Connect with us

Olahraga

Usai Raih Perak Asia, Petinju Huswatun Langsung Dikarantina di Jakarta

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Huswatun Hasanah dan tim tinju Indonesia dikarantina sekembali dari Dubai, UEA,

Huswatun Hasanah dan tim tinju Indonesia dikarantina sekembali dari Dubai, UEA,

FAKTUALid – Tidak ada keistimewaan untuk Huswatun Hasanah yang sukses mencatat sejarah menjadi petinju putri pertama Indonesia yang mampu merebut medali perak pada Kejuaraan Asia. Demi penerapan protokol kesehatan yang ketat di tengah pandemi virus corona (Covid-19) dia langsung dikarantina begitu tiba di Tanah Air.

Padahal saat dilakukan test PCR begitu tiba di Hotel Grand Hyatt Jakarta hasil Atun, demikian panggilan akrab Huswatun, negatif. Atun menjalani karantina di di hotel itu hingga 7 Juni. Selama masa karantina akan dilakukan 2 kali Test PCR. Dia akan menjalani test PCR kedua pada 5 Juni.

“Tidak masalah kami dikarantina dulu, karena ini merupakan protokol yang sudah ditetapkan. Kami siap melaksanakan itu sekaligus menjadi contoh bagi yang lain untuk tetap taat pada protokol kesehatan yang telah ditentukan pemerintah,” kata Huswatun petinju putri kelas 60kg.

Dari Dubai, Uni Emirat Arab, Huswatun membawa pulang medali perak Kejuaraan Tinju Asia ASBC 2021. Dalam final ASBC Asian Boxing Championships, dia kalah dari Rimma Volosenko (Kazakhstan), Minggu (30/5/2021).

Pencapaian Atun tercatat sebagai sejarah. Petinju kebanggaan masyarakat Nusa Tenggara Barat itu – menjadi petinju putri Indonesia pertama yang berhasil ke final ASBC Asian Boxing Championships.

Advertisement

Petinju putri Indonesia ini sudah kembali ke Tanah Air, Selasa (1/6/2021). Tapi, dia harus menjalani karantina selama 5 hari.

Atun juga atlet Pelatnas Tim Putih yang bermarkas di Serang, Banten yang dipersiapkan untuk SEA Games 2021 di Hanoi, Vietnam. Dia juga seorang Komando Wanita Angkatan Darat (Kowad) berpangkat Sersan Satu. Atun naik pangkat setelah berhasil meraih perunggu di Asian Games 2018 di Jakarta.

Atun tidak sendiri. Ketua Umum PP Pertina Mayjen TNI (purn) Komaruddin Simanjuntak, Wasekjen H Djasman Abubakar, pelatih Darman Hutauruk dan petinju putra kelas 49kg Kornelis Kwangu Langu, — yang mendampinginnya di Kejuaraan Asia ASBC di Dubai selama 21-31 Mei lalu- juga dikarantina.

Hal itu sesuai peraturan protokol kesehatan Republik Indonesia. Meskipun sebelum terbang dari Dubai ke Jakarta, telah melakukan Swab Test PCR dengan hasil negatif.

Untuk menekan penyebaran Covid-19, baik WNI maupun WNA dari luar negeri yang masuk ke Indonesia wajib mengikuti protokol kesehatan yang berlaku serta menjalani karantina.

Advertisement

Adapun kebijakan soal ini tertera dalam Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 8 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi Covid-19. Setelah karantina 5 hari, pelaku perjalanan wajib tes ulang PCR.

“Kami tiba di Jakarta pukul 16.00 WIB dan langsung karantina hingga 5 hari kedepan. Kami sudah test PCR di Dubai sehari sebelum naik pesawat dan hasilnya negatif. Alhamdulillah kami semia sehat,” ujar Komaruddin Simanjuntak.

Apa yang dilakukan PP Pertina patut menjadi contoh. Siapapun yang habis keluar negeri harus menjalani karantina selama 5 hari sesuai SOP petugas Covid-19.

Saat ini tim di karantina di Hotel Grand Hyatt Jakarta. Satu kamar satu orang. Rencana seleksi akhir Pelatnas SEA Games 2021 yang semua dijadwalkan 8-9 Juni di Jakarta pun kemungkinan besar diundur sepekan.

“Iya, saya sudah berkordinasi dengan Sekjen dan Ketum. Jadi kemungkinan besar diundur menjadi 18 Juni,” kata Wakil Sekjen Pertina H. Djasman Abubakar. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement