Connect with us

Lifestyle

Kamu Pengguna Softlens? Ketahui Beberapa Hal Terkait Softlens

Diterbitkan

pada

softlens

foto ilustrasi: istimewa

FAKTUALid – Kamu tentunya sudah tidak asing lagi dengan lensa kontak atau softlens. Untuk beberapa orang dengan masalah penglihatan, softlens menjadi pilihan yang lebih praktis sebagai pengganti kacamata untuk mendukung kegiatan sehari-hari.

Saat ini sudah banyak lensa kontak yang tersedia di pasaran dengan jenis dan jangka waktu pemakaian yang bervariasi. Mengetahui hal-hal tentang softlens sangatlah penting agar kesehatan mata anda tetap terjaga.

Berikut beberapa hal tentang softlens atau lensa kontak yang sudah faktualid.com rangkum dari berbagai sumber

1. Jenis Softlens dan Kegunaannya

Softlens atau lensa kontak merupakan lapisan tipis berbentuk kepingan yang dipasang di mata untuk memperbaiki kualitas penglihatan. Sama seperti kacamata, softlens dapat mengatasi refraksi mata atau gangguan penglihatan yang meliputi mata minus, plus hingga silinder.

Agar kamu tidak salah pilih, kamu bisa mengetahui beberapa tips dalam menentukan softlens sesuai kebutuhan anda.

Advertisement

Baca juga: Sering diabaikan, 12 Tips Menjaga Kesehatan Mata Saat WFH

Lensa Kontak Soft
Salah satu jenis lensa kontak yang banyak menjadi pilihan orang-orang adalah lensa kontak soft atau yang lebih sering dikenal dengan softlens. Softlens terbuat dari plastik atau silicon hydrogel yang dikombinasikan dengan air. Kadar air dalam softlens inilah yang membantu oksigen melewati lensa menuju kornea.

Maka dari itu, banyak orang lebih menyukai softlens karena lebih nyaman saat digunakan, mengurangi risiko mata kering, dan juga menjaga kornea mata agar tetap sehat.

Softlens sendiri terdiri dari beberapa jenis, yaitu:

  • Lensa torik, biasa digunakan untuk mengatasi mata silinder
  • Lensa harian, biasa digunakan dalam jangka waktu pemakaian tertentu, misalnya 1 hari, 2 minggu, hingga 1 bulan
  • Lensa berwarna, yang tersedia dalam berbagai pilihan warna

Lensa Rigid Gas Permeable (RPG)
Sesuai dengan namanya, lensa jenis ini jauh lebih kaku (rigid) jika dibandingkan dengan softlens. Lensa RGP biasanya terbuat dari plastik dan digabung dengan bahan-bahan lainnya. Bentuk dari lensa ini memang cenderung kaku, namun lensa ini masih bisa membiarkan oksigen masuk ke mata kamu.

Lensa RGB biasanya digunakan untuk mengatasi masalah mata tertentu, seperti masa silinder dan keratokonus (perubahan bentuk korne mata). Orang-orang yang mengalami alergi lensa kontak juga lebih cocok menggunakan lensa jenis RGP ini.

Advertisement

Lensa Kontak Sklera
Seperti namanya, lensa jenis ini menutupi hampir seluruh permukaan mata hingga ke bagian yang berwarna putih (sklera). Berbeda dengan lensa kontak yang lainnya, lensa sklera ini memiliki ukuran yang lebih lebar.

Lensa sklera biasanya digunakan dalam kondisi tertentu, seperti penderita keratokonus atau sindrom mata kering. Jika kamu baru pertama kali menggunakan lensa kontak ini dan bingung memilh yang mana yang cocok untuk mata kamu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu ke dokter.

Lensa Kontak Bifokal
Lensa kontak bifokal ini dikhususkan untuk kamu yang mengalami masalah penglihatan rabun jauh dan dekat. Kondisi ini biasa disebut dengan presbiopi dan biasa ditemukan pada orang yang sudah berusia 40 tahun keatas.

