Connect with us

Nusantara

Masih Banyak Warga Madura yang Enggan Diswab PCR

Diterbitkan

pada

Suasana tes swab massal di Jembatan Suramadu. (Foto: Istimewa)

FAKTUALid – Pemprov Jawa Timur melakukan penambahan bed perawatan pasien Covid-19 untuk RSUD Ratu Ebo Bangkalan. Upaya itu dilakukan untuk merespon  tingginya angka hunian akibat wabah Covid-19 yang kini sedang menerjang Kabupaten Bangkalan.

Menurut Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, pihaknya terus berupaya melakukan tracing  dan testing ketat pada masyarakat yang berkontak erat. “Rakor terkait lonjakan kasus di Bangkalan sudah kami lakukan sejak Kamis pekan lalu.  Dilanjutkan kunjungan rumah sakit dan titik yang terdeteksi paling banyak kasus yaitu Arosbaya,” ujarnya, Minggu ( 6/6/2021).

Di RSUD Bangkalan tersebut, dari 90 tempat tidur, yang terpakai sudah 73 bed. Saat ini RSUD Bangkalan membutuhkan HFNC, ventilator serta beberapa jenis obat. Pemprov Jatim telah mengkomunikasikan ke Kementerian Kesehatan dan akan dikirim 32 unit HFNC langsung ke Bangkalan.

Sementara untuk pasien yang kondisinya berat, Gubernur meminta untuk langsung dirujuk ke RSUD dr Soetomo, Surabaya yang alat dan dokternya lebih lengkap. “Dengan cara itu, RS di Bangkalan bisa ada relaksasi,” tambah Khofifah.

Tidak hanya itu, sejak kemarin sejumlah mobil PCR test dari Pemprov Jatim juga sudah dikirimkan ke Bangkalan. Hal ini dilakukan untuk memasifkan testing di titik-titik yang memang menjadi episentrum lonjakan kasus Covid-19 di Bangkalan.

Tapi sayangnya, kata Gubernur, masih banyak masyarakat yang belum berkenan untuk dilakukan swab PCR. Karena itulah, pihaknya mengupayakan langkah-langkah persuasif untuk menimbulkan kesadaran masyarakat agar mau dites.

Advertisement

Pemprov Jatim mendukung Pemkot Surabaya, Polrestabes Surabaya serta Korem Bhaskara Jaya yang mulai melakukan swab antigen secara acak di kaki jembatan Suramadu di sisi Kota Surabaya, karena mobilitas antara Surabaya dan madura sangat tinggi. swab antigen dilakukan untuk pengendara yang mengarah masuk ke Kota Pahlawan maupun yang akan menuju Madura.

Untuk kepetingan itu, pihaknya telah menyiapkan tempat transit bagi mereka yang terdeteksi reaktif Covid-19, di halaman Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS). Selanjutnya, yang terdeteksi tapi tanpa gejala atau gejala ringan sampai sedang, akan dilakukan perawatan dan isolasi di RS Darurat Lapangan Indrapura. Sedangkan yang ada gejala sedang sampai berat dirujuk ke RSU dr Soetomo atau rumah sakit rujukan terdekat lainnya.

Sementara, pemberlakuan swab antigen massal di Jembatan Suramadu mulai Minggu (6/6/2021) memicu antrean panjang. Para pengendara roda dua maupun roda empat bahkan harus menunggu lebih dari tiga jam untuk bisa masuk Kota Surabaya.

Para pengendara yang terjebak kebanyakan mengaku tidak tahu kondisi Bangkalan yang sedang mengalami lonjakan kasus Covid-19. Mereka juga tidak menduga akan ada penyekatan dan tes massal seperti itu.

Salah seorang warga Pamekasan, Arief mengaku kaget ketika melihat antrean panjang di gate pintu masuk Jembatan Suramadu. Sama seperti pengendara kendaraan bermotor yang lain, dirinya hanya bisa pasrah terjebak selam 4 jam, daripada harus putar balik ke Madura. “Mau gimana lagi, saya juga takut terkena Covid-19,” ujarnya.(Akbar Surya)***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement