Connect with us

Politik

Kekuatan Tempur TNI AU Bertambah dengan Pesawat Tempur Prancis dan Amerika

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo memberikan sambutan pada acara Press Tour dan Media Gathering, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo memberikan sambutan pada acara Press Tour dan Media Gathering, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

FAKTUAL-INDONESIA: Kekuatan tempur Angkatan Udara untuk menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia dari ancaman musuh, bertambah. Ini sejalan dengan kepastian TNI TNI Angkatan Udara membeli pesawat tempur generasi 4,5.

Pesawat itu  Dassault Rafale buatan Perancis dan F-15 EX buatan Amerika Serikat.

Hal itu diungkapkan oleh  Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo saat berbincang dengan media massa pada acara Press Tour dan Media Gathering, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Dalam sambutannya Kasau mengapresiasi awak media yang telah meluangkan waktunya untuk dapat hadir dan berbincang pada acara ini setelah sekian lama sejak wewabahnya pandemi covid19.

“Mewujudkan TNI AU sebagai angkatan udara yang disegani di kawasan, saya mengajak kepada seluruh komponen bangsa khususnya rekan-rekan media bahwa harus berfikir realistis,” kata Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.

Advertisement

Kasau menekankan, membangun kekuatan Angkatan Udara bukanlah pekerjaan yang mudah sangat bergantung pada kebijakan politik dalam negeri maupun politik luar negeri dan ketersediaan anggaran negara.

“TNI Angkatan Udara harus menjadi kebanggaan Bangsa Indonesia dan menjadi milik seluruh Rakyat Indonesia,” ujarnya

Kasau memaparkan rencana pembangunan kekuatan TNI Angkatan Udara ke depan, termasuk rencana akuisisi sejumlah alutsista yang akan memperkuat TNI AU.

Pada sesi tanya jawab sejumlah awak media menanyakan sejumlah isu-isue terkini tentang TNI AU, seperti rencana pembelian alutsista pesawat, proses revitalisasi Lanud Halim Perdanakusuma dan sejumlah informasi seputar TNI AU lainnya.

“Kami menginginkan pesawat generasi 4,5 dan menginginkan yang ‘heavy’ atau medium ke atas. Karena kita saat ini sudah ada F-16 sudah ada Sukhoi buatan Rusia,” kata Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, Rabu (22/12/2021), tentang pembelian pesawat tempur TNI AU.

Advertisement

Kehadiran pesawat tempur tersebut akan menambah kekuatan TNI AU dalam menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia dari ancaman musuh.

“Kalau pesawat mungkin dua sampai tiga skuadron. Insyaallah (lebih dari 30 pesawat),” ujar Kasau.

Saat ini, lanjut dia, pilihan pembelian pesawat tempur mengerucut pada dua pesawat, yakni pesawat Rafale buatan Perancis dan F-15 EX buatan Amerika Serikat.

“Ini juga hasil pemikiran dari Kementerian Pertahanan,” kata Marsekal Fadjar.

Terkait dengan rencana pembelian Sukhoi Su-35, Fadjar menyebut hal tersebut akan ditinggalkan.

Advertisement

“Sukhoi Su-35 dengan berat hati ya kita harus sudah meninggalkan perencanaan itu karena kan kembali lagi dari awal kita sebutkan bahwa pembangunan kekuatan udara sangat bergantung dari anggaran,” jelas Fadjar.

Menurut Fadjar, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto telah memberikan penjelasan kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas mengenai anggaran pengadaan pesawat tempur yang akan digunakan hingga 30-40 tahun ke depan.

“Di dalam renstra memang tidak ada, ini memang buah pikiran dan Pak Menhan dengan masukan dari kami juga,” ujarnya.

Mantan Pangkogabwilhan II ini mengaku, tim dari F-15 EX sudah menemuinya untuk membahas rencana pengadaan pesawat tempur tersebut.

“Ini sedikit informasi, F-15 EX timnya sudah datang ke saya. Saya tanya kalau hari ini kita sepakat unit awal pertama yang akan kita terima kira-kira kapan? Jawabannya ya kira-kira tahun 2027,” kata Marsekal Fadjar. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement