Nusantara
Capaian Vaksinasi Kota Solo 115 Persen, Tapi Wilayah Lain di Solo Raya Masih Rendah

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin saat meninjau pelaksanaan vaksinasi massal di Keraton Surakarta. (Foto : Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Capaian vaksinasi Covid-19 di Kota Solo, Jawa Tengah telah mencapai 115 persen dari target sasaran. Tetapi, wilayah lain di sekitar Solo Raya, saat ini capaiannya masih rendah sehingga perlu ditingkatkan.
Seperti dikatakan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Keraton Surakarta, Rabu (29/9/2021).
“Capaian di Kota Solo sebanyak 115 persen sudah sangat bagus. Tetapi untuk wilayah lain di sekitar Kota Solo masih perlu ditingkatkan. Untuk wilayah aglomerasi, kan Bapak Presiden inginnya bulan September ini mencapai 70 persen. Kalau yang aglomerasi Solo, Alhamdulilah sudah 50 persen an,” jelasnya.
Untuk percepatan vaksinasi di wilayah aglomerasi Solo Raya, saat ini kegiatan vaksinasi massal yang dilakukan di Kota Solo tidak lagi memandang harus warga yang ber KTP Solo. Sehingga warga dari kabupaten lain di sekitar Solo Raya bisa melakukan vaksinasi di Kota Solo.
“Saya berterima kasih karena vaksinasi Covid-19 di Kota Solo sudah membuka warga non KTP Solo. Kalau untuk wilayah aglomerasi bulan September ditargetkan mencapai 70 persen, yang paling maju adalah Jabodetabek, kecuali kabupaten Bogor. Yang kurang kabupaten Bandung dan di Bangkalan,” jelasnya lagi.
Lebih lanjut, Menkes mengatakan cepat atau lambannya vaksinasi tergantung pada kepala daerahnya masing-masing. Jika kepala daerahnya aktif dan masyarakatnya aktif, vaksinasi bisa lebih lancar.
Apalagi saat ini sudah datang 200 juta dosis vaksin tapi yang baru divaksinasi 140 juta. Sehingga masih ada 60 juta yang belum divaksin. Pihaknya juga berterima kasih kepada Pemkot Solo dan Raja Keraton Surakarta, Paku Buwono (PB) XIII yang telah ikut serta menyukseskan percepatan vaksinasi untuk warga Solo dan sekitarnya.
“Untuk vaksinasi pelajar, yang lebih penting guru-guru. Kalau guru-guru itu blum semua divaksin itu yang harus diutamakan,” katanya.
Budi mengatakan jika anak-anak sebenarnya sangat kecil sekali kemungkinan terpapar. Tetapi untuk guru-guru harus divaksin karena mereka yang berbicara di depan kelas.
Disinggung pemberian vaksin Pfizer untuk anak TK dan SD atau yang berusia dibawah 12 tahun, Menkes mengatakan sampai saat ini vaksinasi untuk anak usia dibawah 12 tahun belum ada rekomendasi.
Sementara itu, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka pada kesempatan yang sama mengatakan dirinya bersama Menkes sempat berdisuksi soal pemerataan vaksinasi di wilayah Solo Raya.
“Solo kan sudah cukup tinggi biar kabupaten sekitar mengejar juga. Tapi tadi sudah cukup baik kabupaten sekitar sudah diatas 50 persen. Kalau warga Solo masih kurang 70.000an nanti kita kejar, lansia, adik- adik usia 12 tahun ke atas,” ujarnya.
Gibran menegaskan pemerataan vaksinasi di aglomerasi Solo Raya tidak bisa dilakukan sendirian.
“Kota Solo gak bisa berdiri sendiri, kalau Solo capaiannya tinggi yang lain belum ngejar ya percuma,” pungkasnya. ***














