Hukum
Kesya Rindu Ayahnya yang Tewas Dikeroyok Massa Gegara Diduga Curi Ayam, Dikunjungi Selebgram Aisar Khaled

Kesya paling kiri, sempat menangis histeris saat pemakaman ayahnya. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Kesya, putri dari korban tewas dalam aksi main hakim sendiri di Tabanan, Bali, mengungkapkan kerinduannya kepada sang ayah saat menerima kunjungan selebgram asal Malaysia, Aisar Khaled.
Dalam kunjungan tersebut, Aisar datang membawa sejumlah hadiah berupa boneka dan telepon genggam untuk Kesya. Kehadirannya disambut senyum polos bocah berusia tujuh tahun itu.
Saat berbincang, Aisar menanyakan usia Kesya. “Tujuh tahun,” ungkap Kesya.
Setelah menjawab pertanyaan tersebut, suasana berubah haru ketika Kesya tak mampu menahan tangis saat berada di pangkuan Aisar.
Melihat Kesya menangis, Aisar mencoba menenangkannya dan menanyakan penyebab kesedihannya. Dengan suara lirih, Kesya mengaku, “kangen ayah” . Dia sangat merindukan ayahnya yang telah meninggal dunia.
Mendengar pengakuan itu, Aisar memberikan semangat kepada Kesya agar tetap kuat menghadapi cobaan.
Ia juga mengingatkan bocah tersebut untuk terus berdoa dan menjalani kehidupan dengan penuh harapan.
Sebelum berpamitan, Aisar turut menyerahkan bantuan kepada keluarga korban berupa dana yang diperuntukkan bagi biaya pendidikan Kesya dan kakaknya.
Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada ibu Kesya dengan harapan dapat meringankan beban keluarga.
Momen penuh haru itu kemudian dibagikan melalui media sosial Aisar Khaled dan langsung menarik perhatian netizen.
Banyak netizen mengaku tersentuh melihat Kesya yang masih kecil harus kehilangan sosok ayahnya akibat peristiwa tragis tersebut.
Beragam doa dan dukungan pun mengalir di kolom komentar. Warganet berharap Kesya dapat tumbuh menjadi anak yang kuat, sehat, dan meraih masa depan yang lebih baik meski harus menghadapi kehilangan besar di usia yang masih sangat muda.
Kasus yang menimpa ayah Kesya sebelumnya memicu perhatian luas masyarakat dan mendorong berbagai pihak untuk memberikan bantuan serta pendampingan bagi keluarga yang ditinggalkan, khususnya bagi anak-anak korban.***














