Ekonomi
Mantul, Rupiah dan IHSG Berakhir Pekan dengan Sama-sama Menguat

Pergerakan mantap dilakukan rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan sama-sama menguat pada pembukaan dan penutupan perdagangan Jumat (12/12/2025)
FAKTUAL INDONESIA: Mantul (Mantap betul)! Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sama-sama menguat sejak pembukaan hingga penutupan perdagangan valuta dan saham, Jumat (12/12/2025).
Karena Jumat merupakan perdagangan valuta dan saham terakhir setiap minggu maka rupiah dan IHSG BEI kali ini berakhir pekan dengan posisi menguat.
Nilai tukar (kurs) rupiah sudah menguat sejak pembukaan perdagangan Jumat pagi ketika dibuka Rp16.666 per dolar Amerika Serikat (AS). Dengan posisi ini rupiah menguat 10 poin atau 0,06 persen dari sebelumnya Rp16.676 per dolar AS.
Kemudian pada penutupan perdagangan sore harinya, rupiah bergerak ditutup menguat 30 poin atau 0,18 persen menjadi Rp16.646 dari sebelumnya Rp16.676 per dolar AS.
Baca Juga : Rupiah Gagal Pertahankan Posisi Ketika IHSG BEI Bangkit Meyakinkan Dekati Rekor Tertinggi
Pengamat ekonomi, mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global dan domestik yang bergerak dinamis.
“Klaim pengangguran awal AS untuk pekan yang berakhir pada 6 Desember naik menjadi 236 ribu, naik tajam dari angka revisi naik pekan sebelumnya sebesar 192 ribu, menurut Departemen Tenaga Kerja. Data pekerjaan yang lebih lemah dari perkiraan ini membebani dolar AS,” tulis Ibrahim dalam publikasi risetnya sore ini seperti dilansir indopremier.com.
Di dalam negeri, pemerintah menyiapkan paket kebijakan ekonomi khusus untuk percepatan pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kebijakan tersebut mencakup penghapusbukuan hingga restrukturisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta relaksasi bagi pekerja dan perusahaan terdampak.
Selain itu, pemerintah juga akan menghapus utang iuran BPJS Ketenagakerjaan dan dendanya bagi perusahaan terdampak bencana. Proses pencairan klaim JHT, JKM, JKK, dan JP juga akan dipermudah. Paket kebijakan ini rencananya diumumkan pekan depan.
Baca Juga : Rupiah dan IHSG BEI Hari Ini, Sama-sama Dibuka Menguat Tapi Beda Saat Penutupan
“Rencananya, sejumlah paket kebijakan ekonomi khusus wilayah terdampak bencana diumumkan minggu depan, dengan paket stimulus yang disiapkan dapat menjaga stabilitas dan mendorong kembali daripada perekonomian di daerah terdampak,” ungkap Ibrahim.
Untuk perdagangan awal pekan, Ibrahim memperkirakan rupiah masih bergerak fluktuatif seiring minimnya katalis baru.
“Rupiah berpotensi ditutup melemah di rentang Rp16.640-Rp16.700 per dolar AS,” tutur Ibrahim.
Dorong IHSG Menguat
Tren positif yang ditunjukan nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS ikut mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap berada pada posisi menguat pada perdagangan saham Jumat.
Baca Juga : Rupiah Membuka Awal Pekan dengan Melemah, IHSG BEI Bangkit Menguat
Saat pembukaan perdagangan, IHSG dibuka menguat 10,55 poin atau 0,12 persen ke posisi 8.631,03. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 0,94 poin atau 0,11 persen ke posisi 848,03.
Setelah dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan.
IHSG ditutup menguat 40,02 poin atau 0,46 persen ke posisi 8.660,50. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 1,27 poin atau 0,15 persen ke posisi 848,36.
Dalam pantauan media online seperti dilaporkan kabarbursa.com, sepanjang perdagangan, indeks bergerak fluktuatif dan sempat menyentuh level tertinggi di 8,680.04 serta level terendah di 8,585.42 sebelum kembali menguat menjelang penutupan.
Baca Juga : Rupiah Selamat dan IHSG Tergelincir pada Penutupan Perdagangan Akhir Pekan
Aktivitas transaksi bursa tetap solid dengan total volume perdagangan di seluruh pasar mencapai 510.28 juta lot dengan nilai Rp29.32 triliun dari 2.96 juta transaksi. Pada pasar reguler, volume tercatat 461.56 juta lot dengan nilai Rp27.53 triliun dari 2.95 juta transaksi.
Di tengah penguatan IHSG, terdapat sepuluh saham yang berada di posisi terbawah akibat pelemahan harga yang cukup dalam sepanjang sesi perdagangan. Saham PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) memimpin daftar penurunan setelah melemah ke 650 atau turun 35 poin setara 5.11 persen. Disusul oleh PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) yang turun ke 3,940 setelah kehilangan 210 poin atau 5.06 persen.
Saham PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) juga terkoreksi signifikan ke 170, melemah 9 poin atau 5.03 persen. Emiten konsumer PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) turut masuk daftar dengan harga turun ke 348 atau melemah 18 poin setara 4.92 persen.
Baca Juga : Rupiah Makin Melemah, IHSG BEI Bangkit
Pelemahan juga terjadi pada saham PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) yang turun ke 97 atau melemah 5 poin setara 4.90 persen, serta PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) yang bergerak turun ke 354 setelah kehilangan 18 poin atau 4.84 persen.
Saham PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) melemah ke 202 setelah turun 10 poin atau 4.72 persen. PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) juga mencatat penurunan ke 615 atau turun 30 poin setara 4.65 persen.
Penurunan signifikan turut dialami PT Charnic Capital Tbk (NICK) yang merosot ke 1,230 setelah terkoreksi 601 poin atau 4.65 persen, serta PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) yang turun ke 1,385 atau melemah 75 poin atau setara 5.14 persen dan menjadi salah satu yang tertekan dalam sektor tekstil. ***














