Connect with us

Olahraga

Indian Wells Masters 2022: Sakit Pergelangan Kaki Terbayar, Fritz Raih Juara dan Hentikan Rekor Kemenangan Nadal

Diterbitkan

pada

Taylor Fritz langsung rebahkan badan merayakan kemenangannya atas Rafael Nadal di final Indian Wells 2022. (Foto:Livescore.com)

FAKTUAL-INDONESIA: Bintang masa depan tenis putra dunia, Taylor Fritz (Amerika Serikat), berhasil mengatasi “rasa sakit yang lebih buruk dalam hidupnya’ ketika menahan cedera pergelangan kaki untuk dapat merebut kemenangan atas mantan petenis nomer satu dunia Rafael Nadal (Spanyol) dengan dua set langsung 6-3, 7-6 (7/5) di final turnamen Indian Wells Masters 2022, Minggu (20/3/2022), di Indian Wells California, Amerika Serikat.

Sepanjang pertandingan Fritz mampu mengatasi rasa sakit akibat cedera pergelangan kaki guna dapat menghudahi rekor menawan Nadal musim ini yang belum pernah kalah dari 20 pertandingan.

Menempati unggulan ke-10, Fritz tidak pernah melangkah lebih jauh dari putaran keempat pada turnamen besar. Tapi dengan kemenangan atas Nadal, dia akhirnya merebut gelar perdana ATP Masters 1000 setelah berjuang dalam waktu dua jam enam menit.

Fritz, 24, tidak yakin apakah dia akan mampu mengambil tempatnya di final, setelah cedera pergelangan kakinya dalam kemenangan semifinal hari Sabtu atas Andrey Rublev (Rusia). Cedera itu jauh dari persiapan ideal menghadapi Nadal yang jadi unggulan keempat dan mencatat rekor 20-0 untuk memulai 2022, setelah memenangkan Australia Open Januari untuk memecahkan rekor 21 besar dalam kariernya.

“Saya bahkan tidak bisa mulai menggambarkan betapa konyolnya saya bisa bermain seperti yang saya bisa bermain hari ini,” kata Fritz selama wawancara pasca-pertandingan di lapangan. “Saya tidak pernah mengalami rasa sakit yang lebih buruk dalam hidup saya sebelum pertandingan. Jika saya tahu itu akan seburuk itu, saya tidak akan datang ke sini [sebelumnya] karena saya pikir orang-orang melihatnya. Saya mengambil beberapa langkah perubahan arah dan berteriak.
Saya mencoba untuk bersikap tegar. Sepertinya saya terlalu melebih-lebihkan rasa sakit dengan seberapa keras saya berteriak ketika saya merasakannya,” jelas Fritz.

Advertisement

Fritz yang asli California, mencapai semifinal Indian Wells tahun lalu. Ia mengakui memenangkan acara tersebut adalah “impian masa kecil” dan itu tidak terasa nyata.

“Saya harus menahan air mata untuk setiap wawancara yang saya lakukan dan setiap pidato di lapangan,” katanya. “Ini akan sulit. Saya adalah seorang yang senang menangis. Ini adalah salah satu impian masa kecil, memenangkan turnamen ini khususnya, Anda tidak pernah berpikir akan menjadi kenyataan. Saya terus mengatakan ‘tidak mungkin ini nyata’,” imbuhnya.

Gelar tersebut adalah yang terbesar dalam karir Fritz hingga saat ini, memenangkan final Masters 1000 pertamanya, dan menjadi juara putra Amerika pertama di Indian Wells sejak Andre Agassi pada 2001.

Fritz juga merupakan juara putra termuda di ajang tersebut sejak Novak Djokovic pada 2011 dan meraihnya dengan mengakhiri rekor 20 kemenangan beruntun terbaik sepanjang karier Nadal, sekaligus membuatnya tidak bisa meraih rekor gelar ATP Masters 1000 ke-37.

“Saya telah kalah dalam pertandingan ini melawan orang-orang besar sepanjang hidup saya,” kata Fritz. “Selalu terasa seperti mereka tidak terkalahkan. Untuk melakukannya di panggung terbesar, tidak ada cara lain. Untuk memenangkan gelar besar, saya merasa Anda harus mengalahkan yang terbaik,” sambungnya. ****

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement