Connect with us

Politik

DPR Tetap Rapat di Tengah Aksi Demo Mahasiswa, Pangdam Jaya Bilang Tak Ada Senjata Api dalam Pengamanan

Avatar

Diterbitkan

pada

Kawal aksi demo, polisi tidak dilengkapi senjata apa pun. (Ist).

Kawal aksi demo, polisi tidak dilengkapi senjata apa pun. (Ist).

FAKTUAL-INDONESIA: Pepatah anjing menggonggong kafilah berlalu ternyata  berlaku di DPR RI. Pasalnya, di tengah hiruk pikuk aksi demo di depan kompleks parlemen, anggota Dewan tetap mengadakan rapat.

Sejumlah agenda rapat DPR tetap berjalan sesuai jadwal di tengah isu aksi unjuk rasa oleh Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (11/4/2022).

Berdasarkan jadwal yang dikeluarkan Setjen DPR, agenda itu antara lain Rapat kerja Komisi IV dengan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo. Kemudian Rapat Dengar Pendapat Umum Komisi II DPR dengan BPD Masyarakat Desa Bojongkoneng, direksi PT Sentul City Tbk, ketua umum Lembaga Pembaharuan Reformasi Pertanahan Nasional, ketua umum Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) dan Tim Kerja Percepatan Pemekaran Kota Raha.

Komisi VI DPR menggelar RDPU dengan direktur utama PT Krakatau Steel, terkait Pembahasan Mengenai Industri Baja Nasional. Komisi VII DPR menggelar RDPU dengan direktur jenderal ILMATE Kementerian Perindustrian, direktur jenderal Minerba Kementerian ESDM dan direktur utama PT Timah.
Panja Mengenai Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1443 H/2022 M Rapat Dengar Pendapat dengan Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama, terkait Pembahasan Rincian Komponen BPIH Tahun 1443 H/2022 M.

Sementara itu, di luar Kompleks Parlemen, puluhan mahasiswa mulai menyuarakan aspirasi mereka.

Advertisement

Usai menyuarakan aspirasi sekitar 30 menit, mereka kemudian membubarkan diri. Sementara masa aksi dari Aliansi BEM SI hingga pukul 12.00 WIB belum menampakkan diri.

Secara terpisah, Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) Jaya/Jayakarta, Mayor Jenderal TNI Untung Budiharto menegaskan, Kodam Jaya bersama Polda Metro akan menjaga aspirasi masyarakat agar bisa tersampaikan dengan baik dalam demo mahasiswa 11 April 2022 ini.

“Jangan berbuat anarkis. Kodam Jaya bersama Polda Metro akan menjaga agar aspirasi bisa tersampaikan dengan baik,” katanya.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan permohonan kepada para demonstran agar menjaga kesucian bulan Ramadhan serta bertindak sesuai dengan aturan.

“Kami mohon kepada masyarakat yang ingin melakukan unjuk rasa agar menjaga kesucian bulan Ramadhan, bertindaklah sesuai aturan,” ucapnya.

Advertisement

Terkait dengan pengamanan unjuk rasa, Kodam Jaya telah menyiapkan 1.330 orang personel untuk mendukung tim gabungan antara Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya yang secara keseluruhan berjumlah 5.626 personel.

Ia menjelaskan bahwa seluruh personel yang mengamankan tidak ada yang menggunakan senjata api maupun senjata tajam. Ia juga berpesan agar seluruh anggota yang bertugas untuk mengamankan tidak ada yang bertindak arogan dan menangani demonstrasi dengan tindakan yang manusiawi. “Selalu disiplin sesuai tugas pokok dan kewenangan,” ucapnya.

Sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia berencana melakukan demonstrasi di depan Gedung DPR dan di Istana Merdeka, yang dipusatkan di Patung Arjuna Wijaya (populer disebut sebagai Patung Kuda), Jakarta.

Direktur Lalu-lintas Polda Metro Jaya sebelumnya menjelaskan demonstrasi rasa dijadwalkan mulai pukul 10.00 WIB.

 

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement