Connect with us

Lifestyle

Puasa, Tapi Kok Berat Badan Malah Naik?

Diterbitkan

pada

Bulan puasa disarankan banyak makan buah-buahan.(ist)

FAKTUAL-INDONESIA : Pada umumnya bulan puasa, membuat berat badan seseorang turun. Tapi banyak kasus juga yang justru malah menambah berat badan, padahal sudah berpuasa sebulan penuh. Apa yang salah?

Memang pada umumnya setiap orang berpuasa akan mengalami penurunan berat badan. Namun hanya sekitar 1-2 kilogram saja. Tapi kalau ada yang mengalami kenaikan berat badan drastis pada saat puasa, tentu ada yang salah dengan pola makan Anda.

Renata, seorang mahasiswi salah satu contohnya, dia mengaku setiap bulan puasa selalu mengalami penurunan berat badan sekitar 1-2 kilogram. “Tapi setelah tidak puasa lagi, berat badan normal ke berat semula. Bulan puasa tidak bisa untuk diet,” kata dia.

Seperti dikutip dari Pop Sugar,  banyak orang menemukan manfaat dari puasa, termasuk mencegah penyakit, perbaikan pencernaan, mengurangi kembung hingga menurunkan berat badan.

Namun, untuk menurunkan berat badan tidak terlalu diyakini oleh para ahli. Bulan puasa bukan cara yang tepat untuk melakukan diet.

Advertisement

Tapi kalau berat badan Anda naik setelah berpuasa, coba cek apa saja yang Anda makan selama berpuasa.

Makan makanan manis dan karbohidrat olahan, seperti pasta, roti, pemanis, dan makanan penutup berlebihan dapat meningkatkan kadar insulin.

Jason Fung penulis The Complete Guide to Fasting mengatakan ketika kadar insulin tinggi, itu mengisyaratkan tubuh untuk menyimpan lemak, yang dapat menyebabkan berat badan naik.

Makan makanan terlalu banyak gula juga bisa mendorong Anda makan lebih banyak secara umum, jelas Susan Peirce Thompson, profesor psikologi dalam ilmu otak dan kognitif.

Saat banyak makan gula dan meningkatkan kadar insulin, itu bisa memblokir leptin, yaitu hormon yang memberi sinyal ke tubuh bahwa sudah kenyang.

Advertisement

Jika otak tidak mendapatkan pesan bahwa kita sudah cukup makan, itu akan memberi sinyal ke tubuh untuk terus makan. Makan makanan manis juga membuat Anda menginginkannya lebih.

Itu karena gula membebani reseptor dopamin, menyebabkan hasrat yang kuat dan tak terpuaskan.

Karenanya, saat berpuasa disarankan jangan banyak makan makanan yang terlalu manis.

Untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat saat puasa, disarankan para ahli untuk makan makanan sumber karbohidrat kompleks, seperti biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran, dan buah-buahan.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa puasa dapat bermanfaat untuk menurunkan berat badan, tetapi bisa juga sebaliknya.

Advertisement

Whitney English Tabaie, ahli gizi terdaftar dan bersertifikat NASM mengatakan bahwa jika Anda makan berlebihan selama buka puasa justru dapat membuat berat badan naik.

Puasa dapat menurunkan berat badan karena waktu makan dan kecenderungan jumlah asupan kalori yang dimakan berkurang.

Namun jika jumlah asupan kalori sehari saat buka puasa sama besarnya atau bahkan lebih besar dari hari biasa, maka yang terjadi adalah berat badan naik.

Tabaie meyakini puasa untuk menurunkan berat badan tidak berlaku untuk semua orang, karena adanya kebiasaan melampiaskan rasa lapar saat waktu berbuka tiba.

Ia menyebutnya sebagai “pesta makan berlebihan”, yang efeknya kontraproduktif dengan upaya penurunan berat badan.

Advertisement

Saat sahur dan buka puasa penting untuk memenuhi asupan protein untuk dapat mencegah rasa lapar.

Tidak Makan Berlebihan

Ahli diet terdaftar Leslie Langevin mengatakan bahwa jika asupan makan saat jeda puasa tidak terpenuhi dapat mendorong melakukan makan berlebihan di saat berbuka.

Jika itu berlangsung menjadi sebuah siklus sepanjang periode puasa Ramadan, maka dapat menyebabkan berat badan naik.

Prinsipnya, saat makan sahur adalah pilih makanan yang dicerna tubuh dalam waktu lama (lambat) atau tidak cepat diubah menjadi glukosa darah, yaitu karbohidrat kompleks.

Advertisement

Karbohidrat kompleks, contohnya:

• Biji-bijian utuh

• Buah kaya serat

• Sayuran kaya serat

• Kacang polong

Advertisement

Sementara, sebanyak 60% kebutuhan energi tubuh ahrus dipenuhi dari makanan saat buka puasa.

Saat buka puasa Anda perlu mengkonsumsi karbohidrat sederhana yang mengandung nutrisi, seperti kurma.

Karbohidrat sederhana ada baiknya untuk dikonsumsi karena tubuh butuh makanan ringan yang mudah diserap, sehingga tidak membebani dan mengejutkan sistem pencernaan setelah seharian puasa.

Makanan berat disarankan dikonsumsi setelah salat maghrib, seperti makanan mengandung karbohidrat kompleks atau makan nasi beserta lauk-pauknya. Hindari banyak makan gorengan karena dapat memicu kenaikan berat badan.

Jangan lupa banyak minum air putih dan banyak makan sayuran agar menghindari sembelit. Susah buang air besar bisa menimbulkan penumpukkan lemak dan membuat mudah gemuk.***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement