Ekonomi
Sisi Ekonomi, BI Solo Menilai PPKM Darurat di Solo Bersifat Temporer

Pasar Klewer Solo yang tutup selama PPKM Darurat. (Foto: Istimewa)
FAKTUALid – Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Solo, dinilai tidak akan mengganggu intermediasi perbankan. Utamanya pertumbuhan penyaluran kredit modal kerja yang diperkirakan masih positif.
“Dari sisi ekonomi, kami menilai bahwa penerapan PPKM Darurat bersifat temporal. Namun demikian, pertumbuhan penyaluran kredit konsumsi diperkirakan akan melambat,” jelas Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Solo, Nugroho Joko Prastowo, dalam acara Ngobrol BI bersama Media yang dilakukan secara daring, Rabu (7/7/2021).
Lebih lanjut Nugroho mengatakan meskipun secara ekonomi tidak terjadi masalah, tetapi karena mobilitas masyarakat tidak berjalan maka akan berdampak pad perekonomian.
Terutama jika masa PPKM Darurat nantinya diperpanjang. Jika hanya sampai tanggal 20 Juli maka kuartal II tidak akan terpengaruh. Demikian juga dengan laju inflasi.
“PPKM Darurat akan menurunkan mobilitas masyarakat sehingga diperkirakan tekanan inflasi pada bulan Juli akan rendah,” jelasnya lagi.
TPID Kota Solo secara rutin melakukan monitoring harga dan pasokan. Selama berlangsungnya PPKM Darurat juga tidak terlihat adanya panic buying dan
terganggunya distribusi di Surakarta.
“Berdasarkan pantauan harga di Surakarta, harga komoditas pangan sd. saat ini terpantau stabil, kecuali harga cabai rawit. Itu pun bukan karena PPKM Darurat melainkan karena penurunan stok,” katanya.
Berdasarkan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU), kinerja dunia usaha di wilayah Soloraya pada triwulan II-2021 tercatat meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Sementara itu, diperkirakan pada triwulan III-2021 peningkatan kinerja dunia usaha masih berlanjut meskipun tidak setinggi pada triwulan II-2021.
Perekonomian Soloraya utamanya ditopang oleh 3 (tiga) Lapangan Usaha (LU) utama yaitu industri pengolahan, perdagangan dan pertanian. Berdasarkan hasil SKDU, industri pengolahan dan perdagangan diperkirakan akan mengalami penurunan akibat adanya pemberlakuan PPKM Darurat, terutama sektor perdagangan dengan adanya imbauan penutupan sementara kegiatan di pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan.
Sementara itu, sektor pertanian Soloraya pada triwulan III-2021 diperkirakan akan meningkat dibandingkan triwulan II-2021 sejalan dengan perkiraan semakin kondusif nya cuaca dengan normalisasi La Nina.
“Saya optimistis terhadap perekonomian Solo Raya karena sebelumnya selalu lebih tinggi dari Jawa Tengah maupun nasional,” pungkasnya. (Uti Farinzi) ***
Lanjutkan Membaca













