Connect with us

Internasional

Menhan AS Hegseth Desak Negara-negara Asia Tenggara Tegas Hadapi Ancaman Tiongkok di Laut China Selatan.

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Menhan AS Hegseth Desak Negara-negara Asia Tenggara Tegas Hadapi Ancaman Tiongkok di Laut China Selatan.

Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth menawarkan kepada negera-negara Asia Tenggara pembentukan kekuatan marimtim bersama untuk menghadapi agresi Tiongkok di Laut China Selatan

FAKTUAL INDONESIA: Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth pada hari Sabtu (1/11/2025), mendesak negara-negara Asia Tenggara untuk bersikap tegas terhadap tindakan Tiongkok yang semakin mendestabilisasi di Laut Cina Selatan.

Ia meminta negara-negara tersebut untuk memperkuat kekuatan maritim mereka guna melawan ancaman dan juga memastikan untuk berbagi perangkat dengan “sekutu dan mitra”.

Baca Juga : Menteri Pertahanan Pete Hegseth Tegaskan Amerika akan Rebut Kembali Terusan Panama dari China

Kepala Pentagon tersebut berbicara dalam sebuah pertemuan di Malaysia dengan rekan-rekannya dari Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara. Ia mengutip insiden-insiden seperti penabrakan kapal dan penggunaan meriam air, serta menyampaikan kekhawatiran AS atas agresi Tiongkok di perairan yang disengketakan.

“Anda mengalaminya melalui ancaman yang kita semua hadapi dari agresi dan tindakan Tiongkok di Laut Cina Selatan dan di tempat lain,” kata Hegseth seperti dikutip Reuters.

“Kita perlu mengembangkan kemampuan bersama untuk merespons, termasuk kemampuan memantau perilaku maritim dan mengembangkan perangkat yang memungkinkan kita merespons dengan cepat… memastikan bahwa siapa pun yang menjadi sasaran agresi dan provokasi, oleh karena itu, secara definisi, tidak sendirian.”

Advertisement

Baca Juga : Menhan Sjafrie Komunikasi dengan Pete Hegseth, Amerika Ikut Latihan Bersama MNEK Guna Tingkatkan Kesiapan Tempur

“Tak ada yang mampu berinovasi dan berkembang seperti Amerika Serikat, dan kami ingin berbagi kemampuan tersebut dengan sekutu dan mitra,” tambah Hegseth.

Ia mengusulkan pengembangan “kesadaran domain maritim bersama” yang akan memperingatkan semua anggota jika satu negara terancam. “Hal itu sangat penting untuk memastikan bahwa siapa pun yang menjadi sasaran agresi dan provokasi… tidak sendirian,” ujarnya.

Hegseth juga menyambut baik rencana latihan maritim ASEAN-AS pada bulan Desember yang menurutnya akan meningkatkan interoperabilitas dan memperkuat kebebasan navigasi dan hak kedaulatan semua negara. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement