Connect with us

Ekonomi

UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan Gampang, Ganjar: Ojo Wedi Bayar Pajak

Avatar

Diterbitkan

pada

 

Foto: Istimewa

FAKTUAL-INDONESIA: Masyarakat terutama pengusaha, diminta tidak takut membayar pajak. Apalagi, saat ini sedang ada Program Pengungkapan Sukarela (PPS) dalam rangka reformasi perpajakan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).

“UU ini nggak susah. Gampang tinggal dilakukan. Maka jangan takut,” tegas Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dalam Sosialisasi Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan di Semarang, Kamis (10/3/2022).

Ia sempat berkelakar kepada para wajib pajak yang hadir. Setelah mendengar mereka ternyata banyak yang takut bertemu dengan Menkeu Sri Mulyani.

“Saya mau tanya, kalau dengar pajak dan mbayar itu seneng apa senep? Seneng? Lho itu lah cinta NKRI,” tutur Ganjar disambut riuh peserta yang hadir, termasuk Menkeu Sri Mulyani.

Advertisement

Ganjar mengatakan, sosialisasi UU HPP menjadi penting karena masyarakat mesti tahu bahwa pemerintah juga memberikan insentif perpajakan. Yakni PPS atau Tax Amnesty jilid dua.

“Kalau dulu ada tax amnesty. Sekarang ini (PPS). Eh, kamu yang ketinggalan yang mana segara kamu catatkan. Sehingga membangun kesadaran untuk membayar pajak ini jadi sangat penting,” ujarnya.

Gubernur juga meyakinkan masyarakat untuk bisa mengakses langsung ke kantor pajak jika tidak paham. Menurutnya, kantor pajak saat ini pelayanannya sangat baik.

“Sehingga kita harapkan nanti bayar pajak optimal, kemudian pembangunannya cepat, bisa dicover dari APBN pendapatan pajak,” katanya.

Apalagi dalam paparan Menkeu Sri Mulyani, diungkapkan bahwa di tengah pandemi yang membuat perekonomian sulit, ternyata pendapatan pajak justru naik 100%.

Advertisement

“Sehingga kita harapkan masyarakat, kalau saya sering mendengarkan mereka, ojo wedi soal ini. Tanya saja secara terbuka. Itu sebenarnya beberapa terobosan yang hari ini penting dan masyarakat harus tahu,” tandas Ganjar.

Dirjen Pajak Suryo Utomo mengatakan, hingga Kamis (10/3/2022) siang, tercatat lebih dari 20 ribu wajib pajak yang ikut serta pada Program Pengungkapan Sukarela dengan nilai hampir Rp3 triliun.

Suryo juga berterimakasih kepada Ganjar, yang telah melakukan pelaporan pajak. Suryo berharap dengan contoh dari pimpinan, akan diikuti oleh seluruh komponen di bawahnya.

“Harapannya dengan testimoni yang dilakukan para pimpinan, SPT disampaikan pembayaran ditunaikan dan ini betul-betul menjadi tulang punggung dan saka gurunya pembiayaan pembangunan berkelanjutan. Selain itu, harapannya UU ini dapat terimplementasikan dan termanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement