Ekonomi
Pertemuan Daring dengan KJRI Shanghai, Wamen Christina Bahas Kendala Penempatan Pekerja Migran ke Tiongkok

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani melakukan pertemuan daring dengan Konsul Jenderal RI di Shanghai, Berlianto Pandapotan Hasundungan, Rabu (19/8/2026). (Kementerian P2MI)
FAKTUAL INDONESIA: Sejumlah kendala administratif dalam proses penempatan pekerja migran ke Tiongkok dibahas Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI), Christina Aryani dalam pertemuan daring dengan Konsul Jenderal RI di Shanghai, Berlianto Pandapotan Hasundungan.
Wamen Christina menilai, perlu pemahaman dan alur yang jelas dalam proses verifikasi serta pengesahan dokumen agar penempatan dapat berjalan lebih efektif dan sesuai ketentuan.
“Ini penting untuk memastikan penempatan pekerja migran berjalan sesuai ketentuan sekaligus memberikan kepastian bagi seluruh pihak,” kata Christina.
Christina mendorong penguatan asistensi dalam proses verifikasi dan pengesahan dokumen penempatan pekerja migran Indonesia, khususnya awak kapal yang akan bekerja di Tiongkok.
Untuk itu, Christina meminta jajarannya menyiapkan alur proses pengesahan dokumen sebagai panduan untuk memudahkan KJRI Shanghai dalam memberikan pelayanan kepada pekerja migran maupun pihak terkait.
“Langkah ini bagian dari upaya pemerintah memastikan proses penempatan pekerja migran, khususnya awak berlangsung secara tertib, aman, dan sesuai ketentuan negara tujuan,” ungkapnya.
Christina juga meminta KJRI Shanghai membantu memetakan kebijakan serta persyaratan yang berlaku bagi pekerja migran skilled di Tiongkok.
“Penguatan koordinasi dengan perwakilan RI di luar negeri diperlukan agar setiap tantangan dalam proses penempatan dapat segera diidentifikasi dan dicarikan solusinya, dengan tetap mengedepankan pelindungan bagi pekerja migran Indonesia,” katanya.
Selain penguatan proses administrasi, pertemuan tersebut turut membahas peluang penempatan pekerja migran terampil di Tiongkok yang dapat disinergikan dengan program SMK Go Global. ***














