Politik
GDKT 2045 Harus Sejalan dengan Pembangunan IKN

Anggota DPD RI Teras Narang. (Ist).
FAKTUAL-INDONESIA: Grand Design Kalimantan Tengah (GDKT) harus sejalan dengan agenda pembangunan nasional, khususnya pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Hal ini dikemukakan anggota DPD RI Agustin Teras Narang saat menjadi pembicara dalam diskusi kelompok terpumpun terkait GDKT 20245 yang digagas Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappeda Litbang) bersama Badan Pembangunan Nasional (Bappenas) secara virtual di Palangka Raya, Senin (21/3/2022).
Teras Narang menyarankan tahapan GDKT yang sedang disusun tim Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan Kalteng dapat disesuaikan kembali dengan memulai dari tahun berjalan hingga 2045.
“Jangan sampai kita menyiapkan yang sudah terjadi dan tidak sejalan dengan agenda pembangunan nasional, khususnya pembangunan IKN,” tegas Gubernur Kalteng periode 2005-2015 itu,.
Menurut dia, sesuai dengan kondisi nyata di lapangan dan dedikasi tim menyiapkan peta jalan menuju provinsi berjuluk “Bumi Tambun Bungai-bumi Pancasila ini, menuju yang lebih baik, tentunya akan membantu memiliki panduan dalam beberapa dekade mendatang.
Teras mengatakan ada indikasi kemajuan dan beberapa skenario pembangunan yang disiapkan, di mana skenario itu mulai dari normal, moderat, dan optimis menjadi gambaran yang dipegang.
Oleh karena itu, katanya, tinggal bagaimana pendekatan tidak biasa atau “business not as usual”, dapat diprioritaskan.
“Kita harus berani membuat prediksi apa yang akan dan harus dilakukan Kalteng di masa depan,” lanjutnya.
Senator asal Kalteng itu menyebut, pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai bagian dari empat pilar pembangunan Indonesia Maju 2045 juga perlu didorong, agar ada akselerasi.
Sebab visi Indonesia menjadi negara dengan ekonomi terbesar keempat di dunia, tidak akan tercapai tanpa keunggulan SDM dan sinergi antarpemerintah pusat dan daerah, serta antarpemerintah daerah di Kalimantan.
Dia bercerita pengalaman dirinya sejak menjadi Gubernur Kalteng pada 2005-2015, di mana kemajuan yang dicapai Kalteng saat itu, baik pembangunan infrastruktur, pendidikan, maupun kesehatan, tidak akan berarti tanpa ada sinergi pusat dan daerah.
Oleh itu, katanya, dalam GDKT perlu ada unsur kebersamaan, gotong royong, serta “huma betang” sebagai bagian dari visi Kalteng 2045.
“Bagi saya, tidak akan pernah majunya suatu daerah karena hebatnya pemimpin semata. Hebat tidaknya pemimpin daerah, ditentukan oleh kolaborasi kerja dengan berbagai pihak, termasuk pimpinan di daerah lain yang ada di sekitar Kalteng,” katanya. ***














