Olahraga
Piala Sudirman 2025: Istirahatkan Gloria, Turunkan Fadia Bermain Rangkap Demi Jaga Peluang Bentrok Lawan Korsel di Semifinal

Alwi Farhan turun hadapi Korsel. (Foto: PBSI)
FAKTUAL-INDONESIA: Tim Indonesia menerapkan strategi berbeda lawan Korsel di semifinal Piala Sudirman 2025, Sabtu (3/4/2025), di Xiamen Olympic Sports Center Fenghuang Gymnasium, Xiamen, China.
“Tentunya tahap demi tahap lawan akan semakin kuat, dan kami berharap pemain-pemain dan pelatih-pelatih semakin siap untuk menghadapi Korea sore ini,” kata Eng Hian – Kabid Binpres Pelatnas.
Baca Juga : Hasil Piala Sudirman 2025: Gebuk Thailand 3-1, Jonatan Christie Cs Jumpa Korsel di Semifinal
Dijelaskan Eng Hian , kali ganda campuran akan memasang pasangan Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti. “Pemilihan Dejan/Fadia berdasarkan kebutuhan dan strategi tim,” ungkapnya. “Bukan berarti pasangan yang kemarin tak diturunkan dan diganti karena tidak bisa menyumbang poin. Tapi ada strategi yang disiapkan,” tambahnya.
Ditanya kesiapan Fadia turun rangkap, ganda campuran dan ganda putri? Eng Hian menyebut Fadia siap untuk hal tersebut.
“Fadia juga kami percaya untuk bermain rangkap, di ganda campuran dan ganda putri,” ucap Eng Hian. “Lagi-lagi kebutuhan strategi. Kami menghitung di mana _strong power_ Indonesia dan di mana kekuatan tim Korea. Kami melihat dari kekuatan tim Korea adalah tunggal putri dan ganda putri jadi kami mengandalkan tiga nomor lainnya. Ganda campuran, tunggal putra dan ganda putra,” imbuhnya.
Alwi Farhan
Baca Juga : Hasil Piala Sudirman 2025: Redam Perlawanan Vitidsarn, Kapten Tim Jonatan Christie Balik Bawa Indonesia Ungguli Thailand
Menurut Eng Hian , tidak berarti mengecilkan pemain lainnya. “Ini tidak mengecilkan peran dua sektor lain tapi dari strategi inilah kami menginginkan ganda putri bermain di partai terakhir,” kata Eng Hian. “Ini _line up_ yang sesuai dengan yang kami perkirakan dan inginkan,” tambahnya.
Di tunggal putra sang kapten Jonatan Christie kembali menepi. “Jonatan bermain luar biasa ketika melawan Kunlavut, begitu juga Alwi saat melawan Antonsen, lalu masih ada Ubed,” tutur Eng Hian. “Semuanya sudah merasakan atmosfer pertandingan. Tapi dari semua berdasarkan hasil observasi, bukan hanya dari pelatih tapi dari tim support, tim medis, yang paling siap adalah Alwi,” jelasnya .****












