Ekonomi
Kinerja Agregator Shipper Terdongkrak Oleh Pesatnya Perkembangan UMKM

CEO dan Co Founder Shipper, Budi Handoko (kanan)
FAKTUAL-INDONESIA: Pesatnya pertumbuhan bisnis online di kalangan UMKM belakangan ini, telah membuka peluang usaha baru yang semakin banyak menyerap tenaga kerja.
Agregator Logistik & Jasa Warehouse, Shipper yang melayani kebutuhan para pelaku UMKM di Indonesia yang sudah memiliki 700 tenaga kerja itu, kini masih terus meluaskan jaringan untuk melayani lebi banyak para pelaku UMKM.
Menurut CEO dan Co Founder Shipper, Budi Handoko, pihaknya sudah bekerjasama dengan banyak perusahaan ekspedisi dengan jaringan yang luas. “Para UMKM tak perlu lagi pulang pergi untuk mengirim paket. Kami yang akan ambil paket itu,” ujarnya, Sabtu (21/5/2022) malam.
Meski Shipper bukan perusahaan ekspedisi, pihaknya tidak akan mengambil fee dari jasa menjemput order tersebut, sehingga tidak akan ada biaya tambahan dari UMKM. Sebaliknya fee itu dibayarkan oleh ekspedisi tanpa mengurangi biaya kirim.
Pihaknya juga sudah menyediakan link yang bisa dijadikan acuan bagi para pelaku UMKM untuk mengetahui ongkos kirim ke alamat pengiriman.
Untuk lebih memaksimalkan dukungan kepada para pelaku UMKM, pihaknya juga menyediakan jasa gudang. Ide ini muncul dari banyaknya pebisnis online yang usahanya berkembang pesat, sehingga rumahnya tak bisa menampung banyak barang dagangan.
Para pelaku UMKm itu tak mungkin menyewa gudang, karena mereka butuh biaya besar untuk membayar sewa satu gudang full, butuh tenaga kerja tambahan untuk mengurus barang dan butuh jasa pengamanan gudangnya.
Melalui jasa yang ditawarkan, para pelaku UMKM dipersilakan menyimpan barang dagangannya di gudang Shipper dan menyerahkan seluruh tata kelola barangnya.
Berbeda dengan sewa gudang secara mandiri yang harus membayar sewa full satu gudang penuh, Shipper hanya menetapkan uang sewa berdasarkan luasan gudang yang digunakan saja.
Platform modern yang mereka miliki juga memberi peluang bagi para pelaku UMKM untuk memerintahkan kepada Shipper untuk mengirim barang saat menerima order, atau menerima barang dari pihak lain.
Dengan cara itu, pelaku uMKM tak perlu keluar rumah. Karena semua order barang keluar dan masuk akan ditangani oleh Shipper. Rumah pelaku UMKM juga tetap bersih, tanpa dijejali oleh barang dagangannya.***














