Hiburan
Permintaan Lampion Raksasa Meningkat Jelang Imlek 2026, Bengkel Dekorasi di Tangerang Kebanjiran Order

Ilustrasi lampion raksasa yang biasa ramai dipesan jelang Imlek. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026, aktivitas produksi di bengkel dekorasi Tengu Decoration, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, mengalami lonjakan signifikan. Bengkel yang telah beroperasi sejak 2010 itu dipadati pesanan lampion berukuran besar untuk menghiasi berbagai kawasan strategis di wilayah Jabodetabek.
Sejak awal Januari, suasana bengkel tampak lebih sibuk dibanding hari biasa. Para pekerja terlihat mengerjakan rangka besi, melakukan pengelasan, pengecatan, hingga pemasangan sistem pencahayaan. Warna merah mendominasi hampir seluruh sudut bengkel, mencerminkan nuansa khas Imlek yang identik dengan harapan dan keberuntungan.
Baca Juga : Hadiri Perayaan Imlek di TMII, Wapres Gibran Puji Masyarakat Jaga Keamanan dan Toleransi
Perajin Tengu Decoration, Sutrisno, seperti dikutip beritasatu.com, mengatakan peningkatan permintaan sudah menjadi pola tahunan menjelang Imlek. Namun, pada 2026, pesanan cenderung lebih spesifik karena menyesuaikan dengan shio yang dirayakan.
“Setiap Imlek, desain selalu mengikuti shio. Tahun ini shio kuda, jadi banyak klien meminta ornamen kuda, baik dalam bentuk lampion dua dimensi maupun tiga dimensi,” ujar Sutrisno, Minggu (1/2/2026).
Lampion yang diproduksi Tengu Decoration dirancang untuk berbagai kebutuhan, mulai dari dekorasi ruang terbuka hingga interior gedung. Ukurannya bervariasi, dari beberapa meter hingga belasan meter, dengan motif yang disesuaikan permintaan klien.
Selain ornamen kuda, bengkel tersebut juga memproduksi lentera dengan motif tradisional Tionghoa dan bentuk artistik modern.
Baca Juga : Puncak Arus Balik Libur Panjang Imlek dan Isra Mi’raj Terjadi pada 29 Januari 2025
Pesanan datang dari berbagai pihak, terutama perusahaan swasta dan pengelola kawasan komersial. Beberapa lokasi pemasangan dekorasi antara lain kawasan SCBD, Bundaran HI, serta sejumlah pusat perbelanjaan dan area perkantoran di Jakarta dan sekitarnya.
Proses pembuatan satu unit lampion membutuhkan waktu yang berbeda-beda. Menurut Sutrisno, pengerjaan bisa memakan waktu dua pekan hingga satu bulan, tergantung tingkat kerumitan desain dan ukuran ornamen.
Tahapan produksi dimulai dari perancangan visual, pembuatan rangka besi, instalasi lampu, hingga pelapisan kain bergambar agar menghasilkan efek visual maksimal saat malam hari.
“Tingkat kesulitan tiap desain berbeda. Kalau tiga dimensi, detailnya lebih banyak dan butuh waktu lebih lama,” jelasnya.
Baca Juga : Atraksi Barongsai di Candi Borobudur Meriahkan Tahun Baru Imlek
Pemilik Tengu Decoration, Benny Laksono, menyebut lonjakan pesanan menjelang hari besar seperti Imlek kerap membuat pihaknya menambah tenaga kerja sementara. Hal itu dilakukan agar seluruh pesanan dapat selesai sesuai jadwal pemasangan.
“Permintaan klien sangat beragam, sementara tenggat waktu terbatas. Kami harus membagi tim supaya pekerjaan bisa berjalan paralel,” kata Benny.
Ia menambahkan, harga paket dekorasi bervariasi, mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 200 juta, tergantung skala dan tingkat kesulitan. Biaya tersebut sudah mencakup produksi, pemasangan, perawatan selama masa perayaan, hingga pembongkaran dekorasi.
Selama lebih dari satu dekade beroperasi, Tengu Decoration juga telah mengerjakan proyek dekorasi di luar Pulau Jawa, termasuk Papua. Benny berharap meningkatnya permintaan dekorasi Imlek tahun ini dapat terus mendorong pertumbuhan usaha kreatif lokal sekaligus menyerap lebih banyak tenaga kerja musiman.***














