Nasional
Menko Muhaimin Tegaskan Bantuan Rehabilitasi Bangunan Tidak Hanya untuk Pesantren tapi juga Kegiatan Keagamaan Lain

Menteri Koordinator (Menko) Pemberdayaan Masyarakat, A. Muhaimin Iskandar memimpin Rapat Tingkat Menteri Tindak Lanjut Arahan Presiden di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Jumat (17/10/2025).
FAKTUAL INDONESIA: Sebagai upaya negara memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat yang sedang belajar atau beribadah maka pemerintah tidak hanya membantu rehabilitasi bangunan lembaga pendidikan pondok pesantren, melainkan juga bangunan-bangunan kegiatan keagamaan lain yang rawan.
Demikian dikemukakan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, A. Muhaimin Iskandar
usai Rapat Tingkat Menteri Tindak Lanjut Arahan Presiden di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Jumat (17/10/2025).
Baca Juga : Ultah ke-74 Presiden Prabowo: Menko Pangan, Mensesneg, Wamenpar dan Anies Sampaikan Doa, dari Kebijaksanaan hingga Keteguhan Hati
“Kita tidak hanya fokus pada Al-Khoziny atau pesantren, tetapi juga pada semua lembaga pendidikan, kegiatan keagamaan, dan rumah ibadah yang rawan, semuanya akan kita bantu,” kata Menko Muhaimin.
Muhaimin mejelaskan, audit dan pengecekan bangunan tidak hanya untuk tempat ibadah, tapi juga untuk seluruh tempat layanan publik keagamaan seperti panti asuhan dan pelayanan pendidikan.
“Menteri PU sedang melakukan proses audit dan pendampingan kepada pesantren-pesantren yang rawan. Ini adalah antisipasi agar para santri mendapatkan kenyamanan, keamanan, dan proses pembelajaran dapat terus berlangsung,” jelas Muhaimin.
Baca Juga : Menkop Ferry Juliantono Tegaskan Operasionalisasi Kopdes Membuat Harga Terjangkau, Tumbuhkan Perekonomian Desa
Menurut Muhaimin, saat ini Kementerian PU sedang mengaudit 80 pesantren yang masuk kategori paling rawan. Pemerintah pun akan terus menambah jumlah pesantren untuk mempercepat proses mitigasi.
Selain proses audit, Menko PM Muhaimin akan menginstruksikan Kementerian/Lembaga terkait menyempurnakan mekanisme proses perizinan dan pendirian bangunan untuk mempermudah prosesnya.
Adapun sejumlah menteri yang hadir dalam rapat kali ini adalah Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Agama Nasaruddin Umar, dan Menteri PU Dody Hanggodo. ***














