduga para korban mengalami luka itu akibat benturan benda tumpul.

“Dari hasil pemeriksaan juga diduga korban itu diseret dari kamar, menuju ke mobil karena ada sisa jejak tanah di belakang badan korban,” kata Sumarni.

Ponsel AM

Sejauh ini, Sumarni menyatakan belum ditemukan motif perampokan atau pemerkosaan atas adanya peristiwa pembunuhan keji tersebut.

Advertisement

Karena barang-barang berharga korban masih lengkap berada di rumahnya, dan korban AM (23) pun tidak ditemukan tanda-tanda pemerkosaan. Adapun Sumarni menyebut barang yang masih belum ditemukan yakni ponsel milik korban AM (23).

“Ponselnya belum ditemukan itu, masih kita cari, tapi belum mengarah ke motif perampokan, karena barang-barang berharga itu nggak ilang, mobil nggak ilang, yang lainnya masih utuh, barang-barang ada, uang ada, kalung ada,” kata Sumarni.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Rabu (18/8) sekitar pukul 07.00 WIB di sebuah rumah di Desa Jalan Cagak, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, ditemukan dua sosok ibu dan anak dalam kondisi tewas.

Saat itu, suami berinisial Y menemukan istri dan anaknya dalam kondisi tak bernyawa di bagasi sebuah mobil mewah. Selain itu Y juga mendapati kondisi rumahnya yang berantakan.

Pihak Polres Subang langsung bergerak ke lokasi setelah adanya laporan dugaan pembunuhan tersebut. Sejauh ini disimpulkan dua korban tersebut dibunuh karena mengalami luka-luka setelah dilakukan otopsi di RS Bhayangkara Sartika Asih Bandung. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement