Nasional
Aktivitas Vulkanik Semeru Meningkat, Warga Diminta Perketat Kewaspadaan

Gunung Semeru kembali erupsi pada Sabtu dini hari, 10 Januari 2026. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik pada Sabtu pagi (10/1/2026). Letusan yang terjadi disertai semburan abu vulkanik setinggi ratusan meter ini mendorong otoritas kebencanaan mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada, khususnya mereka yang bermukim di kawasan rawan bencana.
Berdasarkan data Pos Pengamatan Gunung Api Semeru milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi tercatat terjadi pada pukul 07.48 WIB. Kolom letusan terpantau membumbung hingga sekitar 800 meter di atas puncak, dengan arah sebaran abu dominan ke wilayah utara dan timur laut.
Baca Juga : Dalam 1,5 Hari Gunung Semeru 10 Kali Erupsi dengan Lontaran Kolom Abu Tertinggi 2 Km
Petugas Pos Pantau Semeru, Yadi Yuliandi, menjelaskan bahwa kolom abu berwarna kelabu tampak cukup tebal dan terekam jelas pada peralatan pemantauan. Aktivitas erupsi tersebut juga tercatat di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi sekitar 100 detik.
Dalam laporan pemantauan enam jam terakhir, PVMBG mencatat intensitas kegempaan yang relatif tinggi. Tercatat sedikitnya 35 kali gempa letusan dengan amplitudo berkisar antara 11 hingga 23 milimeter dan durasi mencapai lebih dari dua menit. Selain itu, terdeteksi pula enam kejadian gempa guguran yang mengindikasikan adanya aktivitas runtuhan material vulkanik di tubuh gunung.
Baca Juga : Gunung Semeru Kembali Erupsi, Masyarakat Diminta Jauhi Lokasi Sepanjang 13 Kilometer
Meski frekuensi erupsi cukup sering, hingga kini belum dilaporkan adanya kerusakan atau dampak langsung terhadap permukiman warga di sekitar Semeru. Status aktivitas gunung tertinggi di Pulau Jawa itu masih berada pada Level III atau Siaga.
Namun demikian, PVMBG menegaskan potensi bahaya masih dapat terjadi sewaktu-waktu. Ancaman awan panas guguran serta banjir lahar, terutama saat hujan turun di kawasan puncak, tetap menjadi perhatian utama.
Baca Juga : Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Letusan Capai 1 Kilometer
Masyarakat diimbau untuk mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan. Warga diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 17 kilometer dari kawah puncak dan menghindari kawasan sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru.
“Khususnya di sepanjang Besuk Kobokan, masyarakat diminta menjaga jarak minimal 500 meter dari tepi sungai karena masih berpotensi terlanda perluasan awan panas guguran,” ujar Yadi.
PVMBG bersama pemerintah daerah terus melakukan pemantauan intensif dan meminta masyarakat tetap tenang, tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta segera mengikuti arahan petugas jika terjadi peningkatan aktivitas lebih lanjut.***














