Home Nasional Begini Cara Menghitung Denda Pajak Motor, Wajib Diketahui

Begini Cara Menghitung Denda Pajak Motor, Wajib Diketahui

oleh Farhan Zuhdi
menghitung denda pajak motor

Foto Ilustrasi (Istimewa)

FAKTUALid – Bagi para pemilik kendaraan bermotor di Indonesia di wajibkan untuk membayarkan setiap tahunnya sesuai jadwal yang tertera untuk pengesahan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Namun, sebagian orang terkadang lupa untuk membayarnya tetap waktu yang membuatnya harus membayar denda. Tahukah kamu rumus cara menghitung denda pajak motor?

Ketika kamu belum membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), maka status STNK akan mati untuk sementara. Untuk meangaktifkanya, kamu perlu membayar denda keterlambatan PKB yang statusnya terlambat mulai dari satu hari setelah tanggal jatuh tempo pada STNK.

Perlu diketahui, besaran denda akan berbeda apabila kamu terlambat 2 hari dan seterusnya, hingga keterlambatan beberapa tahun. Untuk itu kamu perlu mengathui cara menghitung denda pajak motor.

Baca juga: Cara Mengurus STNK Hilang, Praktis dan Mudah

Cara Menghitung Denda Pajak Motor

Berikut faktualid.com merangkum cara menghitung denda pajak motor dari mobil123 dan cermati.

Rumus Menghitung Denda Pajak Motor dan Mobil

Ada beberapa komponen yang masuk dalam penghitungan denda pajak kendaraan. seperti

  • PKB yang tertera pada Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).
  • Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) yang tertera dan dapat dilihat di STNK. SWDKLLJ setiap jenis kendaraan besarannya berbeda-beda.

Sebagai contoh, SWDKLLJ sepeda motor berkapasitas 150-250cc adalah Rp 35 ribu. Untuk mobil mobil penumpang seperti jeep, sedan dan bukan angkutan umum yang berkapasitas mesin hingga 2.400 cc, SWDKLLJ-nya Rp 143 ribu.

Apabila kamu terlambat membayar pajak motor atau mobil lebih dari 30 hari atau terhitung bulanan, cara menghitung denda pajak motor menggunakan rumus PKB x 25 persen x bulan menunggak/12 + SWDKLLJ.

Sedangkan, jika terlambatnya sudah lebih dari satu tahun, cara menghitung denda pajak motor ialah tahun keterlambatan membayar x PKB x 25 persen x 12/12 + SWDKLLJ.

Simulasi Menghiutng Denda Pajak Motor dan Mobil

Menghitung Denda Pajak Motor untuk Mobil/Roda Enpat

Setelah mengetahui rumusnya, mari melakukan simulasi sebagai cara menghitung denda pajak motor. Misal keterlambatannya selama tiga bulan, enam bulan, satu tahun, serta dua tahun agar lebih jelas. Untuk mobil, sebagai contoh menggunakan mobil penumpang bukan umum seperti Toyoya Kijang dengan PKB Rp1.905.600 dan SWDKLLJ Rp143.000.

Denda Tiga Bulan

  • Rp 1.905.600 x 25 persen x 3/12 + Rp 143.000 = Rp 262.100
  • Total Pembayaran PKB, SWDKLLJ, plus Denda : Rp 1.905.600 + Rp 143.000 + Rp 262.100 = Rp 2.310.700

Denda Enam Bulan

  • Rp 1.905.600 x 25 persen x 6/12 + Rp143.000 = Rp381.200
  • Total Pembayaran PKB, SWDKLLJ, plus Denda : Rp 1.905.600 + Rp 143.000 + Rp 381.200 = Rp 2.429.800

Denda Satu Tahun

  • RP 1.905.600 x 25 persen x 12/12 + Rp 143.000 = Rp 619.400
  • Total Pembayaran PKB, SWDKLLJ, plus Denda : Rp 1.905.600 + Rp 143.000 + Rp 619.400 = Rp 2.668.000

Denda Dua Tahun

  • 2 x Rp 1.905.600 x 25 persen x 12/12 + Rp 143.000 = Rp 952.800
  • Total Pembayaran PKB, SWDKLLJ, plus Denda : Rp 1.905.600 + Rp 143.000 + Rp 952.800 = Rp 3.001.400
Menghitung Denda Pajak Motor untuk Motor/Roda Dua

Untuk menghiutng denda pajak motor, sebagai contoh menggunakan sampel Honda Beat dengan besaran PKB Rp224.000, dengan SWDKLLJ sebesar Rp 35.000.

Baca juga:Ini Syarat dan Biaya Perpanjang SIM Terbaru 2021

Denda Tiga Bulan

  • Rp 224.000 x 25 persen x 3/12 + Rp 35.000 = Rp 49.000
  • Total Pembayaran PKB, SWDKLLJ, plus Denda : Rp 224.000 + Rp 35.000 + Rp 49.000 = Rp 308.000

Denda Enam Bulan

  • Rp 224.000 x 25 persen x 6/12 + Rp 35.000 = Rp 63.000
  • Total Pembayaran PKB, SWDKLLJ, plus Denda : Rp 224.000 + Rp 35.000 + Rp 63.000 = Rp 332.000

Denda Satu Tahun

  • Rp 224.000 x 25 persen x 12/12 + Rp 35.000 = Rp 91.000
  • Total Pembayaran PKB, SWDKLLJ, plus Denda : Rp 224.000 + Rp 35.000 + Rp 91.000 = Rp 350.000

Denda Dua Tahun

  • 2 x Rp 224.000 x 25 persen x 12/12 + Rp 35.000 = Rp 147.000
  • Total Pembayaran PKB, SWDKLLJ, plus Denda : Rp 224.000 + Rp 35.000 + Rp 147.000 = Rp 406.000

Bayarlah Pajak Kendaraan Bermotor Tepat Waktu

Untuk kamu yang bingung menghitung denda pajak motor, apabila sudah mendekati waktu jatuh tempo, segera membuat jadwal agar tidak lupa untuk membayar pajak kendaraan bermotor. Pembayaran pajak kendaraan bermotor mulai dapat dilakukan 30 hari sebelum tanggal jatuh tempo.

Jika kamu terlambat 1 hari, maka kamu akan dikenakan denda dan besaran denda tersebut akan terus bertambah sesuai lama waktu keterlambatan. Dengan begitu, jumlah denda akan semakin bertambah sesuai dengan ketelambat membayarkan denda. Usahakan agar tidak lupa dalam membayar pajak kendaraan motor.

Demikian cara menghitung denda pajak motor dan mobil. Kamu dapat mencoba menghitung dendanya dengan melihat PKB dan SWDKLLJ. Semoga Bermanfaat.***

Baca juga: Mudah, Cara Bayar Pajak Motor Online Lewat Aplikasi Dari Rumah

You may also like

Tinggalkan Komentar