Connect with us

Nasional

Sampai Jumat Sore, Gunung Ibu di Malut Sembilan Kali Erupsi dengan Tinggi Letusan Mencapai 600 Meter

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Sampai Jumat Sore, Gunung Ibu di Malut Sembilan Kali Erupsi dengan Tinggi Letusan Mencapai 600 Meter

Jumat (26/12/2025) pukul 17:01 WIT, Gunung Ibu di Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara (Malut) erupsi dengan tinggi kolom letusan teramati ± 500 m di atas puncak. (PVMBG)

FAKTUAL INDONESIA: Gunung Ibu di Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara (Malut), sampai Jumat (26/12/2025) sore, tercatat sembilan kali erupsi. Tinggi letusan erupsi Gunung Ibu bervariasi namun yang tertinggi terjadi dua kali masing-masing mencapai 600 meter di atas puncak.

Menurut laporan Petugas Pos Pengamatan Gunung Ibu, Darsono Haji Muhammad Nur, erupsi Gunung Ibu dengan lontaran letusan tertinggi itu terjadi pada pukul 10.19 dan 10.09 WIT.

“Terjadi erupsi G. Ibu pada hari Jumat, 26 Desember 2025, pukul 10:19 WIT dengan tinggi kolom abu teramati ± 600 m di atas puncak (± 1925 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 44 detik,” tulis Darsono seperti dilansir laman magma.esdm.go.id, Jumat.

Baca Juga : Status Waspada, Gunung Ibu Halmahera Barat Malut Erupsi Lontarkan Abu Vulkanik 600 Meter

Darsono mengemukakan, sebelumnya erupsi Gunung Ibu pukul 10:09 WIT juga  dengan tinggi kolom abu teramati ± 600 m di atas puncak (± 1925 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 41 detik.

Sedangkan pada erupsi senja hari, terjadi pukul 17:01 WIT. “Tinggi kolom letusan teramati ± 500 m di atas puncak (± 1825 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 62 detik,” tulis Darsono.

Advertisement

Rangkaian erupsi Gunung Ibu sepanjang Jumat ini terjadi  pukul 16:32 WIT dengan tinggi kolom abu teramati ± 400 m di atas puncak (± 1725 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 62 detik.

Pada pukul 16:24 WIT, Gunung Ibu erupsi dengan tinggi kolom abu teramati ± 400 m di atas puncak (± 1725 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 58 detik.

Baca Juga : Status Waspada, Gunung Ibu Lontarkan Abu Setinggi 900 Meter ketika Kembali Erupsi Sabtu Pagi

Gunung Ibu pada erupsi pukul 15:07 WIT. Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 18 mm dan durasi 52 detik.

Erupsi pukul 11:08 WIT dengan tinggi kolom abu teramati ± 500 m di atas puncak (± 1825 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 47 detik.

“Terjadi erupsi G. Ibu pada hari Jumat, 26 Desember 2025, pukul 09:50 WIT dengan tinggi kolom abu teramati ± 400 m di atas puncak (± 1725 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang ke arah tenggara. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 63 detik,” lapor Darsono.

Advertisement

Gunung Ibu Jumat ini mengawali erupsi pada pukul 01:33 WIT dengan tinggi kolom abu teramati ± 300 m di atas puncak (± 1625 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 15 mm dan durasi 35 detik.

Baca Juga : Waspada, Erupsi Gunung Ibu Malut Semburkan Abu Vulkanik 600 Meter

Mengingat aktivitas erupsi Gunung Ibu yang berstatus Siaga (Level III) maka Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVG) Kementerian ESDM memberikan rekomendasi:

  1. Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2 km dan perluasan sektoral berjarak 3.5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu.
  2. Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata).
  3. Seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat agar selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah.
  4. Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung atau dengan Pos Pengamatan G. Ibu di Gam Ici untuk mendapatkan informasi langsung tentang aktivitas G. Ibu.

5. Masyarakat, instansi pemerintah, maupun instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan aktivitas maupun rekomendasi G. Ibu melalui aplikasi android Magma Indonesia, website Magma Indonesia https://geologi.esdm.go.id www.vsi.esdm.go.id atau https://magma.esdm.go.id), dan media sosial PVMBG (facebook, twitter, dan instagram). ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement