Connect with us

Olahraga

Buntut Tragedi Kanjuruhan, Pengamat Hifni Hasan: Tangkap Ketua Umum PSSI Iwan Bule dan Dirut PT LIB

Avatar

Diterbitkan

pada

Pengamat Sepakbola dan Pemerhati Olahraga, Hifni Hasan. (ist)

FAKTUAL-INDONESIA: Sebagai bentuk pertanggung jawaban atas kasus meninggalnya ratusan suporter Arema FC dalam Tragedi Kanjuruhan, sudah sewajibnya Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule mundur atau meletakkan jabatan.

“Atas tragedi yang mengakibatkan ratusan supporter meninggal di pertandingan Arema FC kontra Persebaya Surabaya di Liga 1, wajib Ketua Umum PSSI Iwan Bule mundur sebagai bentuk pertanggung jawaban kepada publik,” kata Pengamat Sepakbola dan Pemerhati Olahraga, Hifni Hasan, di Jakarta, Selasa (4/10/2022).

Iwan Bule, tambah Hifni, harusnya mencontoh sikap kstaria komentator bola Valentino ‘Jebret’ Simanjuntak yang terang-terangan langsung mundur usai tragedi memilukan di Kanjuruhan.

Ditambahkan Hifni, bukan hanya mundur Iwan Bule selaku pimpinan sepakbola Indonesia diduga turut serta dalam peristiwa kerusuhan, juga Direktur Utama PT LIB (Liga Indonesia Baru) Akhmad Hadian Lukita yang bertindak selaku pengelola kompetisi Liga 1 juga harus ditangkap. Keduanya harus bertanggung jawab secara hukum.

“Jelas sudah di statuta FIFA terbaru bahwa suatu laga sepakbola hanya boleh maksimal di stadion disaksikan langsung 40 ribu penonton. Tapi di Kanjuruhan melebihi dari apa yang telah digariskan FIFA terkait jumlah maksimal penonton yang hadir. Iwan Bule dan Direktur PT LIB bisa dikenakan pasal 359 KUHP dimana menyebutkan “Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.”,” tegas Hifni.

Advertisement

Ketika ditanya setuju atau tidak Hifni dengan ancaman FIFA yang akan membekukan kompetisi sepakbola di Indonesia? “Saya setuju dengan ancaman pembekuan kompetisi oleh FIFA. Karena waktu pembekuan itu dapat dijadikan koreksi seluruh stage holder sepakbola di Tanah Air untuk menata kekurangan dan kesalahan yang masih ada demi lebih tertata rapi sepakbola di Tanah Air dan tak terjadi lagi Tragedi Kanjuruhan,” jelasnya. ****

Lanjutkan Membaca