Griya
Ketahui 6 Mitos tentang penggunaan AC yang Keliru, Jangan Percaya!

Foto Ilustrasi (Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Pendingan ruangan atau Air conditioner (AC) merupakan alat yang dapat menyejukkan ruangan dalam waktu singkat. Bagi masyrakat, AC menjadi barang yang diandalkan karena cuaca Indonesia yang cukup panas. Meski Anda sudah lama menggunakan AC, ada beberapa mitos tentang penggunaan AC yang mungkin belum diketahui.
Penggunaan AC saat ini cukup penting untuk mendinginkan ruangan, terutama jika tinggal di daerah perkotaan. Terlebih saat bulan Ramadhan orang-orang memasangkan AC di rumah agar puasa terasa lebih mudah.
Disamping itu, Anda tentu pernah mendengar beragam cerita seputar penggunaan AC, seperti cara menghemat listirk dan lain sebagainya. Meski kemungkinan cerita tersebut benar, namun sebagian lainnya mungkin hanyalah mitos belaka. Lantas, apa saja mitos tentang penggunaan AC yang ternyata tidak tepat?
Baca juga: Ini Saat yang Tepat untuk Servis AC
Berikut beberapa mitos tentang penggunaan AC yang telah faktualid.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (08/04/2022).
Daftar isi
1. Mengatur suhu rendah agar cepat dingin

Foto Ilustrasi (Istimewa)
Mitos tentang penggunaan AC yang pertama mengatur suhu AC ke paling rendah supaya cepat dingin. Jika dipikirkan, cara ini membuat ruangan lebih dingin dalam waktu singkat. Bila sering melakukannya, mulai sekarang tinggalkan kebiasaan ini.
Pasalnya, ini akan membuat kompresor AC bekerja lebih keras sehingga meningkatkan konsumsi listrik. Sementara itu, AC juga tidak bisa secepat yang diinginkan untuk mendinginkan ruangan. Sebaiknya, atur suhu AC secara perlahan untuk menghemat konsumsi listrik.
2. Mematikan AC ketika pergi supaya hemat listrik
Secara rasional, memang sangat masuk akal mematikan AC ketika keluar rumah agar tagihan listrik tidak membengkak. Pada dasarnya, ini tidak sepenuhnya salah dan tidak sepenuhnya benar. Mematikan AC untuk waktu yang cukup panjang memang dapat menghemat listrik.
Tetapi, jika Anda hanya pergi sebentar saja hanya membuat listrik lebih boros, misalnya kurang dari satu jam. Sebab, tarikan listrik saat menyalakan AC cukup besar untuk mendinginkan ruangan sehingga akan menguras listrik lebi banyak. Untuk itu, sebiaknya AC dihidupkan saja jika hanya ingin pergi ke minimarket.
3. Mengganti freon secara rutin
Mitos tentang penggunaan AC berikutnya yaitu wajib mengganti freon secara rutin. Umumnya, freon hanya diisi jika pendingin ruangan mengalami masalah pada sambungan pipa, atau selang yang bengkok atau patah.
Jadi, Anda tak perlu rutin mengganti freon karena AC yang normal tidak akan memengaruhi freon di dalamnya. Anda baru dianjurkan mengganti freon ketika penggunaan AC sudah cukup lama, yakni 4 hingga 5 tahun.
4. Freon habis jadi penyebab AC tidak dingin

Foto Ilustrasi (Istimewa)
Masih berhubungan dengan freon, banyak orang yang beranggapan bahwa penyeduk udara yang tidak dingin disebabkan oleh freon yang habis. Padahal, ada banyak faktor penyebab AC tidak dingin, antara lain kebocoran pipa, filter berdebu, hingga kondensor atau kompresor bermasalah.
Baca juga: 8 Cara Mengatasi Udara Panas di Dalam Rumah, Mudah dan Ampuh
Mitos tentang penggunaan AC ini cukup populer dimasyarakat. Bila AC di rumah sudah tidak dingin, pastikan periksa terlebih dahulu kondisinya oleh teknisi professional sebelum memvonis masalah berasal dari freon.
5. Mode auto hanya membuat listrik boros

Foto Ilustrasi (Istimewa)
Salah satu mitos tentang penggunaan AC yang jarang diketahui adalah menggunakan mode auto hanya membuat listrik boros. Jika mengira demikian, Anda salah besar. Sebaliknya, justru fitur ini dapat menghemat listrik dan membuat AC bekerja secara optimal.
Ketika meyetel AC di mode auto, kompresor tidak bekerja lebih berat dalam mengatur suhu ruangan sesuai dengan suhu yang diinginkan tanpa berulang. Dengan begitu, listrik jadi lebih irit.
6. Penempatan AC tidak penting
Sebagian besar orang mungkin tidak memikirkannya, namun penempatan unit AC dapat secara signifikan memengaruhi efisiensi energi listrik. Penyejuk ruangan ini perlu dipasang pada tempat yang memungkinkan penyesuaian yang nyaman.
Departemen Energi AS menyarankan untuk memasang AC di dinding interior, dijauhkan dari sinar matahari langsung, angin, pintu, skylight, dan jendela. Selain itu, furnitur tidak boleh ditempatkan di bawah atau di depan AC.
7. Rutin membersihkan AC 6 bulan sekali agar filter awet

Foto Ilustrasi (Istimewa)
Selain mode auto yang boros listrik, mitos tentang penggunaan AC yang keliru lainnya adalah membersihkan AC 6 bulan atau satu tahun sekali supaya filter awet. Walaupun dalam menghemat biaya, sebenarnya penting untuk membersihkan AC secara rutin setidaknya 1-3 bulan.
Hal tersebut dilakukan agar kinerja AC tidak menurun dan tetap optimal. Dalam jangka waktu sekitar 1-3 bulan, filter sudah sangat kotor yang membuat membuat kompresor bekerja lebih berat sehingga membuat AC tidak optimal. Selain itu, udara yang dihasilkan bisa membahayakan kesehatan dan membuat tagihan listrik membengkak.***













