Connect with us

Lifestyle

6 Penyebab Gusi Bengkak yang Mungkin Anda Sepelekan

Diterbitkan

pada

penyebab gusi bengkak

foto ilustrasi: istimewa

FAKTUAL-INDONESIA: Selain gigi berlubang, gusi bengkak menjadi salah satu masalah yang sering dialami. Gusi bengkak tidak hanya terjadi pada orang dewasa, namun juga pada anak-anak dan remaja. Untuk itu, anda perlu mengetahui penyebab gusi bengkak.

Ditandai dengan gusi terasa sakit hingga mengganggu cara kita mengonsumsi makanan. Banyak orang membiarkannya hingga menjadi komplikasi serta mengganggu fungsional mulut. Gusi yang bengkak cenderung menjadi tanda masalah seperti penyakit gusi atau infeksi.

Berikut beberapa penyebab gusi bengkak yang sudah faktualid.com rangkum dari berbagai sumber.

1. Radang Gusi

Penyebab gusi bengkak yang pertama adalah radang gusi. Dalam Centers for Disease Control and Prevention, radang gusi merupakan penyakit gusi yang menyebabkan gusi bengkak serta peradangan.

Hal ini adalah salah satu kondisi paling umum yang menyebabkan gusi bengkak. Seseorang mungkin tidak tahu bahwa mereka menderita radang gusi karena nyeri yang ditimbulkan cukup ringan.

Advertisement

Tanda pengobatan, radang gusi dapat berkembang menjadi infeksi serius pada gusi, yang disebut dengan penyakit periodontal.

Beberapa gejala lain yang harus diwaspadai yang mungkin mengindikasi penyakit periodontal meliputi:

  • Rasa tidak enak di mulut.
  • Gigi goyang atau gigi copot
  • Nyeri saat mengunyah
  • Gigi sensitif

2. Sariawan

Penyebab gusi bengkak yang kedua adalah sariawan. Dilansir dari Mayo Clinic, luka yang terasa nyeri ini dapat berkembang di mana saja di dalam mulut, termasuk di gusi, dan sering kali memiliki bagian tengah berwarna keputihan dengan pinggiran merah.

Sariawan timul satu per satu, membuat gusi terasa sakit dan gusi bengkak. Sariawan dapat muncul kembali dari waktu ke waktu dan tidak menular.

Orang yang memiliki penyakit autoimun tertentu mungkin juga lebih mudah mengalami masalah gusi yang disebabkan oleh sariawan.

Baca juga: 7 Buah Untuk Mengatasi Sariawan, Tidak bikin Perih

3. Kebiasaan Merokok

Penyebab gusi bengkak yang ketiga adalah kebiasaan merokok. Kebiasaan buruk merokok dan produk tembakau lainnya bisa memicu kerusakan gigi dan gusi. Orang yang merokok jauh lebih tinggi terkena penyakt gusi.

Advertisement

Hal ini dapat menyebabkan penyakit gusi dengan memengaruhi perlekatan tulang dan jaringan lunak ke gigi. Selain itu, merokok juga mengganggu fungsi normal sel jaringan gusi. Gejala yang dirasakan juga seperti gusi sensitif, gusi berdarah dan juga gusi bengkak.

4. Infeksi Jamur

Penyebab gusi bengkak yang keempat adalah infeksi jamur. Infeksi dapat terjadi di mulut dan menyebabkan masalah seperti pembengkakkan pada gusi. Misalnya, infeksi kronis seperti herpes dapat menyebabkan komplikasi yang menyebabkan gusi bengkak.

Selain itu, infeksi jamur di mulut dapat menyebabkan gejala termasuk pembengkakkan. Komplikasi dari gigi yang terinfeksi seperti abses, juga dapat menyebabkan pembengkakkan, terutama di salah satu area gusi.

Baca juga: 8 Cara Mengatasi Gusi Bengkak Secara Alami

5. Gejala PMS

Penyebab gusi bengkak yang kelima adalah gejala pms. Dalam Claveland Clinic menyebutkan, beberapa wanita mengalami masalah gusi selama masa pubertas, menstruasi, kehamilan. dan menopause.

Peningkatan hormon selama masa pubertas dapat meningkatkan aliran darah ke gusi, membuatnya menjadi merah, bengkak dan sensitif. Untuk wanita yang sedang mengalami gejala PMS, gusi menjadi merah, bengkak dan berisiko mengeluarkan darah sebelum periode menstruasi.

Advertisement

6. Kehamilan

Penyebab gusi bengkak yang terakhir adalah kehamilan. Dilansir dari National Health Service, beberapa wanita hamil mengalami gusi bengkak, nyeri, serta gusi berdarah. Gusi berdarah disebabkan oleh penumpukan plak pada gigi.

Perubahan hormon selama kehamilan dapat membuat gusi lebih rentan terhadap plak, yang menyebabkan peradangan dan pendarahan.

Meskipun begitu, anda tidak boleh asal dalam menggunakan obat pereda nyeri. Sebaiknya anda konsultasikan ke dokter kandungan terlebih dahulu ya.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement