Connect with us

News

Olimpiade Tokyo: Amerika Pertahankan Juara Umum, Indonesia Harus Puas di Posisi 55

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Pebalap sepeda Jennifer Valente mengukuhkan Amerika Serikat menjadi juara umum Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang, setelah merebut medali emas balap sepeda trek omnium putri di Izu Velodrome

Pebalap sepeda Jennifer Valente mengukuhkan Amerika Serikat menjadi juara umum Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang, setelah merebut medali emas balap sepeda trek omnium putri di Izu Velodrome

FAKTUALid – Amerika Serikat mempertahankan gelar juara umum pada Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang setelah pada perebutan medali hari terakhir Sabtu (8/8/2021) meraih tiga emas. Capaian ini mengantar AS menyodok di tikungan terakhir menggeser China yang sejak awal sampai Jumat terus berkibar memimpin klasemen perolehan medali.

Sementara itu Indonesia akhirnya harus puas menempati posisi 55 besar dengan raihan 1 emas, 1 perak dan 3 perunggu. Peringkat ini tidak berhasil memenuhi target Menteri Pemuda Dan Olahraga (Menpora) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) atau NOC of Indonesia yang menggembargemborkan masuk 40 besar dunia.

Posisi Indonesia  turun sembilan tingkat dibandingkan Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil, empat tahun lalu. Saat itu Kontingen Merah Putih berada di urutan 46 dengan 1 emas, 2 perak.

Untuk konstelasi persaingan di kawasan Asia Tenggara, Indonesia baik di Tokyo maupun Rio tidak mampu menjadi yang terbaik.

Kali ini Indonesia berada di bawah Filipina yang menobatkan diri sebagai Raja Asia Tenggara di pesta olahraga dunia ini dengan raihan 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu. Indonesia di urutan dua dengan mengungguli Thailand (posisi 59) dan Malaysia (74). Sedangkan Singapura, Vietnam, Laos, Kamboja, Brunei dan Timor Leste tidak mampu meraih medali.

Advertisement

Ketika di Rio, Indonesia juga berada di posisi kedua untuk Asia Tenggara. Kala itu Thailand yang menggungguli Indonesia karena berada di posisi 35 dengan 2 – 2 – 2.  

Tikungan Terakhir

Raihan tiga keping medali emas tambahan dalam kompetisi hari terakhir, Minggu, membuat kontingen Amerika Serikat menjadi juara umum Olimpiade Tokyo 2020. AS menyodok China di tikungan terakhir.

Para atlet negeri Paman Sam berakhir dengan raihan 39 medali emas, 41 perak dan 33 perunggu, sedangkan China di posisi kedua dengan 38 emas, 32 perak dan 18 perunggu.

Amerika melanjutkan dominasi mereka yang selalu menjadi juara umum Olimpiade dalam enam dari tujuh edisi terakhir sejak Atlanta 1992, kecuali saat China menjadi raja di tanah sendiri dalam Beijing 2008.

Advertisement

Rangkaian Olimpiade Tokyo masih menyisakan dua partai final, yakni untuk handball putri dan polo air putri, tetapi baik Amerika maupun China tak terlibat di dalamnya, sehingga hasil kedua laga itu tidak akan mengubah perebutan posisi juara umum.

Amerika memasuki kompetisi hari terakhir, yang memperebutkan 13 keping medali emas di delapan cabang olahraga, dengan berada di posisi kedua klasemen perolehan medali, hanya tertinggal dua emas dari China yang menduduki puncak.

Tim bola basket putri menjadi penyumbang medali emas pertama Amerika di hari terakhir seusai menundukkan tuan rumah Jepang dengan 90-75 di Saitama Super Arena.

Lantas pebalap sepeda Jennifer Valente juga menyumbangkan medali emas setelah memenangi nomor balap sepeda trek omnium putri di Izu Velodrome, sementara wakil tuan rumah Yumi Kajihara memperoleh perak dan perunggu didapatkan pebalap sepeda Belanda Kirsten Wild.

Emas terakhir Amerika di hari penutup disumbangkan oleh tim bola voli putri mereka yang secara gemilang melumat Brazil dengan skor 3-0 di Ariake Arena.

Advertisement

Sementara Amerika panen tiga medali emas tambahan disertai dua perak, China sepanjang hari Minggu hanya memperoleh satu medali perak melalui petinju Li Qian yang kalah melawan wakil Britania Raya Lauren Prince dalam final kelas menengah (69-75kg) putri.

Jepang Pecahkan Rekor

Jepang mengakhiri Olimpiade Tokyo 2020 dengan rekor perolehan 27 medali emas, jauh melebihi rekor tertinggi sebelumnya, yaitu 16 di Olimpiade Athena 2000.

Manajer umum untuk delegasi nasional Jepang Mitsugi Ogata memuji para atlet dengan mengatakan bahwa dia “senang kami dapat menyampaikan beberapa berita yang menggembirakan,” seperti dikutip dari Reuters, Minggu.

Ada kekhawatiran tentang Olimpiade yang dianggap “tidak perlu” di tengah pandemi, tetapi dengan penampilan para atlet Jepang, penyelenggara “secara bertahap mendapatkan pemahaman publik,” kata Ogata.

Advertisement

Penghitungan total medali Jepang mencapai 58, juga merupakan rekor, dan melebihi rekor tertinggi sebelumnya, yaitu 37 medali di Athena.

Medali tersebut termasuk selancar ombak, panjat tebing dan skateboard. Ketiganya merupakan olahraga yang debut di Olimpiade Tokyo.

Jepang juga mencatatkan medali lewat cabang judo, dengan Uta dan Hifumi Abe menjadi saudara kandung pertama dalam sejarah Olimpiade yang memenangi medali emas pada hari yang sama.

Proyeksi awal oleh perusahaan data Gracenote memperkirakan Jepang mengamankan 60 medali.

Jepang juga menghadapi beberapa kekecewaan besar ketika bintang tenis Naomi Osaka tersingkir di putaran ketiga, beberapa hari setelah dia menjadi sorotan saat menyalakan kaldron api Olimpiade pada upacara pembukaan.

Advertisement

Di cabang olahraga golf, Hideki Matsuyama yang memenangi Turnamen Master 2021, gagal mengantongi perunggu di nomor putra.

Sementara sebagian besar publik tetap menentang Olimpiade tahun ini, setelah ditunda pada tahun 2020 karena pandemi COVID-19, IOC telah menggembar-gemborkan jumlah penonton televisi yang tinggi untuk menunjukkan dukungan publik Jepang terhadap acara olahraga multievent dunia itu.

Bahkan, jumlah penonton televisi untuk semifinal sepak bola antara Jepang dan Spanyol pada satu titik melonjak menjadi 43 persen, menurut harian Yomiuri.

Penyelenggara juga memuji keberhasilan mereka dalam mencegah penyebaran COVID-19 di antara staf dan atlet Olimpiade.

Namun, kasus virus corona harian di kota tuan rumah membengkak selama Olimpiade, melebihi jumlah sebelumnya, dan sempat mencapai lebih dari 5.000 kasus.  ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement