Nasional
Kali Cikarang Meluap, Bekasi Kebanjiran, Tujuh Kecamatan Terendam Air 30 – 140 Cm

Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar) kebanjiran akibat curah hujan dengan intensitas tinggi dan meluapnya Kali Cikarang yang membuat tujuh kecamatan teredam air hingga Sabtu (1/11/2025) petang
FAKTUAL INDONESIA: Hujan intensitas tinggi dan meluapnya Kali Cikarang mengakibatkan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar) kebanjiran. Tujuh kecamatan tercatat terendam air dengan ketinggian yang bervariasi mulai 30 – 80 cm. Bahkan satu titik di Kampung Jagawana mencapai ketinggian 140 cm.
Berbagai upaya dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi untuk menangani banjir akibat hujan intensitas tinggi sejak Jumat (31/10/2025) malam serta luapan Kali Cikarang. Hingga Sabtu (1/11/2025) petang, air masih merendam beberapa titik.
Baca Juga : Hujan Deras Guyur Jakarta, Ini Daftar 54 RT yang Terendam Banjir
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi Muchlis, tujuh kecamatan yang terdampak banjir meliputi Serang Baru, Cikarang Selatan, Cikarang Barat, Cikarang Utara, Sukatani, Karangbahagia, dan Cibitung.
Seperti dipantau dari media online laporan pikiranrakyat dan infobekasi, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi Dodi Supriadi di Cikarang, Sabtu, mengatakan sejumlah upaya sudah dilakukan, meliputi pengiriman pompa air ke Perumahan Arthera Hill Serang Baru, tenda pengungsi ke Cikarang Barat, evakuasi warga, dan pemasangan tenda pengungsi di Cikarang Utara.
“Tim kami masih di lapangan memantau dan membantu warga,” katanya sambil menambahkan bantuan logistik juga sudah didistribusikan ke lokasi bencana.
Masyarakat diimbau tetap waspada karena curah hujan tinggi masih berpotensi mengguyur wilayah setempat dalam beberapa hari ke depan. Kesiapsiagaan itu, kata dia, diperlukan guna meminimalisasi dampak bencana.
Baca Juga : Banjir Rendam Dua RT di Jakarta akibat Hujan Deras, Warga Diminta Waspada dan Call 112 untuk Layanan Darurat
Sejumlah warga di daerah terdampak telah melakukan langkah antisipatif dengan mengamankan barang-barang berharga sejak tanda-tanda kenaikan air mulai terlihat. Seorang warga Kampung Keramat, Desa Karangbaru, Kecamatan Cikarang Utara, menyampaikan bahwa banjir di wilayah tersebut sudah terjadi beberapa kali dalam tahun ini. Air dilaporkan berasal dari luapan Kali Cikarang yang meningkat secara bertahap hingga masuk ke permukiman. Warga lainnya di Kampung Jarakosta, Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, menyebutkan bahwa air mulai merendam pemukiman sejak pagi hari dengan ketinggian mencapai satu meter. Genangan kemudian berangsur surut dan menyisakan air setinggi 5–10 sentimeter. Banjir tersebut diduga disebabkan oleh kiriman air dari wilayah Bogor setelah aliran dari Bendung Katulampa meningkat dan mengalir menuju kawasan Cikarang. Proses surut air dilaporkan berlangsung lambat karena aliran sungai yang tidak lancar, dan di beberapa titik bahkan dapat bertahan hingga berhari-hari.***














