Connect with us

Ibu Kota

Warga Sesalkan Vaksinasi Covid-19 di Perumahan Metropolitan Ujung Menteng Abai Prokes

Diterbitkan

pada

Warga antusias vaksinasi Covid-19 di Perumahan Metropolitan Ujung Menteng. (ist)

FAKTUALid – Warga sesalkan panitia kurang sigap menata secara rapi pelaksaan vaksinasi Covid-19 yang seharusnya menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat dan menjaga jarak, tapi yang terlihat justru kerumunan orang seperti pasar hingga menimbukan kekhawatiran malah dapat memunculkan cluster baru.Program vaksinasi Covid-19 dilangsungkan Jumat (3/9/2021), di Perumahan Metropolitan Ujung Menteng, Jakarta.

“Saya kecewa pelaksanaan vaksinasi yang seharusnya menjalankan prokes dan menjaga jarak, tapi yang terlihat justru kerumunan orang seperti di pasar hingga dikhawatirkan dapat memunculkan cluster baru Covid-19. Semoga ini menjadikan pelajaran agar ke depan panitia lebih sigap, rapi dan rinci serta yang utama tetap menjalankan prokes ketat dan menjaga jarak agar Indonesia segera pulih dari pandemi,” kata salah seorang warga, Rosemeri Sirait, yang akhirnya urung mendapatkan vaksinasi tahap kedua dengan vaksin Astrazenega karena memang tidak tersedia.

Menurutnya, dirinya tertarik ikut vaksin lantaran sebelumnya lewat grup WA – RT diumumkan tersedia 500 vaksin dari jenis Sinovac dan Astrazenega. “Saya sudah vaksinasi pertama dengan menggunakan vaksin Astra. Karena pengumuman ada vaksinasi Astrazenega makanya saya tertarik untuk ikut,” ucap Rosemeri. “Tapi saya terkejut begitu tiba di tempat vaksin, peserta vaksin berjubel tak ubahnya seperti pasar hingga membuat saya ketakutan. Harusnya panitia dapat mengatur lebih rapi dan rinci dengan tetap menerapkan prokes ketat agar tujuan kita bersama menurunkan angka Covid-19 bisa segera terwujud. Tapi ini malah sebaliknya membuat saya takut hingga sampai pulang dua kali untuk mandi dan ganti pakaian. Dan ternyata vaksin Astrazenega memang tidak tersedia,” lanjut Rosemeri.

Ditambahkannya, semoga ini menjadi kejadian pertama dan tidak akan terulang lagi pada program vaksinasi berikutnya. “Kita semua ingin Covid-19 segera bisa diakhiri karena kasihan semua orang sangat direpotkan dengan situasi sulit akibat Covid-19. Jangan sampai vaksinasi yang semestinya untuk menurunkan angka Covid-19, tapi yang terjadi malah sebaliknya. Karena pengaturan dari panitia yang kurang rapi juga kurang mengindahkan untuk menerapkan prokes ketat dan menjaga jarak justru malah memunculkan cluster baru,”tutur Rosemeri. “Harusnya vaksinasi bisa ditata lebih rapi dengan menjadual warga secara rinci dengan membagi jam kedatangan bergilir, juga vaksin-vaksin apa saja yang tersedia agar tak terjadi kerumunan massa dan kehabisan vaksin seperti hari ini. Kasihan warga sudah antusias ikut vaksin namun kecewa karena panitia kurang rapi dalam mengaturnya di lapangan,” imbuhnya.

Rosemeri juga menyoroti jam pelaksanaan vaksinasi yang molor dari jadual undangan yang diedarkan kepada warga. Udangan yang diedarkan vaksinansi akan dimulai tepat waktu pukul 07.00 WIB, tapi molor hingga baru dimulai pukul 09.30 WIB mengakibatkan warga tumplekbleg mirip pasar yang lagi penuh sesak pengunjung. Bahkan ada warga yang telah rela antre lebih awal sejak pukul 06.00 WIB. ****

Advertisement

 

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement