Politik
Wamendagri Minta Gubernur Kaltim Kaji Ulang Anggaran Mobil Dinas Rp8,5 Miliar

Wamendagri Arya Bima minta Gubernur Kaltim tidak gunakan kendaraan dinas mewah. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Gegara istri Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) terciduk pakai mobil dinas suami, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya buka suara. Dia menyoroti anggaran pengadaan mobil dinas Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) yang mencapai Rp8,5 miliar.
Ia meminta agar rencana pembelian tersebut ditinjau kembali dan disesuaikan dengan prinsip kewajaran dalam penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Sebaiknya memang pembelian mobil dinas sewajarnya saja. Pak Gubernur bisa mengkaji ulang pembelian tersebut,” kata Bima Arya kepada wartawan, Sabtu (28/2/2026).
Baca Juga : Rakor Percepatan Pemulihan Pascabencana Sumatra, Wamendag Roro Sampaikan Kemendag Dorong Pemulihan Pasar Hadapi Ramadan
Menurutnya, setiap pengadaan kendaraan operasional kepala daerah harus mempertimbangkan harga yang wajar serta urgensi kebutuhan. Ia menyarankan agar alokasi anggaran tersebut kembali dievaluasi agar sejalan dengan kondisi fiskal dan prioritas pembangunan daerah.
Bima Arya juga mengingatkan adanya Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri yang diterbitkan pada Februari 2025. Dalam edaran tersebut, kepala daerah diminta memperhatikan aspek urgensi, kebutuhan, dan manfaat bagi masyarakat dalam setiap alokasi APBD.
Baca Juga : HSP Ke-97: Presiden Prabowo Ajak Generasi Muda Berbuat Terbaik bagi Negeri, Menpora Erick Tekankan Pembangunan Karakter
“Masih ada surat edaran Mendagri Februari 2025 yang meminta kepala daerah memperhatikan aspek urgensi, kebutuhan, dan manfaat bagi warga dalam alokasi APBD,” ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyatakan pengadaan kendaraan dinas tersebut telah sesuai aturan dan dilakukan demi mendukung tugas kedinasan serta menjaga marwah provinsi.
Penjelasan terkait anggaran Rp8,5 miliar itu juga disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim, Sri Wahyuni. Ia menyebut rencana pengadaan telah melalui pertimbangan matang berdasarkan kebutuhan operasional dan efektivitas kerja gubernur.
Baca Juga : Retret Kepala Daerah Bertujuan Mantapkan Visi Presiden
Menurut Sri, kondisi geografis Kalimantan Timur yang memiliki medan berat dan wilayah terpencil menjadi alasan utama perlunya kendaraan yang andal. Ia mencontohkan kunjungan gubernur ke sejumlah daerah pelosok dengan akses jalan yang rusak dan sulit dilalui.
“Untuk mencapai titik-titik krusial dengan medan seberat itu, dibutuhkan kendaraan yang andal dan representatif,” kata Sri.
Polemik anggaran mobil dinas ini memicu perhatian publik, terutama di tengah dorongan pemerintah pusat agar belanja daerah lebih difokuskan pada program yang berdampak langsung bagi masyarakat.***














