Nasional
Kolaborasi Kadin dan Kemenkes dalam Pelaksanaan PKG Dapat Mendorong Kesehatan sebagai Investasi Strategis di Indonesia

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie bersama pengurus Kadin Indonesia beraudiensi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Kantor Kemenkes, Jakarta, Kamis (6/2/2025).
FAKTUAL INDONESIA: Kolaborasi antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam pelaksanaan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) dapat mendorong sektor kesehatan sebagai peluang investasi strategis di Indonesia.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menyatakan pihaknya mendorong pembangunan dan investasi bidang kesehatan di tanah air untuk mendukung program PKG yang akan diluncurkan Kemenkes pada 10 Februari 2025.
“Program ini merupakan bagian dari inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesehatan masyarakat secara luas,” kata Anindya, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Melalui kerja sama yang dijalin Kadin Indonesia bersama Kemenkes dalam program PKG tersebut, Anindya melihat besarnya manfaat program itu dengan skala dan jangkauan terluas yang disasar oleh pemerintahan Prabowo.
Baca Juga : Bayi Gajah Lahir Sehat dari Pasangan Induk Fuja dan Pejantan Sarma di PKG Bengkalis Riau
Sebagai langkah awal dukungan terhadap program PKG tersebut, Anin demikian sapaan akrab Anindya, menegaskan bahwa Kadin Indonesia akan turut berpartisipasi dengan menggelar program PKG di lingkungan keluarga besar Kadin Indonesia terlebih dulu.
Kadin Indonesia dan Kemenkes masih membahas teknis pelaksanaan program di berbagai lokasi, termasuk kemungkinan pemeriksaan dilakukan langsung di fasilitas milik perusahaan anggota Kadin Indonesia.
Selain itu, Anin mengatakan pembahasan bersama Menkes Budi juga menyasar perihal penyatuan platform kesehatan, serta rencana pembuatan laporan riset bersama terkait peluang investasi di sektor kesehatan nasional guna mewujudkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.
Anin menekankan, peningkatan kesehatan masyarakat berkontribusi langsung terhadap perekonomian. Dengan masyarakat yang lebih sehat dan produktif, diharapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 8 persen per tahun.
“Kalau masyarakat hidup lebih lama, lebih sehat, dan lebih produktif, maka pendapatan per kapita bisa meningkat. Mudah-mudahan target pertumbuhan ekonomi 8 persen dapat tercapai,” kata Anin yang bersama jajaran pengurus Kadin Indonesia melakukan audiensi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Kantor Kemenkes, Jakarta, Kamis (6/2/2025)..
Anin menjelaskan saat mengadakan Forum CEO dan Business Matching Indonesia-India di New Delhi, India, dua pekan lalu, Kadin Indonesia, melalui Mayapada Healthcare, sudah menjalin kerja sama, yang ditandai penandatangan MoU dengan Apollo Hospitals India untuk pengembangan pembangunan rumah sakit bertaraf internasional di Batam, Kepri, lewat modernisasi alat kesehatan dan pengembangan kualitas tenaga kesehatan rumah sakit.
Baca Juga : Anindya Bakrie Resmi Disahkan Sebagai Ketua Umum Kadin, Dukung Program Makan Bergizi Gratis
Pada kesempatan tersebut, Menkes Budi mengatakan, rapat dengan Kadin bertujuan untuk mengikutsertakan Kadin Indonesia dalam menyukseskan program PKG.
“Pak Presiden sudah setuju 10 Februari 2025 (program PKG) dijalankan, dan pak Presiden enggak senang seremoni-seremoni, sudah langsung jalanin aja,” kata Budi.
Dalam kesempatan itu, Budi mengungkapkan, banyak peluang bisnis di bidang kesehatan, mulai dari pembangunan rumah sakit, penyediaan alat-alat kesehatan berteknologi modern, bisnis farmasi hingga healthcare tourism. Menkes mencontohkan, pembangunan rumah sakit di daerah perbatasan seperti di Kupang, NTT dan Papua akan berpotensi dapat menarik devisa.
“Orang Timor Leste akan memilih berobat ke Kupang. Orang Papua Nugini dan negara sekitarnya akan memilih rumah sakit di Papua daripada rumah sakit di negara lain yang jauh,” ujarnya.
Juga dibicarakan mengenai akan segera dibentuk tim khusus antara Kadin Indonesia dan Kemenkes untuk menyusun rencana kerja bersama agar para pelaku usaha ikut terlibat dalam pembangunan di bidang kesehatan dan ikut mewujudkan laju pertumbuhan ekonomi 8 persen. ***