Connect with us

Olahraga

Petenis Daerah Dominasi RemajaTenis Jakarta ke-109, Hanya 1 Gelar untuk Tuan Rumah

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Petenis Gianyar Bali I Gde Agus Permana juara tunggal putra KU 16 tahun setelah menumbangkan unggulan satu RAlthaf Aziz Hibatullah asal Depok

Petenis Gianyar Bali I Gde Agus Permana juara tunggal putra KU 16 tahun setelah menumbangkan unggulan satu RAlthaf Aziz Hibatullah asal Depok

FAKTUAL-INDONESIA: Sepak terjang petenis daerah berhasil kuasai TDP RemajaTenis Jakarta ke 102 hari ini di lapangan tenis Kodam Jaya Jakarta, 11 – 13 Maret 2022.

Tercatat dari 8 event yang dipertandingkan, 7 event dikuasai oleh petenis daerah yang berasal dari Kediri Jatim, Gianyar Bali, NTB, Kendari Sulawesi Tenggara, Bandung, Serang Banten. Satu satunya event yang dipertahankan petenis tuan rumah ialah Roselin Wijaya juara kelompok umur 10 tahun putri.

Pertandingan puncak tunggal putra kelompok umur 18 tahun dimenangkan oleh  oleh petenis Kediri Maestro Rafa Agniya dengan mengalahkan Arsya Philo Wisyesa Putra Sjarifudfin (Tangsel)dengan angka 6-2, 6-3.

Final kelompok umur 16 tahun dikuasai oleh petenis Gianyar Bali I Gde Agus Permana dengan menumbangkan unggulan satu R.Althaf Aziz Hibatullah asal Depok dengan angka 7-5, 6-2.

Awalnya cukup alot bagi I Gde Agus Permana bahkan sempat ketinggalan 0-3 , 1-3, 1-4. Karena kurang yakin pada dirinya membuat I Gde Agus Permana ragu ragu atas kemampuan yang dimilikinya.

Advertisement

Secara perlahan I Gde Agus Permana mulai menemukan pola pernainannya sehingga bisa menyamakan kedudukan 4-4. Walaupun ketinggalan 4-5 tapi kepercayaan diri I Gde Agus Permana membalikkan keadaan dan memimpin 7-5 set pertama.

Memasuki set kedua I Gde Agus Permana langsung memimpin 3-0. Tapi akibat kecerobohan sendiri membuat Althaf Aziz mendapat 2 angka sehingga kedudukan 3-2. Menyadari kesalahannya membuat I Gde Agus Permana harus menbuktikan bahwa putra Bali bisa berbicara kali ini. Dan set kedua ditutup 6-2 untuk I Gde Agus Permana.

“Saya tidak pede terhadap kemampuan saya. Terutama servis voli saya. Mungkin kurang bertanding” ujar I Gde Agus Permana setelah bertanding final selesai.

Dan tidak kalah menariknya pertandingan final tunggal putra 14 tahun antara petenis asal Kendari Sulawesi Tenggara Muh Daffin Rezky Habibi melawan jago dari Karawang, Raihan Somantri dimenangkan oleh petenis Kendari dengan angka 6-3, 6-0. Perjuangan Muh Dhaffin Rezky Habibi tidak sia, keluar sebagai juara.

Untuk mengejar cita citanya, Muh Dhaffin Rezky Habibi datang berguru tenis di Jakarta dengan pelatih yang sedang naik daun, Sonny Ratag pelatih menyandangsertifikat  ITF Level-1.

Advertisement

Petenis NTB, Febyaro Ribby Santara keluar sebagai juara tunggak putri 14 tahun setelah mengalahkan petenis tuan rumah Martina Taborda Urbaneja dengan angka 6-1, 6-4.

Petenis asal Serang, Maula Sa’ya keluar sebagai juara tunggal putri 12 tahun setelah mengalahkan petenis tuan rumah Claire Jane Tumbuan – Kwok dengan angka 4-1, 4-2.

Petenis asal Bandung, Keanu Sinclair Liem berhasil difinal mengalahkan petenis tuan rumah Albertus Hendrawan dengan angka 4-2,4-2.

Petenis asal Bandung lainnya, Ferandy Bintang Putra Pratama difinal tunggal putra 10 tahun berhasil menumbangkan unggulan utama tuan rumah Nathan Yuan Ĺong Lim dengan angka 4-0,4-1

 

Advertisement

Satu satunya  petenis tuan rumah yang menyelamatkan tuan rumah adalah pertandingan tunggal putri 10 tahun antara petenis rumah sendiri,  Roselin  Wijaya dengan Karina B Sutjipto dimenangkan Roselin Wijaya dengan ketat, 4-0, 3-4 (5), 10-8.

Semangat Keanu Sinclair terpacu sewaktu membaca spanduk ucapan Kasad Jendral TNI AD Dudung Abdurahman yang besar besar di lapangan C, ” Jangan takut kalah kalau mau menang”. Itu spanduk membuat Keanu yang awalnya takut pukulannya out serba takut, tapi setelah itu bermain dengan gagahnya di final walaupun postur lewan lebih besar, tapi penempatan bola sangat akurat membuat lawannya dalam posisi bertahan.

Menurut August Ferry Raturandang selaku pengamat tenis, banyak potensi peserta RemajaTenis Jakarta, seperti di final kelompok putri 10 tahun, baik Roselin Wijaya dan Karin B Sutjipto yang juga cucu dari mantan petenis nasional Atet Wiyono. Kedua petenis mempunyai ground-stroke yang komplit baik backhand maupun forehand pada usia 10 tahun. Ini modal dasar yang bagus untuk menjadi petenis masa depan.

Tampak hadir difinal mantan pelatih nasional Suzanna Anggarkusuma beserta pelatih Marieke Gunawan dari Lucky Tennis Club maupun pelatih Sonny Ratag.

Menurut  August Ferry Raturandang banyak bibit bibit potensial dimiliki Indonesia. Sekarang bagaimana mewujudkan pembinaan yang adil bagi atlet2 muda ini.

Advertisement

Jangan sampai justru terjadi demotivasi bagi atlet atlet muda.

“Justru adanya pandemi Covid-19 populasi petenis meningkat. Manfaatkan sebaik mungkin,” ujar August Ferry Raturandang. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement