Connect with us

Kesra

Serap Aspirasi Mahasiswa BEM Unpad, Mendiktisaintek Brian: Tidak Boleh Ada Mahasiswa Berhenti karena Permasalahan Ekonomi

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto melakukan audiensi bersama perwakilan BEM Universitas Padjadjaran (Unpad).

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto melakukan audiensi bersama perwakilan BEM Universitas Padjadjaran (Unpad). (Foto: kemendiktisiantek)

FAKTUAL INDONESIA: Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto mengemukakan, dukungan pemerintah kepada perguruan tinggi diarahkan sebagai stimulus, agar kampus mampu mengembangkan riset yang menghasilkan nilai ekonomi. Menurut Mendiktisaintek Brian, model tersebut dapat mendorong perguruan tinggi untuk mengembangkan hasil penelitian menjadi produk, teknologi, maupun usaha yang dapat memberikan pemasukan bagi institusi.

Di tengah dorongan terhadap kemandirian pendanaan perguruan tinggi, Menteri Brian juga menegaskan bahwa pengembangan sumber pendapatan kampus tidak boleh menghilangkan akses mahasiswa terhadap pendidikan.

“Yang tidak boleh terjadi sebenarnya adalah kemudian kampus tidak menerima mahasiswa karena permasalahan ekonomi. Karena saya selalu bilang, semua kampus tidak boleh ada mahasiswa yang berhenti hanya karena permasalahan ekonomi,” kata  Brian saat melakukan audiensi bersama perwakilan BEM Universitas Padjadjaran (Unpad), Sabtu (15/8/2026).

Pertemuan itu dilakukan untuk mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi, masukan, dan persoalan yang dihadapi mahasiswa dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Dalam audiensi tersebut, perwakilan mahasiswa menyampaikan pandangan mengenai pentingnya desain pendanaan pendidikan tinggi yang lebih berkeadilan. Mahasiswa mendorong agar berbagai sumber pendapatan perguruan tinggi, termasuk unit usaha, kerja sama industri, pengelolaan aset, serta hasil riset dan inovasi, dapat dioptimalkan untuk mendukung keberlanjutan institusi sekaligus memperkuat akses pendidikan.

Advertisement

Menanggapi aspirasi tersebut, Brian menjelaskan bahwa penguatan pendanaan perguruan tinggi perlu dilakukan melalui berbagai sumber, tidak hanya mengandalkan anggaran negara maupun biaya pendidikan mahasiswa. Perguruan tinggi didorong untuk mengoptimalkan aset yang dimiliki serta mengembangkan sumber pendapatan baru berbasis sains, teknologi, riset, dan inovasi.

“Kita juga ingin menstimulasi kampus itu mendapatkan pemasukan dari sains dan teknologi. Riset dan teknologi itu semakin maju kampus, pendapatannya semakin besar,” jelasnya.

Brian menambahkan bahwa perguruan tinggi yang semakin maju, perlu memiliki kemampuan untuk mengembangkan hasil riset menjadi sumber pendapatan. Dengan demikian, riset tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi perguruan tinggi.

Dalam audiensi juga dibahas mekanisme perbaikan data sosial ekonomi mahasiswa. Mahasiswa yang mengalami ketidaksesuaian data desil, dapat memanfaatkan kanal pengaduan dan perbaikan data yang tersedia melalui BPS.

Brian menegaskan bahwa penguatan pendanaan perguruan tinggi dan pengembangan sumber pendapatan baru perlu berjalan bersama dengan perlindungan terhadap mahasiswa yang membutuhkan dukungan pembiayaan.

Advertisement

Audiensi bersama BEM Universitas dan Fakultas Unpad menjadi bagian dari upaya Kemdiktisaintek mendengarkan persoalan pendidikan tinggi secara langsung dari mahasiswa. Brian menyampaikan bahwa masukan dari mahasiswa dapat menjadi bagian dari proses evaluasi dan penyempurnaan kebijakan.

Seperti dilansir laman Kemendiktisiantek, Melalui dialog tersebut, Kemdiktisaintek terus mendorong terbangunnya ekosistem pendidikan tinggi yang tidak hanya kuat dari sisi pembelajaran dan riset, tetapi juga memiliki sumber pendanaan yang berkelanjutan, mampu menghasilkan inovasi, serta tetap memastikan seluruh mahasiswa memiliki kesempatan yang setara untuk menyelesaikan pendidikan tinggi.

Ajak Tingkatkan Kompetensi

Sebelumnya, Mendiktisaintek Brian Yuliarto mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan pendidikan tinggi, sebagai ruang membangun kompetensi dan karakter, sebagai bekal berkontribusi bagi pembangunan Indonesia. Hal tersebut disampaikan kepada mahasiswa baru Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) dan Fakultas Kedokteran (FK), pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Padjadjaran (Unpad), Jumat (15/8/2026).

Dalam kunjungannya ke Fikom Unpad, Brian menekankan bahwa kesempatan menempuh pendidikan tinggi, merupakan kesempatan yang tidak mudah didapat. Karena itu, mahasiswa perlu memanfaatkan masa kuliah untuk mengembangkan kompetensi akademik maupun nonakademik, membangun jejaring, serta belajar menghadapi berbagai tantangan dan perbedaan latar belakang.

Advertisement

Brian juga mengingatkan mahasiswa untuk tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi aktif mengikuti berbagai kegiatan kemahasiswaan. Pengalaman berorganisasi dan berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai daerah dinilai penting untuk mengembangkan soft skill, kemampuan bekerja sama, kepemimpinan, hingga kemampuan menghadapi persoalan di luar lingkungan kampus.

“Empat tahun kuliah di Unpad, harus benar-benar bisa mengubah adik-adik sekalian untuk nantinya siap menjadi pelopor-pelopor pembangunan di Indonesia. Banyak teman dari banyak daerah, banyak perbedaan, itu adalah anugerah yang harus dimanfaatkan untuk belajar dan membangun kemampuan diri,” ujar Brian.

Setelah menyapa mahasiswa Fikom, Brian melanjutkan kunjungan ke FK Unpad. Dalam kesempatan tersebut, Brian menyoroti pentingnya penguatan pendidikan dan riset kedokteran, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta layanan kesehatan nasional.

Penguatan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan peningkatan jumlah dan ketersediaan dokter, termasuk dokter spesialis, sebagai salah satu perhatian dalam pembangunan sektor kesehatan nasional. Pemerintah telah membuka fakultas kedokteran serta program studi spesialis dan subspesialis baru untuk memperluas kapasitas pendidikan tenaga medis.

Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan talenta kesehatan sekaligus memperkuat riset dan inovasi di bidang kedokteran. Brian mendorong mahasiswa FK Unpad untuk memanfaatkan ekosistem riset yang telah berkembang di kampus, termasuk dengan terlibat dalam penelitian yang dilakukan dosen.

Advertisement

Brian menekankan bahwa perkembangan riset kedokteran semakin membutuhkan kolaborasi lintas disiplin. Pengembangan teknologi kesehatan tidak dapat dilepaskan dari kontribusi berbagai bidang ilmu.

“Riset itu multidisiplin, tidak bisa dipisah-pisahkan. Kalau kita bicara tentang genomik, misalnya, itu tidak hanya bicara tentang kedokteran, tetapi juga ada aspek teknologi, komputasi, dan bidang-bidang lainnya. Jadi, kita memang harus mendorong kolaborasi antardisiplin supaya riset yang kita lakukan bisa menjawab persoalan kesehatan secara lebih komprehensif,” tegasnya.

Lebih lanjut, Brian mendorong agar penguatan pendidikan dan riset kedokteran turut diarahkan untuk membangun ekosistem kesehatan yang mampu bersaing secara global. Indonesia memiliki jumlah penduduk yang besar dan potensi talenta yang kuat, sehingga perlu membangun layanan kesehatan berkualitas yang dapat menjadi pilihan masyarakat, serta mengurangi kebutuhan masyarakat untuk berobat ke luar negeri.

Selain penguatan riset, pendidikan tinggi juga perlu memastikan kurikulum terus relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan dunia kerja. Di bidang kedokteran, evaluasi kurikulum dilakukan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk dosen, lulusan, pengguna lulusan, serta rumah sakit, sekaligus memperhatikan perkembangan pendidikan kedokteran di tingkat internasional.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus mendorong perguruan tinggi untuk mempersiapkan mahasiswa agar dapat berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan nasional di masa depan, serta mendorong mahasiswa agar dapat memanfaatkan kesempatan pendidikan tinggi secara optimal. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement