Connect with us

Ekonomi

Percepat Pembangunan Jaringan Kereta Api Nasional, Menhub Dudy Dorong Keterlibatan Pemerintah Daerah dan Badan Usaha

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Percepat Pembangunan Jaringan Kereta Api Nasional, Menhub Dudy Dorong Keterlibatan Pemerintah Daerah dan Badan Usaha

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi, penguatan jaringan perkeretaapian akan mendukung pemerataan pembangunan dengan menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, kawasan industri, kawasan pertanian, pelabuhan, bandara, hingga destinasi pariwisata. (Kemenhub)

FAKTUAL INDONESIA:  Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendorong  mendorong keterlibatan pemerintah daerah, badan usaha, operator, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat pengembangan perkeretaapian nasional.

Saat ini Kemenhub terus mempercepat pengembangan jaringan kereta api nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas antardaerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan perkeretaapian sebagai fondasi masyarakat modern dan salah satu ciri negara maju.

Baca Juga : Momen Libur Idul Adha, KAI Yogyakarta Operasikan Tujuh Kereta Api

Menurut Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi,  penguatan jaringan perkeretaapian akan mendukung pemerataan pembangunan dengan menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, kawasan industri, kawasan pertanian, pelabuhan, bandara, hingga destinasi pariwisata. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh akses transportasi yang lebih cepat, nyaman, dan terjangkau.

“Kami juga mendorong keterlibatan pemerintah daerah, badan usaha, operator, dan seluruh pemangku kepentingan agar pengembangan perkeretaapian nasional dapat berjalan lebih cepat, berkelanjutan, dan tetap mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama,” kata Menhub Dudy usai menghadiri Rapat Terbatas dengan Presiden di Istana Merdeka, Jakarta.

Baca Juga : Investigasi Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur, Menhub Dudy: Tidak Ada Kompromi untuk Keselamatan Transportasi

Melalui pengembangan jaringan kereta api nasional,  Dudy optimistis perkeretaapian akan semakin berperan sebagai tulang punggung transportasi massal dan logistik Indonesia. Kehadiran jaringan rel yang semakin luas diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat daya saing nasional, serta mendukung terwujudnya Indonesia yang lebih maju dan terhubung.

Advertisement

Pengembangan jaringan perkeretaapian dilakukan untuk meningkatkan mobilitas masyarakat, memperkuat sistem logistik nasional, serta menghadirkan layanan transportasi publik yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menekan biaya distribusi barang dan mengurangi beban transportasi jalan raya.

“Pengembangan jaringan kereta api nasional bukan sekadar pembangunan infrastruktur transportasi, tetapi juga upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui aksesibilitas yang lebih baik, biaya logistik yang lebih efisien, serta peluang ekonomi yang semakin terbuka di berbagai daerah,” ujar Dudy, Kamis (11/6).

Baca Juga : Perayaan May Day, 12 Kereta Api Jarak Jauh Berhenti di Jatinegara

Kemenhub mencatat jumlah penumpang kereta api terus menunjukkan tren positif dengan peningkatan sebesar 8,8 persen, dari 500,5 juta penumpang pada 2024 menjadi hampir 550 juta penumpang pada 2025. Peningkatan ini menunjukkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi berbasis rel.

Target 10.524 Kilometer

Saat ini jaringan kereta api aktif nasional telah mencapai sekitar 6.927 kilometer yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Papua. Ke depan, pemerintah menargetkan pengembangan jaringan perkeretaapian hingga mencapai 10.524 kilometer, termasuk jaringan perkotaan yang menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat.

Advertisement

Pengembangan jaringan akan difokuskan sesuai karakteristik wilayah masing-masing. Di Sumatera, perkeretaapian diarahkan untuk mendukung angkutan barang dan mobilitas masyarakat, sementara di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua difokuskan untuk memperkuat distribusi komoditas unggulan serta mendukung aktivitas ekonomi daerah.

Baca Juga : Jumlah Pemudik Angkutan Umum Lebaran 2026 Naik 8,58 Persen, Kereta Api Jadi Moda Terbanyak

Sejumlah proyek strategis yang tengah didorong antara lain pembangunan jaringan kereta api Trans Sumatera, pengembangan kereta api logistik di Kalimantan, penyelesaian pengoperasian Kereta Api Makassar-Parepare, serta pengembangan layanan kereta api perkotaan di berbagai wilayah. Di Pulau Jawa, pengembangan juga mencakup peningkatan kapasitas layanan perkotaan, elektrifikasi jalur, serta pengembangan jaringan kereta semi cepat dan kereta cepat.

“Kami menyampaikan Pengembangan Kereta logistik dan Kereta Wisata, termasuk Pengembangan Jaringan Perkeretaapian Pulau Sumatera. Kereta logistik diarahkan untuk memperkuat efisiensi distribusi barang dan mendukung penurunan beban jalan raya, sedangkan kereta wisata dapat membuka nilai tambah ekonomi di berbagai daerah. Selain itu, ada juga Pelayanan Gerbong Kereta untuk Petani dan Pedagang. Program ini sudah berjalan dan disambut dengan baik oleh masyarakat, pelayanan gerbong ini dihadirkan di Lebak, Garut, Cilacap, Jogja, Solo, Semarang, Blitar, Jember, hingga Banyuwangi,” jelas Dudy. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement