Home News Olimpiade 2020 Tokyo: Emas dan Perunggu Bulutangkis Lesatkan Peringkat Indonesia

Olimpiade 2020 Tokyo: Emas dan Perunggu Bulutangkis Lesatkan Peringkat Indonesia

oleh Gungdewan
Emas diukir Greysia/Apriyani yang berhasil menaklukkan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan asal China di partai final

Emas diukir Greysia/Apriyani yang berhasil menaklukkan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan asal China di partai final

FAKTUALid – Sukses Greysia Polii/Apriyani Rahayu merebut medali emas ganda putri dan Anthony Sinisuka Ginting merah perunggu tunggal putra bulutangkis Olimpade 2020 Tokyo, Senin (2/8/2021) melesatkan peringkat Indonesia.

Kalau sehari sebelumnya Kontingen Indonesia masih bertengger di peringkat 71 maka persembahan Greysia/Apriyani dan Anthony Sinisuka Ginting melesatkan posisi pasukan Merah Putih. Satu emas dan satu perunggu itu mengangkat Indonesia ke urutan 34.

Emas  diukir Greysia/Apriyani yang berhasil menaklukkan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan asal China di partai final dan sukses mempersembahkan medali emas pertama bagi Indonesia.

Dalam pertandingan final bulu tangkis ganda putri yang bergulir selama 55 menit di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Greysia/Apriyani memetik kemenangan dalam dua gim dengan skor 21-19, 21-15.

Secara head-to-head, Chen/Jia sebetulnya lebih unggul karena mereka merupakan pasangan nomor dua dunia, sedangkan Greysia/Apriyani berada di urutan keenam. Chen/Jia juga unggul dengan agregat 6-3 dari total sembilan pertemuan mereka dengan Greysia/Apriyani.

Kedua pasangan itu terakhir kali bertemu di turnamen BWF World Tour Finals 2019. Laga tersebut dimenangkan oleh Chen/Jia.

Greysia/Apriyani mengaku masih tidak menyangka mereka bisa keluar sebagai juara dan mempersembahkan medali emas untuk Indonesia dalam ajang Olimpiade Tokyo 2020.

Mereka tidak hanya menjadi penyumbang emas pertama bagi tim Merah Putih di Olimpiade Tokyo, tetapi juga tercatat sebagai ganda putri pertama yang meraih medali emas di ajang Olimpiade.

“Sejujurnya saya masih tak menyangka bisa menjadi juara Olimpiade. Kami hanya mencoba menang poin demi poin. Tapi kami juga memang ingin sekali membuat sejarah bagi bulu tangkis Indonesia,” kata Greysia, dalam keterangan resmi Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Senin.

Indonesia juga sukses mengamankan medali kedua dari cabang olahraga bulu tangkis Olimpiade Tokyo 2020 setelah Anthony Sinisuka Ginting memenangi laga penentuan perunggu melawan Kevin Cordon dari Guatemala di Musashino Forest Sport Plaza, Senin.

Medali perunggu dari sektor tunggal putra dimenangkan atlet peringkat lima dunia itu setelah berjibaku selama 38 menit dalam dua gim langsung 21-11, 21-13.

Dengan hasil ini, Ginting menorehkan prestasi tertinggi dalam karier bulu tangkisnya dengan memenangkan medali dari ajang Olimpiade perdananya.

“Pertama terima kasih kepada Tuhan. Ini Olimpiade pertama saya. Sebenarnya saya ingin (medali) emas, tapi lawan lebih tangguh. Saya sudah berusaha keras dan fokus untuk pertandingan hari ini. Saya senang dengan performa hari ini dan juga perolehan medali perunggu,” kata Ginting lewat keterangan resmi BWF.

Kemenangan di dua nomor bulu tangkis itu tentu sangat membanggakan bangsa Indonesia, tak hanya para pecinta bulu tangkis. Apalagi, Greysia/Apriyani bisa membawa pulang medali emas pertama yang diraih di Olimpiade Tokyo.

Berbagai apresiasi dan ucapan selamat pun mengalir untuk para peraih medali itu, tak terkecuali dari Presiden RI Joko Widodo yang langsung menghubungi Greysia/Apriyani.

Melalui panggilan video yang dilakukan dari Indonesia, Presiden menyatakan kegembiraannya atas keberhasilan Greysia/Apriyani di Olimpiade Tokyo, Jepang.

“Selamat sore Greys dan Apri, saya mewakili seluruh rakyat Indonesia mengucapkan selamat atas keberhasilan emasnya, saya betul-betul senang banget, jujur saya bangga apalagi waktu lagu Indonesia Raya berkumandang,” ujar Presiden, sebagaimana disaksikan melalui tayangan Youtube Sekretariat Presiden di Jakarta, Senin.

Kepala Negara menyatakan bangga karena Greysia dan Apriyani telah berhasil mempertahankan tradisi emas olimpiade bagi Indonesia.

Presiden juga sempat menanyakan proses pertandingan kepada Greysia dan Apriyani melalui sebuah perbincangan singkat.

Bahkan, Jokowi mengaku sempat tegang saat menonton pertandingan Greysia/Apriyani melawan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan.

Duo Greysia dan Apriyani pun mengaku merasakan hal serupa, sambil terus menunjukkan medali emas yang diraihnya.

Secara terpisah, Chef de Mission Kontingen Indonesia untuk Olimpiade Tokyo 2020 Rosan P Roeslani turut mengapresiasi perjuangan Greysia/Apriyani yang sukses merebut medali emas.

“Penampilan Greysia/Apriyani membuat bangga kami semua, bahkan seluruh masyarakat Indonesia. Mereka berhasil membuat sejarah di Olimpiade Tokyo. Greysia/Apriyani menjadi penyumbang emas sekaligus ganda putri pertama yang mampu meraih medali emas di Olimpiadę,” kata Rosan seperti dilansir antaranews.com.

Keberhasilan bulu tangkis sayangnya tak diikuti cabang olahraga angkat besi yang di hari yang sama ikut bertanding di Olimpiade Tokyo setelah Nurul Akmal gagal mempersembahkan medali kelas +87 kg.

Lifter asal Aceh itu harus puas finis di posisi kelima Grup A kelas +87kg putri cabang angkat besi Olimpiade Tokyo 2020 ketika secara bersamaan China kian dominan setelah menyabet emas di kelas tersebut.

Dengan tambahan dua medali, yakni satu emas dan satu perunggu itu, kontingen Indonesia naik ke peringkat ke-35 klasemen medali Olimpiade Tokyo, dengan total lima medali (satu emas, satu perak, dan tiga perunggu). ***

Tinggalkan Komentar