Ekonomi
Pertamina Bukukan Laba Bersih Rp55,2 Triliun pada 2025

Pertamina capai laba bersih di 2025 sebesar Rp 55,2 triliun. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : PT Pertamina (Persero) mencatat kinerja positif sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar US$3,35 miliar atau sekitar Rp55,2 triliun. Capaian tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di Jakarta pada 23 Juni 2026.
Selain mencetak laba, perusahaan energi pelat merah itu juga membukukan pendapatan sebesar US$70,89 miliar atau setara Rp1.167,99 triliun. Sementara itu, EBITDA tercatat mencapai US$11,43 miliar atau sekitar Rp188,33 triliun.
Pertamina juga memberikan kontribusi signifikan kepada negara melalui pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan dividen dengan total mencapai Rp360,76 triliun sepanjang 2025.
Dalam siaran persnya pada Rabu (24/6/2026), Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, mengatakan capaian tersebut mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus memperkuat transformasi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.
“Secara keseluruhan, capaian tahun buku 2025 menunjukkan bahwa Pertamina tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendorong transisi menuju energi yang lebih rendah karbon, meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional, serta menjaga fundamental keuangan yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Simon dalam keterangan tertulisnya.
Di bidang investasi, Pertamina merealisasikan investasi domestik sekitar US$5,9 miliar atau setara Rp97,2 triliun. Selain itu, perusahaan mencatat penyerapan belanja produk dalam negeri (PDN) sebesar Rp531,5 triliun yang dinilai memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Pada sektor hulu, produksi minyak dan gas bumi tetap terjaga di atas 1 juta barel setara minyak per hari (BOEPD). Sementara pada sektor pengolahan, Pertamina mencatat Yield Valuable Product sebesar 83,7 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, volume minyak yang diolah kilang Pertamina mencapai 333 juta barel.
Di sektor hilir, Pertamina memasok sekitar 70 persen kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) nasional guna mendukung aktivitas masyarakat dan dunia usaha. Kinerja bisnis gas juga menunjukkan pertumbuhan positif dengan volume transmisi mencapai 587 BSCF atau naik 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, volume niaga gas tercatat sebesar 305 juta MMBTU dan volume kargo domestik maupun internasional yang diangkut melalui armada logistik maritim mencapai 172 juta kiloliter.
Dalam mendukung agenda transisi energi, Pertamina terus mengembangkan energi baru dan terbarukan. Produksi listrik perusahaan sepanjang 2025 mencapai 8.711 GWh atau meningkat 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Perusahaan juga menjalankan berbagai program dekarbonisasi yang berhasil menurunkan emisi karbon sebesar 2,27 juta ton CO₂e selama 2025. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung target Net Zero Emission (NZE).
Simon menegaskan bahwa capaian perusahaan tidak semata-mata diukur dari aspek finansial, tetapi juga dari kemampuannya menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat.
“Bagi Pertamina, capaian tersebut bukan sekadar mencerminkan kinerja korporasi. Di baliknya terdapat tanggung jawab yang semakin besar untuk memastikan energi tetap tersedia dan andal bagi masyarakat, industri, serta berbagai sektor strategis yang menjadi penggerak perekonomian nasional,” katanya.
Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, turut mengapresiasi kontribusi seluruh jajaran perusahaan atas pencapaian tersebut. Menurutnya, hasil RUPS menjadi pijakan penting bagi Pertamina untuk terus meningkatkan kinerja dan daya saing di masa mendatang.
“Keputusan yang telah diambil dalam RUPS ini menjadi langkah penting bagi perjalanan perseroan ke depan. Semoga hasil keputusan tersebut dapat membawa Pertamina meraih kinerja dan prestasi yang semakin baik di masa mendatang,” ujar Iriawan.***














