Politik
Ipu Tidak Menggagendakan Konflik Rusia – Ukraina, Namun Tidak Menutup Kemungkinan Dibahas

Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Achmad Hafisz Tohir. (Ist).
FAKTUAL-INDONESIA: Kongres parlemen se-dunia atau Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-144 di Bali tidak mengagendakan pembahasan konflik Rusia – Ukraina. Namun tidak menutup kemungkinan dibahas, karena ini menyangkut keamanan dunia.
Hal ini ditegaskan Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Achmad Hafisz Tohir di Jakarta, Kamis (17/3/2022).
“Tema utama yakni perubahan iklim, yang telah disepakati dalam IPU ke-143 di Madrid tahun lalu,” kata Hafisz dalam diskusi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Menurutnya masalah konflik Rusia – Ukraina bisa saja dibahas meski tidak masuk dalam agenda, lantaran separuh Asia dan Eropa sudah dalam masa mencekam.
“Tidak menutup kemungkinan peserta sidang akan meminta hal itu dibahas, tergantung kekuatan dari beberapa negara yang mengajukan,” kata Hafisz.
Dia menjelaskan ditahap terakhir sidang terdapat general debat, yang menghasilkan rekomendasi satu usulan terkahir dari usulan yang telah disepakati.
“Biasanya dilakukan secara voting, atau kalau bisa musyawarah,” ujarnya.
Dia mencontohkan, saat IPU di Madrid, Indonesia bersama 70 negara mengusulkan resolusi intimidasi hak asasi manusia di Palestina. Tetapi menurun tinggal 20 negara, setalah adanya usulan terkait perkembangan COVID-19 varian Omicron yang sedang menyebar di Afrika.
“Sehingga kami menarik kembali resolusi itu menjadi agenda COVID-19,” ungkapnya.
IPU merupakan forum demokrasi terbesar kedua sedunia setalah forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Dari 121 negara yang memastikan hadir, kalau setengahnya setuju membahas ketegangan Rusia dan Ukraina, ya harus dibahas. Kami harus siap,” katanya menegaskan.
Indonesia menjadi tuan rumah Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-144 di Nusa Dua, Bali pada 20-24 Maret 2022, mengusung tema “Getting to Zero: Mobilizing Parliament to Act on Climate Change”. ***













