Connect with us

Hukum

Peserta SPPI yang Meninggal Saat Latihan Dasar Militer Bertambah Menjadi Empat Orang

Diterbitkan

pada

Calon manager kopdes meninggal dunia saat pelatihan. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Jumlah peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) yang meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bertambah menjadi empat orang. Korban terbaru adalah Muhammad Rifki Renaldi Gunawan.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Muhammad Rifki yang tengah mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan Batalyon Para Komando 465. Kemhan menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program guna meningkatkan aspek keselamatan peserta.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen Rico Sirait menjelaskan, Muhammad Rifki mulai mengalami keluhan sesak napas pada Kamis (25/6). Setelah mendapatkan penanganan awal dari tim kesehatan di lokasi pendidikan, kondisinya sempat membaik sehingga kembali mengikuti kegiatan.

Namun, pada sore harinya kondisi kesehatannya kembali menurun. Ia kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. Esnawan Antariksa untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Di rumah sakit, Muhammad Rifki memperoleh perawatan intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU). Meski tim medis telah memberikan penanganan maksimal, ia dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (26/6) pukul 00.28 WIB.

Advertisement

Kemhan menyatakan bahwa sebelum mengikuti pendidikan dasar kemiliteran, almarhum telah melalui seluruh tahapan seleksi, termasuk pemeriksaan kesehatan, dan dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti program SPPI.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Kemhan bersama Panitia Seleksi Nasional telah memberikan pendampingan kepada keluarga korban, mulai dari proses pemulangan jenazah ke daerah asal hingga pemenuhan hak-hak peserta sesuai ketentuan yang berlaku.

Menyusul bertambahnya jumlah korban, Kemhan bersama penyelenggara program melakukan evaluasi komprehensif terhadap pelaksanaan latihan dasar kemiliteran. Langkah yang akan dilakukan meliputi penguatan proses seleksi kesehatan, deteksi dini kondisi medis peserta, peningkatan pengawasan tenaga kesehatan selama pendidikan, penelusuran terhadap peserta yang memiliki keluhan serupa, hingga penyempurnaan prosedur penanganan medis di seluruh satuan pendidikan.

Dengan meninggalnya Muhammad Rifki, jumlah peserta SPPI yang wafat selama mengikuti latihan dasar kemiliteran menjadi empat orang. Tiga peserta yang sebelumnya meninggal dunia adalah Novia Rahmadhani Sihotang, Anisa Muyassaroh, dan Yonanda Muhammad Taufiq.

Kasus tersebut memicu perhatian publik terhadap pelaksanaan latihan dasar kemiliteran dalam program SPPI. Pemerintah memastikan evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh agar standar keselamatan dan pelayanan kesehatan bagi seluruh peserta dapat diperkuat sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang.***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement