Connect with us

Ekonomi

Mengapa Kelangkaan Minyak Goreng Berlarut-larut? Irjen Kemendag Sebut Karena Panic Buying

Avatar

Diterbitkan

pada

Masyarakat antre membeli minyak goreng dalam satu operasi pasar. (Foto: Humas Kemenko Perekonomian

FAKTUAL-INDONESIA: Mengapa minyak goreng masih saja langka diberbagai daerah, meski pemerintah sudah kerja keras mengatasi hal tersebut seperti melaksanakan operasi pasar sampai penegakan hukum yang dilakukan Satgas Pangan Polri?

Banyak penyebabnya pasti seperti sudah diungkap kalangan perekonomian. Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan (Kemendag) Didid Noordiatmoko juga memberi pernyataan terkait penyebab  itu, yakni karena masalah panic buying di masyarakat.

Hal itu diutarakan Didid Noordiatmoko saat memantau operasi pasar minyak goreng di Pasar Alang-Alang Lebar Palembang, Sabtu (5/3/2022) bersama Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartanto dan Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga.

Ketika ditanya mengapa kelangkaan minyak goreng ini berlarut-larut, Didid mengatakan ini lantaran kompleksnya persoalan dari hulu hingga ke hilir.

Pemerintah secara bertahap menyelesaikan persoalan produksi hingga distribusi minyak goreng sehingga minyak goreng dapat diperoleh dengan mudah dengan harga yang terjangkau di masyarakat.

Advertisement

“Akan tetapi, muncul persoalan baru yang merupakan dampak dari kenaikan harga dan kelangkaan barang yakni panic buying. Lantaran sempat kesulitan mendapatkan minyak goreng dengan harga yang terjangkau, membuat masyarakat membeli melebih kebutuhan ketika mendapatkan kesempatan,” kata dia.

Padahal hasil riset menyebutkan kebutuhan minyak goreng per orang hanya 0,8-1 liter per bulan. Artinya, kini banyak rumah tangga menyetok minyak goreng. “Tapi ini baru terindikasi,” kata dia dilansir antaranews.com.

Mendekati Kebutuhan

 Didid Noordiatmoko mengatakan saat ini produksi minyak goreng sudah mendekati kebutuhan sehingga kelangkaan terhadap produk tersebut seharusnya bisa teratasi paling lambat akhir Maret 2022.

“Persediaan sebenarnya tersedia. Selisih kebutuhan ini sudah mendekati normal. Akhir bulan ini secara teoritis sudah cukup,” kata Didid.

Advertisement

Ia mencontohkan seperti produsen minyak goreng di Sumatera Selatan, saat ini sudah memproduksi 300 ton per bulan atau sudah mendekati kebutuhan daerah ini. Jika pun terdapat selisih diperkirakan hanya 10 persen.

Sembari menunggu stabilnya antara permintaan dan ketersediaan barang ini, pemerintah akan menggelar operasi pasar di setiap kabupaten/kota di Sumsel mulai pekan depan.

Dalam operasi pasar ini masyarakat dapat membeli minyak goreng dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), untuk minyak goreng kemasan premium Rp14.000 per liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp13.500 per liter, dan minyak curah Rp11.500 per liter.

Dikawal Polisi

Sementara itu aparat kepolisian mengawal aktivitas masyarakat dalam pembelian minyak goreng curah secara langsung ke salah satu gudang distributor besar yang ada di di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Advertisement

Kepala Kepolisian Resor Kota Mataram Komisaris Besar Polisi Heri Wahyudi, di Mataram, Sabtu, mengatakan pihaknya memberikan pengawalan untuk mencegah terjadinya kerumunan maupun permainan harga.

“Sebenarnya pemerintah sudah membuat program satu harga. Namun karena adanya isu kelangkaan, sehingga muncul potensi ‘panic buying’, takut stok habis, kami turunkan tim, berikan pengawalan,” kata Heri.

Pengawalan dilakukan oleh tim Sabhara Kepolisian Sektor Sandubaya. Kegiatannya terlaksana, Sabtu (5/3), di gudang distributor minyak goreng CV Lumayan Putra Jaya yang berada di wilayah Cakranegara, Kota Mataram.

Perhatian diberikan ke lokasi tersebut, karena harga jual minyak goreng curah di CV Lumayan Putra Jaya berada di kisaran harga Rp12.250-Rp12.350 per liter.

“Karena harganya terbilang murah, makanya banyak yang datang membeli, itu yang kami kawal. Jaga untuk tetap protokol kesehatan,” ujarnya pula.

Advertisement

Kepala Polsek Sandubaya Komisaris Polisi M Nasrullah yang ikut melakukan pengawalan menyampaikan bahwa aktivitas pembelian minyak goreng curah oleh masyarakat di gudang distributor CV Lumayan Putra Jaya berjalan aman dan terkendali.

Dari pantauan, pihak gudang distributor melayani pembelian minyak goreng curah untuk kalangan perorangan. Pembeliannya menggunakan kemasan jeriken besar.

Bahkan Nasrullah bersama anggotanya sudah memastikan tidak ada kegiatan penimbunan atau permainan harga di gudang distributor tersebut. Hal itu pun dia pastikan dari pengecekan.

“Jadi stok di sini masih aman. Tidak ada kelangkaan. Ketersediaan juga diimbangi dengan harga yang masih normal,” kata Nasrullah.

Sebelumnya, gudang distributor minyak goreng curah ini menjadi perhatian Polresta Mataram. Kepala Satreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa bersama anggotanya sempat melakukan inspeksi ke lokasi untuk mengecek ketersediaan dan harga.

Advertisement

Dari inspeksi Kamis (17/2), terungkap bahwa distributor tersebut sempat menjual dengan harga yang tidak normal, melebihi harga eceran tertinggi (HET) Rp11.500. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement