Home News BI Solo dan Pemkab Sukoharjo Bersinergi Kembangkan Modern Farming

BI Solo dan Pemkab Sukoharjo Bersinergi Kembangkan Modern Farming

oleh Dwipraya

Kepala KPwBI Solo bersama Bupati Sukoharjo Etik Suryani dan Forkompinda melakukan panen klaster pagi modern farming. (Foto: istimewa)

FAKTUALid – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Solo bersama Dinas Pertanian Kabupaten Sukoharjo bersinergi melakukan pendampingan klaster padi modern farming sejak tahun 2017. Bl Solo mendukung upaya peningkatan frekuensi tanam di klaster padi modern farming agar dapat menjadi tiga kali setahun.

“Melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa dua sumur dalam yang berada di lokasi desa Tangkisan dan Pojok dapat mengairi Iahan pada saat Waduk Gajah Mungkur dilakukan maintenance rutin tahunan. Dengan demikian, diharapkan frekuensi tanam dapat meningkat,” jelas  Kepala KPwBI Solo, Nugroho Joko Prastowo, saat menghadiri panen raya padi di klaster padi modern farming di Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (11/6/2021).

Klaster ini menjadi percontohan pola tanam yang lebih teratur dan mendukung peningkatan produksi padi tahunan. Selain itu, BI Solo juga memfasilitasi pelatihan perbaikan kesuburan tanah dengan optimalisasi fungsi mikroba tanah untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian lingkungan.

“Pelatihan ini ditindaklanjuti dengan pengembangan demonstration of plot (demplot) ujicoba budidaya padi ramah lingkungan dengan memperhatikan kecukupan nutrisi tanah metalui kualitas dan kuantitas mikroba tanah pada Musim Tanam (MT) Il tahun ini,” paparnya.

Penerapan teknologi dengan sistem pertanian modern yang mulai digalakkan di Sukoharjo sejak tahun 2016 terbukti dapat meningkatkan produktivitas tanaman padi sekaligus menurunkan biaya produksi. Dengan sistem ini terjadi peningkatan produktivitas sampai dengan 15 persen, peningkatan efisiensi biaya produksi sampai 10 persen dan peningkatan kualitas dan harga gabah.

Lebih lanjut Nugroho mengatakan pelatihan dan pendampingan demplot dilakukan melalui kerja sama dengan Komunitas Bunkaination Malang. Yaitu komunitas petani yang berkomitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan moto “kita jaga bumi, bumi jaga kita.” 

“Kegiatan ini dilaksanakan dengan mendasarkan pada kecukupan unsur hara tanah dengan mengukur jumlah dan kualitas mikroba tanah dengan menggunakan mikroskop,” jelasnya lagi.

Pada acara panen raya tersebut, Kepala KPwBI Solo juga didampingi Bupati Sukoharjo dan Forkompinda. Melalui pemdampingan tersebut, Nugroho berharap kesejahteraan petani semakin meningkat dan mendukung ketahanan pangan nasional. (Uti Farinzi)***

Tinggalkan Komentar