Politik
Moeldoko Bilang PPKM Efektif Tekan Penyebaran Covid-19

Vaksinasi usia lanjut. (Ist).
FAKTUALid – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, kebijakan pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai dari status daurat hingga Level 4 sangat efektif menekan penyebaran Covid-19. Hal ini terbukti dari tingkat keterisian RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat yang sempat mencapai 90 persen kini tinggal 25 persen.
Ia menilai penurunan masyarakat terpapar Covid-19 tidak terlepas dari semangat masyarakat Indonesia untuk divaksin. Karena dengan divaksin maka tingkat kekebalan tubuh seorang jadi meningkat sehingga dapat terhindar dari penularan virus mematikan itu.
Terkait dengan itu, Kantor Staf Presiden (KSP) mengapresiasi upaya seluruh pihak yang ikut serta melakukan langkah nyata mendorong percepatan program vaksinasi nasional untuk masyarakat.
Saat menyampaikan sambutannya dalam acara Sentra Vaksinasi COVID-19 Sinergi Sehat, Indonesia Sehat, dan Ekonomi Bangkit, di Jakarta, Senin (9/8/2021), Moeldoko mengatakan inilah contoh yang diperlukan saat ini oleh bangsa.
“Saya harus mengapresiasi seluruh pihak yang memberikan kontribusi nyata untuk minimal ikut mengerem kasus COVID-19 di Indonesia,” ujar Moeldoko sebagaimana dikutip dari siaran pers KSP, Senin.
Sentra Vaksinasi COVID-19 Sinergi Sehat ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah, Universitas Terbuka Jakarta, Ikatan Alumni Universitas Indonesia, BAKTI Kominfo, Media Group, beserta 10 Rumah Sakit yang tergabung dalam Asosiasi Rumah Sakit Vertikal Indonesia (ARVI) yang terdiri atas RSCM, RS Fatmawati Jakarta, RSPI Sulianti Saroso, dan lainnya.
Sebanyak 6.000 orang telah mendaftar dan divaksinasi secara gratis dalam program vaksinasi yang dilakukan sejak 26 Juli hingga 15 September 2021 nanti.
Di sela kunjungannya ke Sentra Vaksinasi COVID-19 Sinergi Sehat ini, Moeldoko menyapa dan berbincang dengan masyarakat yang tengah disuntik vaksin. Moeldoko memberikan semangat kepada anak-anak yang bersiap untuk mendapatkan giliran suntikan vaksin.
“Pada saat pandemi ini, yang diperlukan adalah gotong royong, kerja nyata, bukan diskusi, bukan mencaci, dan bukan melihat segala sesuatu dari sisi negatif,” jelas Moeldoko.
Dia menyampaikan sampai akhir tahun 2021, Pemerintah Indonesia secara total akan menerima 183 juta dosis vaksin, yang akan datang bertahap, yakni 70 juta dosis pada bulan September, 40 juta dosis (Oktober), 35 juta dosis (November), dan 38 juta dosis (Desember). Pemerintah menargetkan pelaksanaan vaksinasi mencapai 5 juta dosis setiap harinya.
“Yang kita harus lakukan adalah memberikan dukungan penuh kepada semua pihak, kita tunjukkan bahwa kita adalah bagian dari upaya menekan COVID-19,” jelas Moeldoko.
Mantan Panglima TNI ini menegaskan pentingnya masyarakat untuk bersabar dalam menjalani PPKM, karena implementasi PPKM secara efektif akan mampu memulihkan kesehatan masyarakat dan ekonomi negara.
Moeldoko menekankan bahwa PPKM adalah kebijakan yang efektif dalam menekan laju persebaran COVID-19.
Ketua Pelaksana Sentra Vaksinasi Sinergi Sehat Endang Mariani menyampaikan sentra vaksinasi ini membuka layanan vaksin untuk anak-anak berusia minimal 12 tahun, ibu hamil/menyusui, pengidap kanker, dan yang memiliki komorbid.
Sentra vaksinasi didukung 10 rumah sakit vertikal yang menyediakan dokter untuk keperluan konsultasi pasien sebelum divaksinasi.
“Kita menyisir kantong masyarakat yang tertinggal, seperti pemulung, tunawisma, komunitas disabilitas, panti asuhan, dan pondok pesantren,” ujar Endang. ***













