Nusantara
Mudik dari Madura, Belasan Warga Dusun di Lamongan Terpapar Covid-19

Foto: Istimewa
FAKTUALid – Belasan warga Dusun Kemlagi, Desa Bulumargi, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, harus menjalani isolasi dan seorang lainnya meninggal karena terpapar Covid-19. Lonjakan kasus di desa itu terjadi setelah ada warganya yang mudik dari Pulau Madura.
Menurut Kepala Desa Bulumargi, Kecamatan Babat Ismail, ada 15 warga Dusun Kemlagi yang sudah dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil test Swab Antigen dan satu orang yang meninggal dunia. “Saat ini yang positif harus menjalani isolasi dan perawatan di RS Karangkembang Babat,” ujarnya, Minggu (13/6/2021).
Dia mengakui banyak warga di dusun tersebut yang mencari nafkah di Pulau Madura. Setelah muncul kabar santer soal lonjakan kasus Covid-19 di Madura, warga asal Lomongan mulai khawatir dan pilih mengamankan diri dengan cara mudik ke kampung halaman. Hingga Jumat (11/6/2021) saja jumlah warga yang pulang kampung ke Lamongan tercatat ada 58 orang.
Setelah mereka tiba di rumah, di dusun itu ditemukan 7 orang yang positif Covid-19 berdasarkan hasil tes Swab Antigen. Setelah dilakukan tracing terhadap warga yang berhubungan dengan para pemudik itu, akhirnya ditemukan tambahan 8 orang lagi yang sudah terpapar.
Saat ini, tinggal 14 orang saja yang masih harus menjalani isolasi di RS Karangkembang Babat Lamongan. Satu orang sudah diperbolehkan pulang setelah hasil testnya sudah negatif.
Kini pihak aparat desa mewajibkan warga yang pulang kampung terutama yang dari Pulau Madura, untuk melakukan test swab antigen dulu sebelum masuk ke wilayah desa setempat. Bila hasil tesnya positif, warga yang bersangkutan akan langsung dievakuasi ke rumah sakit dan yang negatif boleh pulang.
Jumlah warga Dusun Kemlagi yang merantau dan bekerja di Madura kurang lebih sebanyak 142 orang. Mereka yang masih ada di Pulau Madura diminta untuk tidak pulang dulu sampai situasi benar-benar sudah membaik.
Kebanyakan warga merantau ke Pulau Madura untuk berjualan bakso, pentol dan wiraswasta. Kini pihak desa terus berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Lamongan untuk mencegah agar virus berbahaya itu tidak semakin meluas.(Akbar Surya)***













