Connect with us

Nasional

Menag Nasaruddin Tegaskan di Tengah Dunia yang Penuh Kebencian, Tuhan Tidak Pernah Jauh dari Manusia

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Menag Nasaruddin Tegaskan di Tengah Dunia yang Penuh Kebencian, Tuhan Tidak Pernah Jauh dari Manusia

Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar menghadiri perayaan “Aktualisasi Nilai-nilai Natal 2025” yang digelar Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ). (Kemenag)

FAKTUAL INDONESIA: Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar menegaskan, di tengah dunia yang penuh kebencian, Tuhan tidak pernah jauh dari manusia.

Hal itu ditegaskan Menag Nasaruddin dalam perayaan “Aktualisasi Nilai-nilai Natal 2025” yang digelar Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ).

Baca Juga : Terima Dubes Palestina, Menag Nasaruddin Tegaskan Dukungan Indonesia Terus Diperkuat Melalui Jalur Kemanusiaan

Acara yang mengangkat tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” dengan sub-tema “Keluarga yang Menjadi Teladan Persatuan” ini dihadiri ribuan orang mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota DPRD, direksi BUMD, hingga elemen masyarakat.

Menag Nasaruddin Umar  yang hadir bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno,  Menag Nasaruddin Umar menekankan pentingnya institusi keluarga sebagai madrasah pertama dan fondasi kehidupan berbangsa.

Seperti dilansir laman kemenag, Jumat (9/1/2026), Nasaruddin  mengajak umat untuk menjadikan Natal sebagai momen hening untuk merefleksi diri dan melihat kembali ke dalam keluarga.

Advertisement

Baca Juga : Menag Nasaruddin Tegaskan Ramadan Harus Tetap Menjadi Ruang Penguatan Spiritual Masyarakat Meskipun Sedang Menghadapi Bencana

“Di tengah dunia yang penuh kebencian, Tuhan tidak pernah jauh dari manusia. Sukacita Natal telah membuat kita lebih peka, peduli, dan berani merangkul mereka yang terpinggirkan,” tuturnya, Jumat (9/1/2026).

Nasaruddin  memaparkan capaian strategis kerukunan di Indonesia. Ia menyebut bahwa tahun 2025 mencatatkan Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) tertinggi semenjak Indonesia merdeka. Tren positif ini, menurut Menag, harus dijaga melalui program penguatan kerukunan, rumah ibadah yang ramah dan inklusif, serta pembinaan keluarga berbasis nilai agama.

Dalam pesan kebangsaannya yang mendalam, Nasaruddin menegaskan filosofi kehadiran negara dalam kehidupan beragama.

“Negara hadir bukan untuk mencampuradukkan iman, tapi menjaga ruang damai agar cinta bisa tumbuh di tengah manusia. Toleransi mengajarkan kita untuk tetap bisa hidup rukun dan damai berdampingan,” tegas Nasaruddin yang disambut tepuk tangan riuh hadirin.

Apresiasi diberikan Nasaruddin atas inisiatif kegiatan selama rangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru di Jakarta, yang dinilainya sebagai praktik nyata menuju kota global yang mendunia.

Advertisement

Baca Juga : Resmikan Peta Jalan Pendidikan Islam, Menag Nasaruddin Tegaskan Kurikulum Sangat Menentukan Karakter Generasi Masa Depan

Dia menegaskan bahwa perayaan ini adalah cerminan wajah Jakarta sebagai “miniatur Indonesia”.

Menurut Nasaruddin, di kota inilah semua identitas bertemu, perbedaan berjumpa, dan kerukunan menjadi sebuah keniscayaan sejarah.

Sementara itu Gubernur Pramono Anung dalam sambutannya mengungkapkan kebanggaannya atas suasana Natal di Jakarta yang berlangsung penuh persatuan dan gotong royong. Ia secara khusus menyoroti kesuksesan Christmas Carol Colossal dan Jakarta Light Festival yang menjadi ikon baru sukacita warga kota menyambut tahun 2026.

Pramono juga mengapresiasi dukungan penuh Kementerian Agama yang terus bergandengan tangan dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan suasana damai. “Keluarga adalah inti dari bagaimana negara dan bangsa ini dibangun. Di tengah hiruk-pikuk kota yang beragam, keluargalah yang membentuk karakter kita,” ujar Pramono.

Baca Juga : Menag Nasaruddin Tegaskan Bahasa Agama Jauh Lebih Efektif untuk Menyelamatkan Lingkungan

Malam itu juga diwarnai dengan aksi sosial konkret. Gubernur dan Menag menyerahkan Tali Kasih Natal kepada lima yayasan sosial, masing-masing senilai Rp25 juta. Kelima yayasan yang mendapatkan Tali Kasih tersebut diantaranya:

Advertisement
  1. Yayasan Rumah Piatu Muslimin, Jakarta Pusat
  2. Yayasan Tangan Pengharapan, Jakarta Utara
  3. Yayasan Stefanie Cahaya Kasih, Jakarta Barat
  4. Panti Asuhan Pondok Siboncel, Jakarta Selatan
  5. Panti Asuhan Guna Nanda, Jakarta Timur

Selain itu, dilakukan seremoni penyaluran bantuan untuk korban bencana di wilayah Sumatra yang disalurkan melalui BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta sebesar Rp318 juta rupiah.

Perayaan ini menjadi bukti nyata bahwa Jakarta terus bertransformasi menjadi rumah yang nyaman bagi semua. Sinergi antara Pemprov DKJ dan Kemenag dalam merawat kebhinekaan diharapkan terus menjadi pilar kokoh dalam menjaga persatuan di tengah dinamika masyarakat urban yang kompleks. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement