Nasional
Gunung Semeru Alami 3 Kali Erupsi pada 28 Maret 2025

Gunung Semeru kembali alami erupsi pada 28 Maret 2025. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur mengalami tiga kali erupsi, Jumat (28/3/2025) pagi dini hari dalam jarak waktu yang tidak terlalu lama.
Atas kejadian ini, masyarakat diimbau tidak beraktivitas dalam radius 8 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Hal tersebut disampaikan oleh petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian, pada Jumat (28/3/2025).
Baca Juga : Gunung Semeru Erupsi, Warga Dilarang Beraktivitas dalam Radius 13 Kilometer
“Erupsi pertama terjadi pada pukul 02.31 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 400 meter di atas puncak atau 4.076 meter di atas permukaan laut (MDPL),” kata Sigit.
Saat erupsi, kolom abu Semeru teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Erupsi gunung api setinggi 3.676 MDPL itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter (mm) dan durasi 159 detik.
Erupsi kedua terjadi pada pukul 04.32 WIB, tetapi visual letusannya tidak teramati. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 138 detik.
“Pada pukul 05.48 WIB, Gunung Semeru erupsi lagi dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 400 meter di atas puncak atau dengan ketinggian 4.076 meter di atas permukaan laut,” tuturnya, dikutip dari Antara.
Menurut Sigit, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 123 detik.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi terkait dengan status waspada Gunung Semeru, yakni masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 8 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Baca Juga : Gunung Semeru Kembali Erupsi Empat Kali, Lontarkan Letusan Hingga 700 Meter
Kemudian di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.
“Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar,” katanya.
Menyusul Gunung Semeru erupsi, masyarakat juga perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.***













