Connect with us

Olahraga

De Gadjah, Manajer Dan Ketua Dengan Ilmu Menyelam Sambil Minum Air

Gungdewan

Diterbitkan

pada

De Gadjah turun gunung untuk merasakan dan memotivasi para petinju Bali dan Indonesia

De Gadjah turun gunung untuk merasakan dan memotivasi para petinju Bali dan Indonesia

FaktualID – Menyelam sambil minum air. Pepatah yang bermakna menyelesaikan dua atau lebih pekerjaan sekaligus menjadi pedoman Made Muliawan Arya.

Figur yang kini mendapat tugas penting sebagai Manajer Tim Nasional Tinju menuju SEA Games Hanoi, Vietnam dan Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Indonesia (Pengprov Pertina) Bali.

Dengan pedoman itu pria tinggi besar yang mendapat julukan De Gadjah itu juga ingin ikut merasakan apa yang dirakasan para petinju sekaligus memotivasi para petarung asuhannya. Makanya dia tidak segan-segan ikut terjun langsung mengikuti latihan para petinju Pelatnas maupun tim Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Bali.

Sambil bertelanjang dada dia mengangkat barbel seberat 80kg dan ban besar 140kg. Itu dilakukannya bukan untuk pamer otot dan kekuatan.

Tetapi pada dasarnya dia memang suka olahraga.

Advertisement

“Saya hobi olahraga. Saya hanya ingin merasakan apa yang mereka rasakan. Sekaligus memotivasi atlet,” kata De Gadjah.

Meskipun demikian De Gadjah menghindari melakukan hal yang tabu. Mencampuri urusan pelatih.

“Saya tidak intervensi yang jadi porsi pelatih. Saya tak ngerti soal teknis. Saya hanya tahu tupoksi seorang manajer pelatnas,” ujar pria yang berkepala plontos itu.

Sejak Senin (24/5/2021) lalu, orang nomor satu di pertinjuan Puala Dewata itu memboyong enam atlet tinju Bali ke markas Pelatnas Tim Merah di Batam.

Keenam petinju Pelatda Bali itu adalah Kripinus Mariano (kelas ringan/46kg), Juli Bria (bantam/56kg), Jekri Riwu (ringan/60kg), Gregorius Ghede Dende (ringan/64kg), Cakti Dwi Putra (menangah/75kg).

Advertisement

Di bawah asuhan pelatih Julianus Leo Bunga, para petinju Bali yang diproyeksikan ke PON XX Papua 2021itu melakukan pemusatan latihan selama sepekan di Batam.

Mereka mencoba menjajal kekuatan Tim Pelatnas Tinju Indonesia yang sedang dipersiapkan untuk SEA Games 2021, Hanoi dan Tim Tinju Kepulauan Riau.

Ada dua petinju Bali yang tergabung di Tim Merah. Mereka adalah Korenelis Kwangu Langu dan Cakti Putra.

“Tujuan saya agar Pelatnas juga mempunyai persiapan untuk seleksi 8-9 juni. Sambil menyelam minum air. Simbiosis mutualisme. Di satu sisi, buat Tim Pelatda Bali untuk mengukur kemampuannya,” jelasnya.

Menurutnya ini try out pertama Tim Tinju Pelatda Bali. Berikutnya mereka akan tampil di Rookie Fight yang digelar di Bali pada 16-21 Agustus.

Advertisement

Kemudian try out ketiga menghadapi Tim Merah Putih- pilihan hasil seleksi Pelatnas Tim Merah dan Putih yang dilangsungkan di Jakarta pada 8-9 Juni.

“Banyak hikmah dan manfaat positif yang bisa diambil dengan uji coba kali ini. Apa yang menjadi kelemahan, bisa kami lakukan pembenahan sesegera mungkin,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan ini momen Pelatna Bali menambah jam terbang. Menurutnya olahraga bela diri itu harus banyak tanding. Sehebat apapun latihan kalau tidak sparring, tidak teruji kemampuannya.

Sejauh ini tim Pelatda Bali yang dipoles pelatih Yulianus Leo Bunga menggenjot fisik dan stamina dalam TC desentralisasi. Mereka berlatih pagi dan sore setiap hari, kecuali Sabtu dan Minggu. Latihan teknik di Adi Swandana Boxing Camp Panjer.

Mantan raja kelas terbang asal Flores, NTT, mengatakan tim Pelatda Bali sudah berlatih sejak tahun lalu. Tapi, karena pandemi Covid-19, mereka tidak melakukan uji coba.

Advertisement

Yulianus menegaskan, Bali sangat serius menghadapi PON. “Ada enam atlet Bali yang lolos PON Papua,” kata Yulianus.

PON XX cabor tinju akan berlangsung di GOR Cendrawasih A.P.O. Jayapura, Papua, Oktober 2021. Yulianus tidak menyebut jumlah target medali emas. Bali siap bersaing. Siap merebut medali emas.

Menurut Yulianus mengatakan, setiap petinju punya kesempatan untuk menjadi juara. Ia berpesan agar enam petinju yang lolos PON tetap bisa menjaga kondisi. Berat badan harus diperhatikan agar ketika pelatda dimulai tidak terlalu overweight.***

TIM PON BALI
1. Krispinus Wonda, kelas pin 46kg
2. Kornelis Langu, kelas terbang ringan 49kg
3. Julio Bria, kelas bantam 56kg
4. Jeckry Riwu, kelas ringan 60 kg
5. Gregorius Ghende, kelas welter ringan 64kg .
6. Cakti Putra, kelas menengah 75kg
7. Yulianus Leo Bunga, pelatih.
8. I Gusti Agung Satrya Wiguna, asisten pelatih

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement