Internasional
Lagi Amerika Serang Iran, Tembak Jatuh 4 Pesawat dan Stasiun Kendali Darat

Militer Amerika Serikat (AS) melakukan serangan terbatas baru di Iran selatan, di dekat kota Bandar Abbas, Rabu (27/5/2026), yang disebut sebagai tindakan defensif. (Ist)
FAKTUAL INDONESIA: Militer Amerika Serikat (AS) menyerang Iran lagi, Rabu (27/5/2026).
Dalam serangan itu Amerika menembak jatuh empat pesawat nirawak serang satu arah Iran dan menyerang stasiun kendali darat di dalam Iran.
Menurut seorang pejabat Amerika, seperti dilaporkan NBC News, serangan itu dinilai militer sebagai ancaman langsung bagi pasukan AS dan pelayaran komersial.
Serangan itu terjadi di dekat kota Bandar Abbas di Iran selatan, dan pejabat tersebut menggambarkannya sebagai tindakan defensif karena drone tersebut menimbulkan ancaman bagi pasukan AS di dekat Selat Hormuz dan bagi pelayaran komersial yang melintasi daerah tersebut.
Stasiun kendali darat di Bandar Abbas menjadi sasaran karena drone kelima akan diluncurkan dari sana, menurut pejabat AS tersebut.
Pejabat itu mengatakan serangan-serangan tersebut terbatas dan tidak menunjukkan dimulainya kembali operasi tempur besar-besaran terhadap Iran.
Drone-drone tersebut, yang menurut pejabat itu milik Korps Garda Revolusi Islam negara tersebut, tidak mengenai target militer atau sipil apa pun.
Televisi pemerintah Iran melaporkan melalui Telegram bahwa tiga ledakan terdengar di sebelah timur Bandar Abbas pada pukul 1:30 pagi waktu setempat, yang memicu pertahanan udara di kota tersebut selama beberapa menit. Penyebab dan lokasi pasti ledakan sedang diselidiki, kata televisi pemerintah dalam unggahan tersebut.
Dalam rapat Kabinet pada Rabu pagi, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa tidak seorang pun akan diizinkan untuk mengendalikan Selat Hormuz, jalur air utama yang dilalui sekitar 20% minyak dunia sebelum perang.
“Selat itu akan terbuka untuk semua orang,” katanya, seraya menambahkan, “Tidak seorang pun akan mengendalikannya.”
IRGC Bersumpah Membalas
Seorang pejabat AS mengatakan kepada NBC News pada hari Senin bahwa militer AS melakukan serangan yang “sangat terbatas” dan “sangat tepat” terhadap Iran setelah serangkaian peluncuran rudal, drone, dan kapal kecil oleh IRGC.
Pada hari Selasa, Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pasukan Amerika telah “melakukan pelanggaran gencatan senjata di wilayah Hormuz selama 48 jam terakhir.”
IRGC bersumpah untuk “menanggapi dengan tegas setiap pelanggaran gencatan senjata” dan serangan pada hari Rabu kemungkinan akan memberikan tekanan tambahan pada gencatan senjata yang rapuh tersebut. ***