Lensa bifokal memiliki kemampuan khusus memfokuskan bayangan dekat dan jauh dalam satu lensa. Lensa bifokal ini tersedia dalam bentuk softlens maupun RGP.

Baca juga: 7 Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan, Ternyata bisa Cegah Risiko Jantung

Advertisement

2. Perhatikan Tanggal Kadaluwarsa Softlens

Softlens yang sudah melebihi tanggal kadaluwarsa sudah tidak boleh untuk digunakan lagi. Tujuannya agar jumlah kotoran yang menumpuk pada lensa kontak kamu tidak terlalu banyak dan kesehatan mata tetap terjaga.

Meski begitu, terlepas dari batasan waktu maksimal pemakaiannya, kamu tetap harus memperhatikan gejala saat menggunakan lensa kontak. Jika kamu merasa ada yang mengganjal saat menggunakan lensa kontak seperti penglihatan buram, mata perih, sebaiknya segera mengganti dengan lensa kontak yang baru.

Beberapa gangguan yang timbul akibat menggunakan lensa kontak yang sudah kadaluwarsa atau bermasalah adalah:

  •  Penglihatan kabur
  •  Infeksi mata
  •  Mata merah dan iritasi akibat softlens

Dibandingkan dengan kacamata, perawatan lensa kontak membutuhkan perhatian lebih. Kamu perlu membersihkannya secara teratur dan menyimpannya dengan benar.

3. Hal yang harus dilakukan jika softlens tersangkut

Hal yang bisa menyebabkan softlens susah dilepas diantaranya yaitu kamu tidak sengaja tertidur saat masih menggukana softlens serta waktu pemakaian yang terlalu lama sehingga silikon mengering. Bahkan, menggunakan lensa kontak yang ukurannya tidak sesuai juga bisa membuatnya tersangkut dan susah dikeluarkan.

Cara berikut bisa membantu anda untuk mengeluarkan lensa kontak yang tersangkut.

Advertisement

Mengangkat lensa kontak dengan lembut

  • Untuk mengangkat lensa kontak yang tersangkut, mencuci tangan sebelumnya menjadi salah satu hal yang penting, karena kamu akan lama menyentuh mata. Makin lama jari kamu menyentuh mata, makin besar kemungkinan kamu menyebarkan kuman.
  •  Setelah cuci tangan, jangan mengeringkan telapak atau ujung jari pada tangan yang akan menyentuh mata.

Tetap tenang

  • Mengeluarkan lensa kontak yang tersangkut di mata bukanlah risiko kesehatan yang serius, kecuali kamu sengaja membiarkan lensa kontak dalam waktu yang lama. Lensa kontak yang tersangkut memang akan menyebabkan iritasi, tapi tidak akan merusak mata.
  •  Jika kamu beberapa kali gagal mengeluarkan lensa kontak, berhentilah sebentar, duduk dan santailah sejenak.

Pastikan Posisi Lensa

  • Jika lensa bergeser ke pojok mata, kamu dapat melihatnya sambil bercermin
  •  Coba lihat ke arah yang berlawanan dengan posisi lensa
  •  Letakkan jari diatas kelopak mata lalu tarik dan tahan agar kelopak mata terbuka

Basahi Lensa Kontak

  • Jika lensa kontak tersangkut dibawah kelopak atau di pojok mata, tambahan kelembapan dapat membuatnya mengapung kembali ke posisi yang benar, sehingga lebih mudah diangkat.
  •  Sering kali, membasahi lensa akan membuatnya terangkat secara konvensional

Pijat Kelopak Mata

  • Jika posisi lensa melenceng, cobalah mendorongnya melewati kornea
  •  Jika lensa tersangkut dibawah kelopak, ada baiknya bola mata digerakkan melihat ke bawah sambil jemari memijat kelopak.***

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement