Ekonomi
Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Melemah sedangkan IHSG BEI Menguat

Rupiah nilai tukarnya melemah terhadap dolar Amerika Serikat sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (8/8/2025)
FAKTUAL INDONESIA: Perdagangan di akhir pekan, Jumat (8/8/2025), ditandai dengan melemahnya nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat.
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari Jumat di Jakarta melemah sebesar 6 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.293 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.287 per dolar AS.
Adapun Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini justru menguat ke level Rp16.299 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.312 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Dimas mengatakan pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia per akhir Juli 2025 yang menurun menjadi 152 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Pada Juni 2025, cadev tercatat sebesar 152,6 miliar dolar AS.
Baca Juga : Rupiah Ditutup Menguat 75 Poin, IHSG BEI Melemah 0,18 Persen
“Sebagian disebabkan oleh kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah dan intervensi BI (Bank Indonesia) di pasar valuta asing,” kata Taufan Dimas kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.
Kendati begitu, persepsi terhadap stabilitas makro ekonomi Indonesia secara umum masih cukup kuat, sehingga membantu menopang nilai tukar rupiah.
Komitmen BI untuk menjaga kestabilan kurs juga dianggap tetap stabil, yang tercermin dari langkah intervensi melalui pasar spot dan instrumen Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).
Aliran Dana Investor Asing
Sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore ditutup menguat seiring optimisme potensi masuknya kembali aliran dana investor asing (capital inflow) ke pasar modal Indonesia.
IHSG ditutup menguat 43,21 poin atau 0,58 persen ke posisi 7.533,39. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,69 poin atau 0,34 persen ke posisi 792,88.
Baca Juga : Rupiah dan IHSG Menguat pada Penutupan Perdagangan Rabu (23/7/2025)
“Penguatan indeks antara lain dipicu oleh masuknya beberapa saham ke dalam indeks MSCI pada review kuartalan bulan Agustus 2025. Hal ini menimbulkan optimisme akan potensi masuknya kembali aliran dana investor asing ke pasar modal Indonesia,” ujar Analis Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.
Dari dalam negeri, selama pekan ini pelaku pasar memperhatikan rilis data-data perekonomian dalam negeri, diantaranya pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2025 yang tercatat sebesar 5,12 persen year on year (yoy).
Lalu, data cadangan devisa Indonesia periode Juli 2025 yang tercatat sebesar 152 miliar dolar AS, dari sebesar 152,6 miliar dolar AS pada bulan sebelumnya.
Kemudian, data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juli 2025 yang berada pada level optimis (indeks >100) sebesar 118,1, atau lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 117,8.
IHSG dibuka menguat, betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor menguat yaitu dipimpin sektor industri yang naik sebesar 2,29 persen, diikuti oleh dan sektor energi dan sektor infrastruktur yang masing-masing naik sebesar 2,28 persen dan 0,82 persen.
Baca Juga : Rupiah dan IHSG BEI Sama-sama Menguat dalam Penutupan Perdagangan Akhir Pekan
Sedangkan lima sektor terkoreksi yaitu sektor teknologi turun paling dalam sebesar 2,60 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer dan sektor barang baku yang masing-masing turun sebesar 0,41 persen dan 0,21 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu INDX, SOSS, PPRI, SMDM dan DSSA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni COIN, FORU, ENRG, RAAM dan MANG.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.895.364 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 30,68 miliar lembar saham senilai Rp18,52 triliun. Sebanyak 227 saham naik, 398 saham menurun dan 170 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 783,85 poin atau 1,91 persen ke 41.843,00, indeks Shanghai melemah 4,54 poin atau 0,12 persen ke 3.635,13, indeks indeks Hang Seng menguat 222,81 poin atau 0,89 persen ke 24.858,82, dan indeks Strait Times turun 21,05 poin atau 0,49 persen ke 4.237,10. ***














