Home News Pemkot Solo Tetap Perjuangkan Lahan Sriwedari

Pemkot Solo Tetap Perjuangkan Lahan Sriwedari

oleh Dwipraya

Foto: Istimewa

FAKTUALid – Pemerintah Kota Solo, Jawa Tengah, tetap akan memperjuangkan lahan Sriwedari. Meskipun dalam sidang terakhir di Pengadilan Negeri (PN) Solo, Rabu (9/6/2021) yang lalu, hakim memutuskan menolak gugatan Pemkot Solo.

Menanggapi hasil sidang perdata tersebut,  Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengatakan Pemkot Solo tetap akan memperjuangkan lahan Sriwedari.

“Kita lanjutkan tetap kita perjuangkan. Tenang saja, kita tetap perjuangkan terus sampai balik lagi ke warga Solo,” jelas Gibran, Jumat (11/6/2021).

Disinggung apakah akan ada koordinasi dengan pusat, termasuk presiden, Gibran mengatakan sampai saat ini belum ada.

“Nanti saja, kita handel sendiri saja. Kita lanjutkan perjuangan gakpapa,” katanya.

Dengan hasil sidang kemarin, berarti Pemkot Solo mengalami kekalahan sebanyak 15 kali dalam kasus perebutan lahan Sriwedari antara Pemkot Solo dengan ahli waris Wiryodiningrat. 

Sebelumnya dalam sidang perdata di Pengadilan Negeri Solo, majelis hakim memutuskan tidak dapat menerima gugatan yang diajukan Pemkot Solo.

Sidang tersebut dipimpin Hakim Ketua Pandu Budiono dengan majelis Frederik Frans dan Heru Budyanto itu memutuskan gugatan yang dilayangkan Pemkot Solo ditujukan kepada ahli waris yang sudah meninggal dunia.

Menanggapi putusan tersebut, kuasa hukum Pemkot Solo, Wahyu Winarto langsung menyatakan banding.

“Kita tetap banding, masih ada kemungkinan. Ini demi mempertahankan Sriwedari untuk masyarakat,” katanya.

Wahyu mengatakan Pemkot Solo masih memiliki peluang untuk mempertahankan lahan Sriwedari terutama di lahan Hak Pakai (HP) 26 dan HP 46. 

Sengketa lahan antara Pemkot Solo dengan ahli waris Wiryodiningrat atas tanah Sriwedari itu sudah berjalan hingga lebih dari empat dekade. Ahli waris Wiryodiningrat menggugat Pemkot Solo yang menguasai lahan dulu dikenal sebagai Bon Rojo (kebun raja) itu. (Uti Farinzi) ***

You may also like

Tinggalkan Komentar