Connect with us

Nusantara

Kontroversi Tak Membuat Ciut Nyali, Ganjar: Iki Tanda Tresnaku

Avatar

Diterbitkan

pada

 

Ganjar kunjungi rumah Suryono. (Istimewa)

 

FAKTUAL-INDONESIA: Aksi sosialnya sempat diwarnai kontroversi. Tapi Ganjar Pranowo tidak peduli, apalagi ciut nyali. Kontroversi itu terkait dengan pemberian bantuan dan rehab rumah yang dikembalikan oleh kader PDIP di Temanggung, Fajar Nugroho, karena ada tekanan dari pengurus partai.

Gubernur Jawa Tengah tersebut, hari ini Jumat (14/1/2022), bahkan kembali melakukan aksi sosial. Kali ini, ia mendatangi rumah Suryono (62), Wakil Ketua PAC PDIP Banyubiru, Kabupaten Semarang.

Ganjar yang sedang melakukan perjalanan dinas ke Magelang sengaja mampir ke rumah Suryono. Dia mendapat informasi, Suryono tinggal di rumah yang tidak layak huni. Ia datang untuk bersilaturahmi sekaligus ingin memberikan bantuan renovasi rumah kepada kader PDIP itu.

Advertisement

“Monggo pinarak Pak Ganjar, ngapunten kondisi omahe kadhos meniko (maaf kondisi rumahnya seperti ini),” kata Suryono menyambut kedatangan Ganjar.

Rumah Suryono memang sangat sederhana. Rumah itu berukuran kecil, dengan lantai masih plester biasa.  Tak ada perabot mewah di rumah itu. Hanya ada kursi dan meja kayu sederhana di ruang tamu.

Atap rumah Suryono juga banyak berlubang. Apalagi, di bagian dapur, kondisinya lebih mengenaskan. Dinding dan kayu penyangga rumah sudah keropos. Genting banyak yang berlubang dan bocor saat hujan.

Namun, dapur itu menjadi bagian favorit Suryono. Sebab du dapur itu, terpajang bendera PDIP dengan ukuran sangat besar. Selain itu, foto-foto tokoh PDIP juga dipajang di sana. Ada foto Soekarno, Megawati, Jokowi sampai Ganjar Pranowo.

“Lho ini kok besar sekali benderanya, keren ini. Wah ada foto-foto Pak Soekarno juga, ini Ibu Megawati, Pak Jokowi. Ini foto tahun berapa sepertinya lama sekali ya. Ada foto saya sama Gus Yasin juga. Njenengan kader militan berarti Pak,” kata Ganjar saat memasuki bagian belakang rumah Suryono.

Advertisement

“Saya kader PDIP sejak 1997, sudah lama sekali,” kata Suryono.

Ganjar pun tersenyum melihat koleksi dan pernak-pernik PDIP milik Suryono. Koleksi itu semakin menegaskan, bahwa Suryono kader sejati.

“Purun mboten omahe didandosi (mau nggak rumahnya diperbaiki). Kalau mau nanti saya bantu perbaiki. Tapi syaratnya, bangunnya harus pakai gotong royong. Sambatan,” ucap Ganjar.

Dengan senang hati Suryono menerima tawaran bantuan itu. Bahkan saat Ganjar menanyakan kapan siap gotong royong memperbaiki rumah, Suryono mengatakan siap kapan saja.

“Siap, kapan saja Pak. Tinggal nunggu hari baik. Hari baiknya itu ya kalau sudah ada uangnya,” canda Suryono yang membuat Ganjar terpingkal.

Advertisement

Saat itulah Ganjar melontarkan pertanyaan cukup menggelitik. Sambil bercanda, Ganjar menanyakan pada Suryono apakah dirinya keberatan jika video kunjungannya itu diupload di media sosial miliknya.

“Kerso mboten nek kulo posting? Mengko nesu (nanti marah), terus bantuane dibalekke (kemudian bantuannya dikembalikan),” canda Ganjar.

“Mboten Pak, kulo remen sanget kok dibantu (tidak aka dikembalikan Pak, saya senang sekali dibantu),” jawab Suryono.

Ganjar menerangkan, sebenarnya tidak hanya kader PDIP yang menjadi sasaran dari program rehab rumah tidak layak huni. Semua masyarakat yang membutuhkan akan dibantu, karena Jateng sedang menggenjot penanganan kemiskinan ekstrem.

“Hanya saja, karena ini lagi ulang tahun PDIP, ternyata ada kader kita yang perlu dibantu. Saya hanya ingin mengapresiasi kawan-kawan yang sudah berjuang sangat luar biasa. Mudah-mudahan manfaat dan barokah. Iki tanda tresna (ini tanda cinta) dari saya,” kata Ganjar.

Advertisement

Suryono sendiri mengaku tidak menyangka akan didatangi Ganjar. Apalagi Gubernur juga ingin membantu memperbaiki rumahnya.

“Nggak nyangka saya, mendapat berkah sekaligus. Didatangi Pak Ganjar, dibantu, senang sekali rasanya. Tadi cucu saya juga dikasih handphone. Ini anugerah dari Tuhan,” kata Suryono.

Rumah Suryono memang mendesak diperbaiki. Rumah itu sering bocor saat hujan turun. Namun karena bekerja sebagai buruh tani, Suryono belum bisa memperbaiki.

“Senang sekali, tadi ditanya Pak Ganjar apa mau mengembalikan bantuan seperti yang lain. Saya jawab tidak. Lha wong ada yang bantu kok mala ditolak,” pungkas Suryono.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement